WHO: Laporan Penyelidikan di Wuhan Siap Dirilis Pertengahan Maret

Kompas.com - 06/03/2021, 19:49 WIB
Peter Ben Embarek dan Marion Koopmans konfirmasi pers untuk menutup kunjungan tim ahli internasional dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di kota Wuhan, di provinsi Hubei China pada 9 2021. AFP PHOTO/HECTOR RETAMALPeter Ben Embarek dan Marion Koopmans konfirmasi pers untuk menutup kunjungan tim ahli internasional dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di kota Wuhan, di provinsi Hubei China pada 9 2021.

JENEWA, KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan akan mempublikasikan temuan dari tim misi yang dipimpin WHO ke Wuhan China, untuk menyelidiki asal-usul virus penyebab Covid-19.

Peter Ben Embarek, Pakar WHO terkait penyakit menular dari hewan ke manusia, mengatakan laporan diperkirakan siap dirilis pada pertengahan Maret.

"Waktu (publikasi) sementara adalah minggu 14-15 Maret," kata Kepala Tim Misi WHO di Wuhan itu dalam jumpa pers di Jenewa pada Jumat (5/3/2021) melansir Reuters.

Setelah misi di Wuhan selesai akhir bulan lalu, dia mengatakan virus tersebut kemungkinan berasal dari kelelawar. Meski belum diketahui secara pasti bagaimana virus itu sampai ke manusia.

Embarek juga secara menyatakan temuan timnya mengesampingkan kemungkinan kebocoran virus dari laboratorium di Wuhan.

Baca juga: WHO Dorong Pembebasan Sementara Hak Paten Vaksin Covid-19 di Masa Krisis

Pejabat WHO sebelumnya mengatakan misi ini mungkin mengeluarkan laporan ringkasan sebelum temuan lengkapnya siap. Tapi rencana ini dipastikan tidak akan dilakukan.

"Tim benar-benar bekerja keras untuk menyusun laporan lengkap mereka sehingga kita dapat melakukan diskusi yang tepat seputar laporan lengkap tersebut," ujar Mike Ryan, Direktur Eksekutif Program Darurat Kesehatan PBB .

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan: "Saya ingin meyakinkan Anda semua yang terjadi selama perjalanan akan disajikan secara transparan."

Misi tersebut secara politis diperdebatkan, dengan Washington mengatakan ingin meninjau temuannya.

Sementara beberapa kritikus menilai akses yang diberikan China terlalu terbatas.

Baca juga: WHO: Tidak Realistis Pandemi Covid-19 Berakhir Tahun Ini

Pada Kamis (4/3/2021), surat terbuka dari sekelompok ilmuwan menuding misi WHO tidak memiliki mandat, kemandirian, atau akses yang diperlukan untuk melakukan penyelidikan penuh dan tidak terbatas, terhadap semua teori tentang asal-usul virus.

Nikolai Petrovsky, seorang ahli di Universitas Flinders di Adelaide, Australia, salah satu penulis surat itu.

Menurutnya, meskipun tim yang dipimpin WHO telah mengunjungi Wuhan, pengetahuan dunia tentang asal-usul Covid-19 sama sekali tidak bertambah.

Chen Xu, duta besar China untuk PBB di Jenewa, mengatakan pada pengarahan terpisah: "Ini bukan penyelidikan, ini adalah penelitian ilmiah bersama. Para ahli dipilih oleh Organisasi Kesehatan Dunia, mereka melakukan pekerjaan mereka. Mereka juga melakukan kolaborasi ilmiah dengan rekan-rekan di China."

Baca juga: WHO: Orang yang Konsumsi Alkohol Lebih Berisiko Terinfeksi Covid-19

Baca tentang

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

NASA Berhasil Terbangkan Drone dari Mars untuk Pertama Kalinya di Dunia

NASA Berhasil Terbangkan Drone dari Mars untuk Pertama Kalinya di Dunia

Global
PM Inggris Berjanji Bakal Gagalkan Peluncuran European Super League

PM Inggris Berjanji Bakal Gagalkan Peluncuran European Super League

Global
ISIS Eksekusi Penganut Kristen Koptik Mesir sebagai Peringatan agar Tak Dukung Militer

ISIS Eksekusi Penganut Kristen Koptik Mesir sebagai Peringatan agar Tak Dukung Militer

Global
Mobilisasi Pasukan Rusia di Perbatasan Ukraina Terbesar sejak 2014

Mobilisasi Pasukan Rusia di Perbatasan Ukraina Terbesar sejak 2014

Global
Hakim Kasus Kematian George Floyd Pastikan Hukuman untuk Derek Chauvin 'Benar-benar Adil'

Hakim Kasus Kematian George Floyd Pastikan Hukuman untuk Derek Chauvin "Benar-benar Adil"

Global
Publik Inggris Ingin Pangeran William Jadi Raja setelah Ratu Elizabeth II

Publik Inggris Ingin Pangeran William Jadi Raja setelah Ratu Elizabeth II

Global
[POPULER GLOBAL] Video Guru Dikejutkan di Kelas Virtual | Gelandangan 4 Tahun Makan Sekali Sehari

[POPULER GLOBAL] Video Guru Dikejutkan di Kelas Virtual | Gelandangan 4 Tahun Makan Sekali Sehari

Global
Beli Apel di Toko Online, Pria Ini Kaget yang Datang Apple iPhone

Beli Apel di Toko Online, Pria Ini Kaget yang Datang Apple iPhone

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Ernesto Che Guevara, Simbol Pemberontakan Tanpa Akhir dari Amerika Latin

[Biografi Tokoh Dunia] Ernesto Che Guevara, Simbol Pemberontakan Tanpa Akhir dari Amerika Latin

Global
China Akan Umumkan Nama Wahana Penjelajah Mars Pertamanya

China Akan Umumkan Nama Wahana Penjelajah Mars Pertamanya

Global
Australia Akan Bangun Teleskop Radio Terbesar di Dunia

Australia Akan Bangun Teleskop Radio Terbesar di Dunia

Global
Kebun Ganja Terbesar Segera Dibuka di Australia, Bermodal Rp 4,5 Triliun

Kebun Ganja Terbesar Segera Dibuka di Australia, Bermodal Rp 4,5 Triliun

Global
Pakistan Rusuh, Partai Islam Bentrok dengan Kepolisian dan Lumpuhkan Negara

Pakistan Rusuh, Partai Islam Bentrok dengan Kepolisian dan Lumpuhkan Negara

Global
Lagi, Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke 10 Petinggi Junta Myanmar dan 2 Perusahaan

Lagi, Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke 10 Petinggi Junta Myanmar dan 2 Perusahaan

Global
Penjara Rusia Akan Pindahkan Navalny ke Rumah Sakit Khusus Napi

Penjara Rusia Akan Pindahkan Navalny ke Rumah Sakit Khusus Napi

Global
komentar
Close Ads X