Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[POPULER GLOBAL] Ahli Etiket: Tidak Boleh Makan Nasi Pakai Tangan | Pangeran Harry dan Meghan Markle Jatuhkan "Bom" ke Kerajaan Inggris

Kompas.com - 09/03/2021, 05:47 WIB
Shintaloka Pradita Sicca

Penulis

KOMPAS.com - Ahli etiket yang mengatakan makan nasi tidak boleh pakai tangan dan memiicu kritikan netizen Asia, menjadi berita terpopuler di kanal global

Disusul tentang Pangeran Harry dan Meghan Markle yang dianggap sudah jatuhkan bom ke Kerajaan Inggris.

Simak berita populer global selengkapnya pada Senin (8/3/2021) hingga Selasa (9/3/2021) berikut ini:

1. Sebut Makan Nasi Tak Boleh Pakai Tangan, Ahli Etiket Ini Ramai-ramai Diserang Netizen Asia

Sudah menjadi rahasia umum bahwa nasi adalah makanan pokok orang Asia.

Di beberapa negara Asia, khususnya Asia Tenggara, makan nasi dengan tangan adalah suatu hal yang lumrah. Bahkan, memakan nasi dengan sendok dan garpu pun juga tak mengapa.

Namun, baru-baru ini, akun Twitter @TheRoyalButler yang mengeklaim dirinya sebagai pakar etiket Inggris mengatakan bahwa tidak seharusnya memakan nasi dengan tangan.

Baca selengkapnya di sini.

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Video Kebrutalan Aparat Myanmar Beredar | Dukacita Banjiri Upacara Pemakaman Kyal Sin

2. Pangeran Harry dan Meghan Markle Dianggap Sudah Jatuhkan Bom ke Kerajaan Inggris

Pangeran Harry dan Meghan Markle dianggap sudah menjatuhkan bom ke keluarga Kerajaan Inggris, dengan diwawancarai Oprah Winfrey.

Berdasarkan laporan media setempat, wawancara itu diyakini akan memberikan kerusakan pada keluarga kerajaan.

Pihak CBS menayangkan wawancara berdurasi dua jam itu pada Minggu waktu setempat (7/3/2021) di Amerika Serikat (AS).

Baca selengkapnya di sini.

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Protes Kudeta Membesar Ingatkan Tragedi Indonesia 1998 | Ancaman Kematian Junta Militer di TikTok

3. 4 Ledakan Beruntun Mengguncang Sebuah Kamp Militer, 600 Orang Luka, 20 Tewas

Total empat ledakan tak disengaja yang mengguncang kamp militer di Guinea Ekuatorial pada Minggu (7/3/2021), menewaskan sedikitnya 20 orang dan membuat 600 lainnya luka-luka.

Video yang ditayangkan TVGE menunjukkan gedung-gedung terbakar dan rata dengan tanah, dalam radius yang luas di sekeliling kamp Nkoa Ntoma, ibu kota perekonomian Bata. Kepulan asap hitam pun membubung tinggi ke langit.

Anak-anak dan orang dewasa terlihat diselamatkan dari puing-puing reruntuhan, dan di rumah sakit Bata pasien yang terluka terbaring di lantai menunggu perawatan.

Baca selengkapnya di sini.

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Begini Bentuk Muntahan Paus Senilai Rp 3,7 Miliar | 2 Pulau Ini Terpisah 3,8 Km tetapi Beda 21 Jam

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Hampir 100 Truk Bantuan Masuk Gaza lewat Dermaga AS

Hampir 100 Truk Bantuan Masuk Gaza lewat Dermaga AS

Global
Presiden Perancis dan Para Menteri Arab Bahas Pendirian Negara Palestina

Presiden Perancis dan Para Menteri Arab Bahas Pendirian Negara Palestina

Global
Usai Keputusan ICJ, Warga Palestina Ingin Tindakan, Bukan Kata-kata

Usai Keputusan ICJ, Warga Palestina Ingin Tindakan, Bukan Kata-kata

Global
[POPULER GLOBAL] Arab Saudi Setop Keluarkan Izin Umrah | Cerita Ayah Tak Mampu Beli iPhone bagi Putrinya

[POPULER GLOBAL] Arab Saudi Setop Keluarkan Izin Umrah | Cerita Ayah Tak Mampu Beli iPhone bagi Putrinya

Global
ICJ Perintahkan Israel Buka Penyeberangan Rafah di antara Mesir dan Gaza

ICJ Perintahkan Israel Buka Penyeberangan Rafah di antara Mesir dan Gaza

Global
Pria Ini Pesan Burger McDonald's dengan Menghapus Semua Unsur, Ini yang Didapat

Pria Ini Pesan Burger McDonald's dengan Menghapus Semua Unsur, Ini yang Didapat

Global
Surat Perintah Penangkapan Netanyahu Disebut Tak Berlaku di Hongaria

Surat Perintah Penangkapan Netanyahu Disebut Tak Berlaku di Hongaria

Global
Singapore Airlines Ubah Aturan Sabuk Pengaman dan Rute Setelah Turbulensi Fatal

Singapore Airlines Ubah Aturan Sabuk Pengaman dan Rute Setelah Turbulensi Fatal

Global
Singapore Airlines Minta Maaf Setelah Penumpang Terluka Keluhkan Diamnya Maskapai

Singapore Airlines Minta Maaf Setelah Penumpang Terluka Keluhkan Diamnya Maskapai

Global
Kepala CIA Bakal ke Paris, Bahas Lagi Gencatan Senjata di Gaza

Kepala CIA Bakal ke Paris, Bahas Lagi Gencatan Senjata di Gaza

Global
Beberapa Sumber: Putin Inginkan Gencatan Senjata di Ukraina Garis Depan

Beberapa Sumber: Putin Inginkan Gencatan Senjata di Ukraina Garis Depan

Global
Mampukah Taiwan Pertahankan Diri jika China Menyerang?

Mampukah Taiwan Pertahankan Diri jika China Menyerang?

Internasional
Kematian Presiden Raisi Membuat Warga Iran Terbagi Jadi Dua Kubu

Kematian Presiden Raisi Membuat Warga Iran Terbagi Jadi Dua Kubu

Internasional
China Uji Coba Rebut Taiwan dalam Lanjutan Latihan Perang

China Uji Coba Rebut Taiwan dalam Lanjutan Latihan Perang

Global
Tanah Longsor di Papua Nugini, Diyakini Lebih dari 100 Orang Tewas

Tanah Longsor di Papua Nugini, Diyakini Lebih dari 100 Orang Tewas

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com