Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sebelum Meninggal karena Covid-19, Pasien Ini Alami Pembekuan Darah di Alat Kelamin

Kompas.com - 10/03/2021, 15:39 WIB
Ardi Priyatno Utomo

Penulis

Sumber Daily Star

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Seorang pasien di AS sempat mengalami ereksi selama tiga jam, sebelum meninggal karena Covid-19.

Pria yang diidentifikasi berusia 69 tahun itu didiagnosis terkena priapismus saat dirawat dalam kondisi parah musim gugur 2020.

Dia dilarikan ke Rumah Sakit Miami Valley pada Agustus lalu, dalam kondisi sesak napas parah dan pembengkakan, menyebabkan cairan menumpuk di paru-parunya.

Baca juga: Terapi Ini bisa Bantu Pulihkan Anosmia Pasien Covid-19

MailOnline melaporkan, pasien itu dibius dan dipasangi ventilator karena kondisinya memburuk selama 10 hari pertama.

Oleh dokter, pria yang tak disebutkan identitasnya itu dibuat telungkup selama 12 jam agar udara bisa masuk ke tubuhnya.

Namun, saat dia hendak dibaringkan telentang pada siang hari waktu setempat, perawat menyadari bahwa dia ereksi.

Dalam American Journal of American Medicine, dokter yang merawatnya meyakini Covid-19 menyebabkan pembekuan darah di penis.

Tim medis menaruh kantong es untuk meredakan pembengkakan, tetapi ereksinya terus bertahan selama tiga jam.

Dilansir Daily Star, Senin (8/3/2021), dokter kemudian mengeluarkan darah dari penisnya menggunakan jarum.

Baca juga: Sembuh dari Covid-19, Perawat Pasien Virus Corona Lamar Pacarnya Lewat APD

Priapismus itu dilaporkan tidak kembali. Akan tetapi, si pasien dinyatakan meninggal karena paru-parunya memburuk.

Medis menerangkan, jaringan yang ada di alat kelamin pria itu kaku, tetapi ujungnya diketahui lembek.

Karena kondisinya dibius, pria itu tidak bisa menjawab apakah dia mengalami kesakitan karena alat kelaminnya membengkak.

Covid-19 diketahui merusak pembuluh darah dalam beberapa kasus, menyebabkan korban menderita pembekuan darah.

Baca juga: Seorang Dokter di Jerman Dituduh Bunuh Pasien Virus Corona Tingkat Akut

Kondisi pasien di Miami itu menuai perhatian dari Dr Richard Viney, dokter bedah urologi di Rumah Sakit Queen Elizabeth, Birmingham.

Dr Viney mengatakan, dia belum pernah menemukan kasus priapismus yang disebabkan oleh virus corona.

"Jadi, ini tentunya adalah kasus yang menarik. Namun, bisa dijelaskan karena manifestasi Covid-19," paparnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Sumber Daily Star
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com