Sah, Michael Regan Jadi Orang Kulit Hitam Pertama yang Pimpin Badan Pelindung Lingkungan AS

Kompas.com - 11/03/2021, 08:08 WIB
Calon Administrator Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) Michael Stanley Regan dipeluk oleh putranya, Matthew, pada akhir sidang konfirmasi di hadapan komite Lingkungan dan Pekerjaan Umum Senat di Washington DC pada 3 Februari 2021. AFP/CAROLINE BREHMANCalon Administrator Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) Michael Stanley Regan dipeluk oleh putranya, Matthew, pada akhir sidang konfirmasi di hadapan komite Lingkungan dan Pekerjaan Umum Senat di Washington DC pada 3 Februari 2021.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Senat Amerika Serikat (AS) pada Rabu (10/3/2021) mengonfirmasi bahwa Michael Regan ditunjuk sebagai Kepala Badan Perlindungan Lingkungan (EPA).

EPA bakal memainkan peran sentral dalam kebijakan perlindungan lingkungan dari pemerintahan Presiden AS Joe Biden sebagaimana dilansir dari Reuters.

Kebijakan perlindungan lingkungan era Biden akan memperketat pemangkasan emisi gas rumah kaca dari pembangkit listrik, kendaraan, dan fasilitas minyak dan gas (migas).

Baca juga: Karena Proyek Pipa, Aktivis Lingkungan dan Serikat Buruh Pendukung Biden Berseteru

Senat AS menggelar pemungutan suara untuk mengonfirmasi Regan sebagai Kepala EPA pada Rabu.

Hasilnya, sebanyak 66 anggota Senat As menyetujui Regan untuk memimpin EPA sedangkan 34 anggota lain menolaknya.

Dengan demikian, Regan menjadi orang kulit hitam pertama yang memimpin EPA.

Baca juga: Benarkah Mobil Listrik Ramah Lingkungan? Ini Penjelasannya

Pemerintahan sebelum Biden, Donald Trump, memangkas anggaran dan jumlah staff EPA serta membalikkan panel ilmiah independen.

Kini, Regan perlu segera meningkatkan kinerja EPA saat pemerintahan Biden menetapkan tujuan untuk menghilangkan emisi dari pembangkit listrik pada 2035.

Pemerintahan Biden juga berambisi mengubah standar efisiensi kendaraan, mempercepat distribusi mobil listrik, dan menghilangkan emisi metana dari aktivitas (migas).

Baca juga: Inspirasi Energi: Benarkah Biodiesel Ramah Lingkungan?

Regan merupakan mantan kepala pengatur lingkungan Carolina Utara, di mana dia mendapatkan reputasi sebagai pembuat konsensus.

Dalam pemungutan suara di Senat AS, Regan diperkenalkan oleh dua senator Partai Republik dari Carolina Utara.

Kedua senator itu menekankan bahwa Regan akan bekerja dengan setiap negara bagian untuk memastikan bahwa kekhawatiran mereka tentang transisi ke energi yang lebih bersih didengarkan.

Baca juga: Prediksi Makanan Ramah Lingkungan 2030: Dari Pizza Serangga hingga Bumbu Suara

Partai Republik mengatakan, mereka khawatir peralihan cepat dari bahan bakar fosil ke energi bersih akan memangkas jumlah pekerjaan dan menghambat pertumbuhan ekonomi di sektor migas.

Sebelumnya, Partai Republik juga mengkritik beberapa langkah Biden seperti membatalkan izin pembangunan pipa minyak Keystone XL dari Kanada.

Baca juga: Produksi Narkoba dan Obat Rekreasi Ciptakan Kerusakan Lingkungan


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X