Bangun Situation Room Seperti Milik Gedung Putih AS, Inggris Gelontorkan Rp 184 miliar

Kompas.com - 08/03/2021, 15:46 WIB
PM Inggris Boris Johnson berpidato saat konferensi pers di Downing Street no. 10, London, pada Rabu (30/12/2020). DAILY TELEGRAPH/HEATHCLIFF O'MALLEY via APPM Inggris Boris Johnson berpidato saat konferensi pers di Downing Street no. 10, London, pada Rabu (30/12/2020).

LONDON, KOMPAS.com - Pemerintah Inggris akan membuat bungker bergaya situation room milik Gedung Putih Amerika Serikat (AS). Biaya pembangunan mencapai 9,3 juta poundsterling (Rp 184 miliar).

Ruangan yang umumnya difungsikan sebagai pusat komando tersebut akan menjadi tempat darurat bagi Perdana Menteri (PM) Inggris yang dibangun pusat Gedung Kabinet Inggris (Whitehall).

Mirror pada Senin (8/3/2021) melaporkan sumber terkait menegaskan tinjauan terintegrasi pemerintah dalam kebijakan luar negeri dan pertahanan, akan secara resmi mengumumkan pembentukan situation room di Whitehall pada 16 Maret.

“Situation Center,” yang dikenal di kalangan pertahanan sebagai SitCen, milik Inggris akan berfungsi seperti situation room Gedung Putih AS.

Mantan Presiden AS Barack Obama menggunakan ruangan itu, salah satunya untuk menyaksikan penggerebekan di mana Osama bin Laden terbunuh pada 2011.

 Baca juga: Meghan Markle Sebut Kerajaan Inggris Enggan Jadikan Anaknya Pangeran, Ini Sebabnya

Pengoperasian ruangan ini pada musim panas, kemungkinan akan bertindak sebagai pusat komando Pemerintah Inggris selama keadaan darurat seperti serangan teror dan epidemi.

SitCen berteknologi tinggi akan dibangun di Kantor Kabinet di dekat tempat pertemuan Cobra. Ruangan tersebut biasanya digunakan untuk menangani keadaan darurat nasional.

Ruangan khusus tersebut dilengkapi dasbor interaktif, peta pembaca sumber panas, dan visualisasi geospasial. Semua berisi data yang digunakan untuk menginformasikan pengambilan keputusan, baik selama krisis maupun dalam jangka panjang.

Para pejabat menyatakan dengan kecepatan data yang dapat dikumpulkan, teknologi yang tersedia akan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk memberi pengarahan kepada menteri.

Dengan begitu pejabat terkait dapat bertindak atas situasi darurat dalam hitungan menit, bukan berminggu-minggu seperti sebelumnya.

Baca juga: Meghan Tuding Kerajaan Inggris Umbar Kebohongan Soal Keluarganya dengan Pangeran Harry

Halaman:

Sumber Mirror
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X