Junta Militer Myanmar Makin Keras, Gerebek Rumah Warga Malam-malam dan Lepaskan Tembakan

Kompas.com - 07/03/2021, 11:15 WIB
Polisi menangkap seorang pria di Taunggyi, sebuah kota di Negara Bagian Shan, Myanmar, ketika pasukan keamanan terus menindak demonstran yang menentang kudeta militer, Minggu (28/2/2021). Sedikitnya 18 orang tewas dan 30 lainnya terluka dalam aksi demonstrasi di Myanmar pada 28 Februari, serta disebut sebagai hari paling berdarah dalam serentetan aksi protes menentang kudeta militer. AFP/STRPolisi menangkap seorang pria di Taunggyi, sebuah kota di Negara Bagian Shan, Myanmar, ketika pasukan keamanan terus menindak demonstran yang menentang kudeta militer, Minggu (28/2/2021). Sedikitnya 18 orang tewas dan 30 lainnya terluka dalam aksi demonstrasi di Myanmar pada 28 Februari, serta disebut sebagai hari paling berdarah dalam serentetan aksi protes menentang kudeta militer.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com – Pasukan keamanan Myanmar menggerebek beberapa rumah warga pada Sabtu (6/3/2021) malam waktu setempat dan melepaskan tembakan.

Baca juga: Puluhan Polisi Myanmar Kabur ke India Menentang Perintah Tembaki Masyarakat Sipil

Hingga Minggu (7/3/2021) dini hari waktu setempat, warga mengatakan bahwa tentara dan polisi bergerak ke beberapa distrik di Yangon lalu melepaskan tembakan.

Melansir Reuters, beberapa sumber mengatakan pasukan keamanan Myanmar menangkap setidaknya tiga orang di Kyauktada.

Tentara Myanmar juga datang mencari pengacara yang bekerja untuk Partai National League for Democracy (NLD), namun mereka tidak berhasil menemukannya.

Penggerebekan terhadap pengacara tersebut dikatakan oleh seorang anggota parlemen yang sekarang dibubarkan, Sithu Maung, dalam sebuah unggahan di Facebook.

Reuters tidak dapat menghubungi polisi untuk dimintai komentar. Seorang juru bicara junta tidak menjawab panggilan telepon untuk dimintai komentar.

Baca juga: Myanmar Minta India Kembalikan 8 Polisi yang Mengungsi

Penangkapan

Menurut kelompok advokasi Asosiasi Bantuan untuk Narapidana Politik (AAPP), lebih dari 1.700 orang telah ditahan di bawah pemerintahan junta militer pada Sabtu.

"Tahanan dipukul dan ditendang dengan sepatu bot militer, dipukul dengan tongkat polisi, dan kemudian diseret ke dalam kendaraan polisi," kata AAPP dalam sebuah pernyataan.

"Pasukan keamanan memasuki daerah permukiman dan mencoba untuk menangkap pengunjuk rasa lebih banyak dan menembaki rumah,” imbuh AAPP.

Pihak berwenang Myanmar mengatakan pada Sabtu bahwa mereka telah menggali jenazah Kyal Sin, gadis berusia 19 tahun, yang tewas tertembak dalam aksi protes menentang kudeta militer.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X