Gelar Misa Terakhir di Irak Sebelum Pulang, Ini Ucapan Paus Fransiskus

Kompas.com - 08/03/2021, 09:21 WIB
Paus Fransiskus (tengah), ditemani Presiden Region Otonomi Kurdistan Nechirvan Barzani (kanan) menyapa massa yang berpakaian tradisional saat tiba di Bandara Erbil pada 7 Maret 2021. Paus Fransiskus dalam kunjungannya ke Irak, mengunjungi komunitas Kristen yang bertahan di tengah kebrutalan kelompok ISIS di Mosul. AFP PHOTO/SAFIN HAMEDPaus Fransiskus (tengah), ditemani Presiden Region Otonomi Kurdistan Nechirvan Barzani (kanan) menyapa massa yang berpakaian tradisional saat tiba di Bandara Erbil pada 7 Maret 2021. Paus Fransiskus dalam kunjungannya ke Irak, mengunjungi komunitas Kristen yang bertahan di tengah kebrutalan kelompok ISIS di Mosul.

ERBIL, KOMPAS.com - Paus Fransiskus menggelar misa terakhir di Irak, sebelum dijadwalkan kembali ke Vatikan.

Kepada ribuan umat yang memadati Stadion Franso Hariri di Erbil, Paus berkata dia akan selalu mengenang Irak.

"Irak akan selalu saya kenang, di hati ini," kata dia diakhiri dengan ucapan salam, salam, salam (damai, damai, damai).

Baca juga: Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Sebelum ke Erbil, Paus Fransiskus berkunjung ke Mosul, kota tua yang pernah menjadi markas kelompok ISIS.

Menumpang helikopter, dia disambut oleh kerumunan di kota yang kini hanya dihuni sedikit umat Kristen.

Ribuan Kristiani mengungsi dari Mosul buntut pendudukan ISIS, yang menyiksa, membunuh, atau memaksakan pajak.

Saat datang ke lokasi acara, Sri Paus berhenti di depan reruntuhan katedral maupun rumah, dan mengheningkan cipta.

Dia kemudian memimpin doa di lapangan gereja, yang kini menjadi puing-puing saat ISIS menguasai daerah itu pada 2014.

Kepada massa di Mosul, Paus menyampaikan keprihatinan karena Irak yang menjadi salah satu tempat lahirnya peradaban terkena hantaman begitu biadab.

Baca juga: Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

"Tempat ibadah kuno dihancurkan dan ribuan orang, Kristen, Muslim, Yazidi, secara paksa dibunuh atau mengungsi," ujar dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Tabrakan Tesla Tanpa Pengemudi, Mobil Hangus 2 Orang Tewas

Misteri Tabrakan Tesla Tanpa Pengemudi, Mobil Hangus 2 Orang Tewas

Global
Hormati Orang yang Puasa, Satpam Ini Balik Badan Saat Makan

Hormati Orang yang Puasa, Satpam Ini Balik Badan Saat Makan

Global
3 Negara Klub Pendiri ESL Kompak Lawan European Super League

3 Negara Klub Pendiri ESL Kompak Lawan European Super League

Global
Kasus Covid-19 Meningkat, Ibu Kota India Kembali Lockdown

Kasus Covid-19 Meningkat, Ibu Kota India Kembali Lockdown

Global
Rusia Akan Blokade Sebagian Laut Hitam, AS Kecam 'Eskalasi Tanpa Alasan'

Rusia Akan Blokade Sebagian Laut Hitam, AS Kecam "Eskalasi Tanpa Alasan"

Global
Balas Dendam, Ukraina Usir Diplomat Rusia dari Kiev

Balas Dendam, Ukraina Usir Diplomat Rusia dari Kiev

Global
Pangeran Harry Jalani Karantina Covid-19 dan Diperkirakan Segera Pulang ke California

Pangeran Harry Jalani Karantina Covid-19 dan Diperkirakan Segera Pulang ke California

Global
NASA Berhasil Terbangkan Drone dari Mars untuk Pertama Kalinya di Dunia

NASA Berhasil Terbangkan Drone dari Mars untuk Pertama Kalinya di Dunia

Global
PM Inggris Berjanji Bakal Gagalkan Peluncuran European Super League

PM Inggris Berjanji Bakal Gagalkan Peluncuran European Super League

Global
ISIS Eksekusi Penganut Kristen Koptik Mesir sebagai Peringatan agar Tak Dukung Militer

ISIS Eksekusi Penganut Kristen Koptik Mesir sebagai Peringatan agar Tak Dukung Militer

Global
Mobilisasi Pasukan Rusia di Perbatasan Ukraina Terbesar sejak 2014

Mobilisasi Pasukan Rusia di Perbatasan Ukraina Terbesar sejak 2014

Global
Hakim Kasus Kematian George Floyd Pastikan Hukuman untuk Derek Chauvin 'Benar-benar Adil'

Hakim Kasus Kematian George Floyd Pastikan Hukuman untuk Derek Chauvin "Benar-benar Adil"

Global
Publik Inggris Ingin Pangeran William Jadi Raja Setelah Ratu Elizabeth II

Publik Inggris Ingin Pangeran William Jadi Raja Setelah Ratu Elizabeth II

Global
[POPULER GLOBAL] Video Guru Dikejutkan di Kelas Virtual | Gelandangan 4 Tahun Makan Sekali Sehari

[POPULER GLOBAL] Video Guru Dikejutkan di Kelas Virtual | Gelandangan 4 Tahun Makan Sekali Sehari

Global
Beli Apel di Toko Online, Pria Ini Kaget yang Datang Apple iPhone

Beli Apel di Toko Online, Pria Ini Kaget yang Datang Apple iPhone

Global
komentar
Close Ads X