4 Ledakan Beruntun Mengguncang Sebuah Kamp Militer, 600 Orang Luka, 20 Tewas

Kompas.com - 08/03/2021, 08:23 WIB
Tangkapan layar dari video TVGE menunjukkan kepulan asap membubung tinggi ke angkasa, dampak empat ledakan besar di kamp militer kota Bata, Guinea Ekuatorial, Minggu (7/3/2021). Insiden ini menewaskan sedikitnya 20 orang dan 600 lainnya luka-luka. TVGE via APTangkapan layar dari video TVGE menunjukkan kepulan asap membubung tinggi ke angkasa, dampak empat ledakan besar di kamp militer kota Bata, Guinea Ekuatorial, Minggu (7/3/2021). Insiden ini menewaskan sedikitnya 20 orang dan 600 lainnya luka-luka.

BATA, KOMPAS.com - Total empat ledakan tak disengaja yang mengguncang kamp militer di Guinea Ekuatorial pada Minggu (7/3/2021), menewaskan sedikitnya 20 orang dan membuat 600 lainnya luka-luka.

Video yang ditayangkan TVGE menunjukkan gedung-gedung terbakar dan rata dengan tanah, dalam radius yang luas di sekeliling kamp Nkoa Ntoma, ibu kota perekonomian Bata. Kepulan asap hitam pun membubung tinggi ke langit.

Anak-anak dan orang dewasa terlihat diselamatkan dari puing-puing reruntuhan, dan di rumah sakit Bata pasien yang terluka terbaring di lantai menunggu perawatan.

Baca juga: Israel Tuduh Iran Pelaku Ledakan Kapal Tenggelam di Teluk Oman

Kementerian Kesehatan dalam twitnya mengingatkan, masih banyak warga yang bisa jadi masih tertimpa reruntuhan.

Presiden Teodoro Obiang Nguema mengatakan, insiden itu terjadi setelah petani membiarkan api berkobar di luar kendali, yang kemudian menyambar bahan peledak yang tidak disimpan dengan baik di kamp militer.

"Kota Bata menjadi korban kecelakaan akibat kelalaian unit yang bertugas menyimpan bahan peledak, dinamit, dan amunisi di kamp militer Nkoa Ntoma," kata Obiang Nguema dikutip dari kantor berita AFP.

"(Pangkalan militer) terbakar karena pembakaran tunggul di ladang mereka yang akhirnya membuat depot-depot ini meledak beruntun."

Kementerian Pertahanan menyebutkan, korban tewas sedikitnya 20 orang dengan sekitar 600 orang terluka.

Baca juga: Video Ledakan Besar Pelabuhan Afganistan, 100 Kapal Tanker Hangus, 20 Orang Luka

Memohon bantuan internasional

Obiang Nguema pun memohon bantuan internasional untuk mengatasi bencana ini, karena Guinea Ekuatorial dilanda krisis ekonomi akibat anjloknya harga bensin dan pandemi Covid-19.

Bata adalah kota terbesar di negara Afrika tengah yang kaya minyak dan gas itu.

Sekitar 800.000 dari 1,4 juta populasi Guinea Ekuatorial berada dalam kemiskinan.

Baca juga: Ledakan Besar di Arab Saudi, Kelompok Tak Dikenal Mengeklaim Bertanggung Jawab


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Tabrakan Tesla Tanpa Pengemudi, Mobil Hangus 2 Orang Tewas

Misteri Tabrakan Tesla Tanpa Pengemudi, Mobil Hangus 2 Orang Tewas

Global
Hormati Orang yang Puasa, Satpam Ini Balik Badan Saat Makan

Hormati Orang yang Puasa, Satpam Ini Balik Badan Saat Makan

Global
3 Negara Klub Pendiri ESL Kompak Lawan European Super League

3 Negara Klub Pendiri ESL Kompak Lawan European Super League

Global
Kasus Covid-19 Meningkat, Ibu Kota India Kembali Lockdown

Kasus Covid-19 Meningkat, Ibu Kota India Kembali Lockdown

Global
Rusia Akan Blokade Sebagian Laut Hitam, AS Kecam 'Eskalasi Tanpa Alasan'

Rusia Akan Blokade Sebagian Laut Hitam, AS Kecam "Eskalasi Tanpa Alasan"

Global
Balas Dendam, Ukraina Usir Diplomat Rusia dari Kiev

Balas Dendam, Ukraina Usir Diplomat Rusia dari Kiev

Global
Pangeran Harry Jalani Karantina Covid-19 dan Diperkirakan Segera Pulang ke California

Pangeran Harry Jalani Karantina Covid-19 dan Diperkirakan Segera Pulang ke California

Global
NASA Berhasil Terbangkan Drone dari Mars untuk Pertama Kalinya di Dunia

NASA Berhasil Terbangkan Drone dari Mars untuk Pertama Kalinya di Dunia

Global
PM Inggris Berjanji Bakal Gagalkan Peluncuran European Super League

PM Inggris Berjanji Bakal Gagalkan Peluncuran European Super League

Global
ISIS Eksekusi Penganut Kristen Koptik Mesir sebagai Peringatan agar Tak Dukung Militer

ISIS Eksekusi Penganut Kristen Koptik Mesir sebagai Peringatan agar Tak Dukung Militer

Global
Mobilisasi Pasukan Rusia di Perbatasan Ukraina Terbesar sejak 2014

Mobilisasi Pasukan Rusia di Perbatasan Ukraina Terbesar sejak 2014

Global
Hakim Kasus Kematian George Floyd Pastikan Hukuman untuk Derek Chauvin 'Benar-benar Adil'

Hakim Kasus Kematian George Floyd Pastikan Hukuman untuk Derek Chauvin "Benar-benar Adil"

Global
Publik Inggris Ingin Pangeran William Jadi Raja Setelah Ratu Elizabeth II

Publik Inggris Ingin Pangeran William Jadi Raja Setelah Ratu Elizabeth II

Global
[POPULER GLOBAL] Video Guru Dikejutkan di Kelas Virtual | Gelandangan 4 Tahun Makan Sekali Sehari

[POPULER GLOBAL] Video Guru Dikejutkan di Kelas Virtual | Gelandangan 4 Tahun Makan Sekali Sehari

Global
Beli Apel di Toko Online, Pria Ini Kaget yang Datang Apple iPhone

Beli Apel di Toko Online, Pria Ini Kaget yang Datang Apple iPhone

Global
komentar
Close Ads X