Pengadilan Malaysia Izinkan Umat Kristen untuk Gunakan Kata Allah

Kompas.com - 10/03/2021, 17:25 WIB
Perselisihan soal penggunaan kata Allah oleh umat non-Muslim, khususnya Kristen, sudah muncul di Malaysia sejak 2008. AFPPerselisihan soal penggunaan kata Allah oleh umat non-Muslim, khususnya Kristen, sudah muncul di Malaysia sejak 2008.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Umat Kristen di Malaysia diperbolehkan menggunakan kata Allah, berdasarkan keputusan pengadilan.

Kata dalam bahasa Arab yang berarti Tuhan itu sudah menjadi sorotan di "Negeri Jiran" selama bertahun-tahun.

Warga Kristiani di sana mengeluhkan upaya mereka untuk menggunakannya dihalangi, sementara Muslim menuding umat Kristen kelewat batas.

Baca juga: Pengadilan Malaysia: Kata Allah Hanya untuk Muslim

Kasus itu terjadi 13 tahun silam, ketika petugas menyita materi religius berbahasa Melayu di Bandara Kuala Lumpur.

Dilansir AFP Rabu (10/3/2021), orang yang membawa materi itu adalah perempuan bernama Jill Ireland Lawrence Bill, anggota kelompok adat.

Jill kemudian menggugat aturan 1986, yang melarang adanya penggunaan kata Allah di dalam publikasi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sempat tertunda beberapa kali, sidang di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur memutuskan memenangkan Jill.

Dalam putusannya, pengadilan menyebut Jill berhak tidak mendapatkan diskriminasi atas agama yang dianutnya.

Selain itu, pengadilan tinggi juga mengakui larangan menggunakan kata Allah adalah tindakan yang tak sesuai hukum maupun konstitusi.

Baca juga: Dubes Vatikan di Malaysia Diprotes karena Kata ”Allah”

Berdasarkan pengacara Jill, Annou Xavier, konstitusi "Negeri Jiran" menjamin kebebasan memeluk agama.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X