Cerita Gadis Pembelot Korut, Begini yang Dialaminya Saat Tiba di Korsel

Kompas.com - 11/03/2021, 23:37 WIB
Kim Ji-young melarikan diri dari Korea Utara pada tahun 2012 bersama ibu dan tiga sepupunya. DOK KIM JI YOUNG via BBC INDONESIAKim Ji-young melarikan diri dari Korea Utara pada tahun 2012 bersama ibu dan tiga sepupunya.

SEOUL, KOMPAS.com - Bagi Kim Ji-young, tiba di Korea Selatan pada usia 31 tahun setelah pelarian yang sulit dari Korea Utara terasa "seperti mimpi".

Namun kegembiraannya saat tiba di Korsel bersama ibu dan tiga orang sepupunya pada Maret 2013 lalu segera memudar seiring dengan masa penyesuaian yang sulit.

Setiap hari membawa tantangan baru dan keluarga itu tidak mengenal siapa pun. "Ada banyak perbedaan budaya... kami harus memulai dari awal lagi," katanya.

Baca juga: Pembelot Korea Utara Beberkan Alasan Denuklirisasi Hampir Mustahil Dilakukan Kim Jong Un

Kim adalah satu dari ribuan pembelot yang berhasil melarikan diri dari kehidupan terisolasi di bawah kepemimpinan diktator. Tetapi bagi mereka yang telah melarikan diri, memulai hidup baru di Korsel hanyalah langkah pertama.

Banyak dari mereka yang harus mempelajari hal-hal mendasar dalam kehidupan di tengah masyarakat berteknologi tinggi dan demokratis - mulai dari menggunakan kartu bank hingga memahami cara kerja perwakilan pemerintah.

Apa yang terjadi ketika mereka tiba?

Awalnya, para pembelot menjalani masa penyelidikan dan tanya jawab dengan dinas intelijen.

"Lalu ada tiga bulan di sebuah lembaga bernama Hanawon, sebuah fasilitas pendidikan pemukiman kembali yang dijalankan oleh pemerintah Korea Selatan," kata Sokeel Park, direktur Korea Selatan untuk Kebebasan di Korea Utara.

"Ini adalah sekolah berdurasi tiga bulan. Dalam masa itu mereka mempelajari berbagai hal tentang masyarakat Korea Selatan: cara menggunakan mesin ATM dan infrastruktur transportasi modern Korea Selatan, dan cara mendapatkan pekerjaan. Mereka mempelajari berbagai hal tentang kewarganegaraan Korea Selatan, demokrasi, dan perbedaan."

Baca juga: Tentara Korut Tewas Terkena Ranjau Saat Tanam Ranjau untuk Cegah Pembelot

Ada juga pusat-pusat komunitas yang menyediakan sumber daya bagi pengungsi yang dimukimkan kembali. Mereka cenderung fokus pada periode transisi ini, yaitu dengan membantu para pembelot mendapatkan ponsel dan rekening bank serta berkenalan dengan komunitas lokal mereka.

Sekelompok anak menghadiri pusat pemukiman kembali Hanawon.GETTY IMAGES via BBC INDONESIA Sekelompok anak menghadiri pusat pemukiman kembali Hanawon.
Setelah Hanawon, para pembelot diberi rumah sewa umum. Kim diberikan satu kardus berisi makanan - ramen, nasi, minyak dan bumbu-bumbu - untuk bertahan selama beberapa hari pertamanya.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sertifikat Vaksin Covid-19 PeduliLindungi Diakui di Seluruh Negara ASEAN

Sertifikat Vaksin Covid-19 PeduliLindungi Diakui di Seluruh Negara ASEAN

Global
NATO Yakin Turki Tak Akan Halangi Finlandia dan Swedia Jadi Anggota

NATO Yakin Turki Tak Akan Halangi Finlandia dan Swedia Jadi Anggota

Global
India Larang Ekpor Gandum karena Gelombang Panas Rusak Panen

India Larang Ekpor Gandum karena Gelombang Panas Rusak Panen

Global
NATO Yakin Ukraina Akan Menang Perang Lawan Rusia

NATO Yakin Ukraina Akan Menang Perang Lawan Rusia

Global
Orangtua di India Gugat Anaknya Rp 10 Miliar karena Tak Kunjung Dapat Cucu

Orangtua di India Gugat Anaknya Rp 10 Miliar karena Tak Kunjung Dapat Cucu

Global
Kim Jong Un Perintahkan Militer Korea Utara Stabilkan Pasokan Obat di Tengah Wabah Covid-19

Kim Jong Un Perintahkan Militer Korea Utara Stabilkan Pasokan Obat di Tengah Wabah Covid-19

Global
Banjir Buatan Rupanya Ampuh Cegah Pasukan Rusia Rebut Kyiv

Banjir Buatan Rupanya Ampuh Cegah Pasukan Rusia Rebut Kyiv

Global
Pelaku Penembakan Bermotif Rasialis yang Tewaskan 10 Orang Rupanya Pernah Buat Acaman di Sekolahnya

Pelaku Penembakan Bermotif Rasialis yang Tewaskan 10 Orang Rupanya Pernah Buat Acaman di Sekolahnya

Global
Kemenangan Marcos Jr dan Pengaruh Disinformasi di Medsos

Kemenangan Marcos Jr dan Pengaruh Disinformasi di Medsos

Global
Inggris: Rusia Telah Kehilangan Sepertiga Tentaranya di Darat

Inggris: Rusia Telah Kehilangan Sepertiga Tentaranya di Darat

Global
Rangkuman Hari Ke-81 Serangan Rusia ke Ukraina, Serangan Balasan Kyiv di Izium, Serangan Moskwa di Donbass Hilang Momentum

Rangkuman Hari Ke-81 Serangan Rusia ke Ukraina, Serangan Balasan Kyiv di Izium, Serangan Moskwa di Donbass Hilang Momentum

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Mayat Manusia Bermunculan saat Danau di AS Mengering | Kembalinya Dinasti Marcos di Filipina

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Mayat Manusia Bermunculan saat Danau di AS Mengering | Kembalinya Dinasti Marcos di Filipina

Global
Finlandia Mulai Proses untuk Gabung NATO

Finlandia Mulai Proses untuk Gabung NATO

Global
Pengajuan Keanggotaan Finlandia dan Swedia ke NATO Berada di Jalur yang Baik

Pengajuan Keanggotaan Finlandia dan Swedia ke NATO Berada di Jalur yang Baik

Global
Jawab Undangan Jokowi, Elon Musk Akan ke Indonesia November 2022

Jawab Undangan Jokowi, Elon Musk Akan ke Indonesia November 2022

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.