Turki-Mesir Jalin Hubungan Diplomatik Pertama Sejak Konflik 2013

Kompas.com - 12/03/2021, 20:29 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan kemarahan atas dukungan AS untuk YPG yang tetap menjadi perselisihan utama antara sekutu. TURKISH PRESIDENCY via AP PHOTOPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan kemarahan atas dukungan AS untuk YPG yang tetap menjadi perselisihan utama antara sekutu.

ANKARA, KOMPAS.com - Turki pada Jumat (12/3/2021) mengadakan kontak diplomatik pertamanya dengan Mesir sejak Presiden Fattah al-Sisi menggulingkan pemimpin Islam yang didukung Ankara, Mohamed Morsi pada 2013.

Kedua kekuatan telah berselisih tentang berbagai masalah dan menemukan diri mereka di sisi berlawanan dari perang di Libya, seperti yang dilansir dari AFP pada Jumat (12/3/2021).

Namun, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menjangkau beberapa lawannya ketika dia mencoba untuk keluar dari isolasi diplomatik yang berkembang dan menghadapi potensi sanksi dari UE.

Serangan datang ketika Turki menderita gelombang kesengsaraan ekonomi dan menghadapi sikap keras dari pemerintahan baru Presiden AS Joe Biden.

Baca juga: Helikopter Militer Jatuh Tewaskan 11 Orang, Turki Salahkan Cuaca

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada awal Maret telah mengisyaratkan bahwa Ankara siap untuk merundingkan perjanjian maritim baru untuk Mediterania timur dengan Kairo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia mengatakan kepada media pemerintah Turki pada Jumat (12/3/2021) bahwa kedua negara telah membuat "kontak di tingkat intelijen dan kementerian luar negeri dengan Mesir".

Cavusoglu menambahkan bahwa "kontak tingkat diplomatik telah dimulai".

Anadolu mengutip pernyataan Cavusoglu bahwa kurangnya kepercayaan adalah hal yang wajar pada tahap awal diskusi.

"Untuk alasan ini, negosiasi sedang berlangsung dan dilanjutkan dengan strategi tertentu, road map," katanya.

Baca juga: Helikopter Militer Turki Kecelakaan, 11 Tentara Tewas

Tidak ada masalah

Ekonom pasar berkembang Timothy Ash dari BlueBay Asset Management mengatakan langkah itu adalah "perubahan haluan yang benar-benar luar biasa bagi Erdogan".

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.