Derek Chauvin, Pembunuh George Floyd, Dapat 1 Lagi Dakwaan Pembunuhan

Kompas.com - 12/03/2021, 07:46 WIB
Dalam foto yang dirilis Penjara Hennepin County pada 31 Mei 2020, nampak Derek Chauvin ketika diambil tampak depan dan samping. Mantan polisi Minneapolis itu dituding membunuh George Floyd, setelah videonya menindih leher pria kulit hitam berusia 46 tahun selama hampir sembilan menit viral di media sosial. AFP PHOTO/Hennepin County Jail/HANDOUTDalam foto yang dirilis Penjara Hennepin County pada 31 Mei 2020, nampak Derek Chauvin ketika diambil tampak depan dan samping. Mantan polisi Minneapolis itu dituding membunuh George Floyd, setelah videonya menindih leher pria kulit hitam berusia 46 tahun selama hampir sembilan menit viral di media sosial.

MINNEAPOLIS, KOMPAS.com - Derek Chauvin, mantan polisi yang menjadi pembunuh George Floyd, mendapatkan satu lagi dakwaan pembunuhan.

Chauvin akan memperoleh dakwaan pembunuhan tingkat tiga, bersama dengan pembunuhan tingkat dua dan pembunuhan tak berencana.

Meski kuasa hukum Chauvin berusaha mengadang, pada akhirnya pengadilan banding mengabulkan permintaan jaksa.

Baca juga: Sidang Derek Chauvin, Pembunuh George Floyd, Ditunda karena Hal Ini

Karena permintaan itu, sidang yang harusnya digelar Senin (8/3/2021) dengan agenda pemilihan juri harus ditunda.

Derek Chauvin disidang atas kematian George Floyd pada Mei 2020, yang membangkitkan kemarahan di seluruh dunia.

Floyd, yang sebelumnya ditangkap atas tuduhan penggunaan uang palsu, tewas setelah lehernya ditindih Chauvin lebih dari tujuh menit.

Dilansir Sky News Kamis (11/3/2021), dakwaan pembunuhan tingkat tiga dianggap tak seberat tingkat dua.

Tingkat tiga merujuk pada tuduhan pelaku membunuh korban secara tak sengaja, sementara yang level dua membutuhkan penggalian bukti lanjutan.

Pakar hukum menerangkan, pemberian dakwaan level tiga membuat peluang Chauvin diputus bersalah sebagai pembunuh lebih besar.

Baca juga: Jelang Sidang Derek Chauvin Pembunuh George Floyd, Warga Datang Bawa Peti Mati

Sebab, beban pembuktian tuduhan relatif lebih ringan, dengan hukuman penjara yang tak kalah panjang dengan tingkat dua.

Halaman:

Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X