Komandan Militer AS Khawatir, China Menginvasi Taiwan pada 2027

Kompas.com - 10/03/2021, 05:49 WIB
Gambar baru-baru ini dirilis oleh Kementerian Pertahanan Taiwan pada 5 Juni 2020 menunjukkan rudal Stinger buatan AS diluncurkan selama latihan di Pingtung County, Taiwan selatan. HANDOUT / TAIWAN DEFENCE MINISTRY / AFPGambar baru-baru ini dirilis oleh Kementerian Pertahanan Taiwan pada 5 Juni 2020 menunjukkan rudal Stinger buatan AS diluncurkan selama latihan di Pingtung County, Taiwan selatan.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – China bisa saja menginvasi Taiwan pada 2027 karena Beijing mempercepat langkahnya untuk menggantikan kekuatan militer Amerika Serikat (AS) di Asia.

Hal itu diungkapkan oleh seorang komandan tinggi militer AS, Laksamana Philip Davidson, pada Selasa (9/3/2021) sebagaimana dilansir AFP.

Menurut laman Kementerian Pertahanan AS, Davidson merupakan Komandan Komando AS Indo-Pasifik (US Indopacom).

Di depan anggota Senat AS, Davidson mengatakan, Taiwan yang demokratis dan memiliki pemerintah sendiri hidup di bawah ancaman dari China secara terus menerus.

Baca juga: Nanas Jadi Perkara Terbaru Ihwal Perselisihan China-Taiwan

Dia menambahkan, “Negeri Panda” memandang pulau itu sebagai bagian dari wilayah mereka.

"Saya khawatir mereka (China) mempercepat ambisi mereka untuk menggantikan AS dan peran kepemimpinan kami dalam tatanan internasional berbasis aturan pada 2050," kata Davidson.

Davidson bertutur, Taiwan merupakan salah satu ambisi China sebelum menjadi negara superior dan menggantikan AS pada 2020.

“Dan saya pikir ancaman itu (terhadap Taiwan) nyata selama dekade ini, pada kenyataannya, dalam enam tahun ke depan (2027)," tutur Davidson kepada komite Senat AS.

Baca juga: 4 Mantan Intelijen Militer Taiwan Didakwa sebagai Mata-mata China

Taiwan memisahkan diri dari China dalam akhir perang saudara pada 1949. Sejak saat itu, Taiwan terus menerus diancam oleh China daratan.

Pada 1979, Washington mengalihkan pengakuan diplomatiknya dari Taiwan ke China. Namun, “Negeri Paman Sam” tetap menjadi sekutu tidak resmi dan pendukung militer paling penting Taiwan.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X