Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Patung Buddha Trump Laris Manis Dijual Online Bertajuk “Buat Perusahaan Anda Hebat Lagi”

Kompas.com - 10/03/2021, 17:00 WIB
Bernadette Aderi Puspaningrum

Penulis

BEIJING, KOMPAS.com - Patung keramik mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagai Buddha mendadak jadi populer di China.

Platform belanja online China, Taobao baru saja mencantumkan benda ini dalam daftar barang yang ditawarkan. Terlebih untuk mereka yang ingin mengabadikan figur Presiden ke-45 AS itu di properti mereka.

Barang tersebut diunggah dari pengusaha pembuat furnitur yang berbasis di Xiamen, Provinsi Fujian.

Pemasarannya komplet dengan keterangan penjualan selentingan slogan kampanye yang digunakan Sang Pengusaha Properti itu, saat maju berlaga memperebutkan pucuk kekuasaan di AS.

Slogan MAGA Trump dalam platform penjualan itu diubah menjadi "Buat Perusahaan Anda Hebat Lagi!"

Ukiran keramik tersebut menggambarkan Trump dengan ekspresi wajah khusyuk memejamkan mata. Kedua tangan bertumpu di pangkuannya, dalam pose yang memiliki banyak kemiripan dengan patung tradisional Buddha, yang sering ditemukan di kuil-kuil di China.

Deskripsi daftar penjualan tersebut selanjutnya menggambarkan patung itu sebagai gambaran dari "Trump, yang mengetahui agama Buddha lebih baik daripada siapa pun."

Baca juga: Viral Patung Emas Trump Muncul dengan Jas tapi Pakai Sandal Jepit

Patung ini ternyata hanya satu dari sederet barang dagangan terkait Trump yang “unik” dari platform belanja online China Taobao.

Penjual teratas platform lainnya adalah sikat toilet Trump, yang dapat dibeli dalam bundel satu paket isi tiga sekaligus. Benda ini dijual seharga 2 dollar AS (Rp 28.790).

Menurut penjualnya, gagasan membuat patung Trump Buddha muncul ketika dia memikirkan slogan mantan Presiden AS "Make America Great Again." Dia juga tergelitik dengan klaim Trump bahwa dia tahu segalanya dengan lebih baik dari siapa pun.

"Kebanyakan orang hanya membelinya untuk bersenang-senang," kata penjual itu, seraya menambahkan bahwa dia hanya membuat 100 patung. Tetapi dia telah menerima "lusinan" pesanan.

Patung itu hadir dalam dua ukuran: versi setinggi 5 kaki dengan harga 153 dollar AS (2,2 juta), dan patung setinggi 14 kaki yang akan dikenakan biaya pembeli 613 dollar AS (Rp 8,8 juta).

Li Guoqiang, seorang pria Beijing berusia akhir 30-an, memiliki sebuah perusahaan konstruksi kecil di pinggiran kota Beijing. Dia sedang menunggu patung berukuran lebih kecil untuk dikirimkan kepadanya dari Xiamen.

"Saya pikir itu hal yang sangat lucu untuk dimiliki di kantor. Saya tidak bisa mengatakan saya penggemar Trump tapi dia terlihat cukup “damai” di sana, bukan?" guyon Li kepada Business Insider seperti dilansir Rabu (10/3/2021).

Baca juga: Ada Kabar Trump Bakal Jadi Presiden Lagi, Gedung Capitol Dijaga Ribuan Tentara

Ketika ditanya di mana dia akan menempatkan patung Trump Buddha, Li mengatakan bahwa dia telah menyediakan ruangan untuk itu di sepanjang koridor kamar mandi lantai dua kantornya.

"Siapa tahu, mungkin dia benar-benar akan membuat perusahaan saya hebat lagi," tambahnya.

Global Times juga berbicara dengan seorang pembeli di Shanghai yang tidak ingin disebutkan namanya.

Konsumen itu mengatakan bahwa dia telah membeli salah satu patung setelah melihatnya di WeChat, Instagram Stories versi negara itu.

“Trump juga bisa dianggap sebagai representasi dari sebuah era, dan egoisme yang ekstrem. Sekarang era-nya telah berlalu, tapi saya ingin patung itu mengingatkan saya: Jangan terlalu seperti Trump,” ujarnya.

Baca juga: Masih Dendam ke Biden, Trump Tegaskan Maju ke Pilpres AS 2024

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Filipina Sebut Kapal China Tabrak dan Tembaki Kapal Mereka di Laut China Selatan

Filipina Sebut Kapal China Tabrak dan Tembaki Kapal Mereka di Laut China Selatan

Global
Hamas Tak Tahu Berapa Banyak Sandera dari Israel yang Masih Hidup di Gaza

Hamas Tak Tahu Berapa Banyak Sandera dari Israel yang Masih Hidup di Gaza

Global
Tersangka Pembocor Rahasia Pentagon Mengaku Bersalah, Dapat Dipenjara 17 Tahun

Tersangka Pembocor Rahasia Pentagon Mengaku Bersalah, Dapat Dipenjara 17 Tahun

Global
Rangkuman Hari Ke-740 Serangan Rusia ke Ukraina: Jembatan Kereta Api Diledakkan | Ukraina Bangun Benteng

Rangkuman Hari Ke-740 Serangan Rusia ke Ukraina: Jembatan Kereta Api Diledakkan | Ukraina Bangun Benteng

Global
Gadis Autis Dipukuli Lebih dari 55 Kali oleh Beberapa Remaja

Gadis Autis Dipukuli Lebih dari 55 Kali oleh Beberapa Remaja

Global
Israel dan Palestina Sulit Bersepakat Terkait Sejumlah Isu Ini

Israel dan Palestina Sulit Bersepakat Terkait Sejumlah Isu Ini

Internasional
Studi AS: Balita Kehilangan 1.000 Kata Setiap Hari Akibat Menatap Layar Ponsel Berlebihan

Studi AS: Balita Kehilangan 1.000 Kata Setiap Hari Akibat Menatap Layar Ponsel Berlebihan

Global
Tokoh Penerbangan Australia Dorong Upaya Baru Pencarian MH370

Tokoh Penerbangan Australia Dorong Upaya Baru Pencarian MH370

Global
PM Singapura Respons Tudingan Kesepakatan Eksklusif dengan Taylor Swift

PM Singapura Respons Tudingan Kesepakatan Eksklusif dengan Taylor Swift

Global
Perancis Jadi Negara Pertama yang Sahkan Hak Aborsi

Perancis Jadi Negara Pertama yang Sahkan Hak Aborsi

Global
Katak Ini Jadi Vertebrata Terkecil di Bumi

Katak Ini Jadi Vertebrata Terkecil di Bumi

Global
Korea Utara Mengecam Keras Latihan Militer Korea Selatan-AS

Korea Utara Mengecam Keras Latihan Militer Korea Selatan-AS

Global
Presiden Perancis ke Ceko Bahas Bantuan Senjata untuk Ukraina

Presiden Perancis ke Ceko Bahas Bantuan Senjata untuk Ukraina

Global
Pria Berbakat Jadi Peneliti Ini Temukan Kerangka Dinosaurus Berusia 70 Juta Tahun

Pria Berbakat Jadi Peneliti Ini Temukan Kerangka Dinosaurus Berusia 70 Juta Tahun

Global
Anak-anak di Gaza Alami Gizi Buruk, Ibu Susah Menyusui, Susu Formula Tak Ada

Anak-anak di Gaza Alami Gizi Buruk, Ibu Susah Menyusui, Susu Formula Tak Ada

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com