Presiden Brasil Minta Rakyatnya Jangan Merengek soal Covid-19

Kompas.com - 05/03/2021, 08:42 WIB
Tayangan dari TV Brasil menampilkan Presiden Brasil Jair Bolsonaro tersenyum di istana kepresidenan Planalto Palace di Brasilia, pada Selasa (7/7/2020). Di hari itu Bolsonaro dinyatakan positif Covid-19, tapi mengaku dirinya baik-baik saja serta hanya mengalami gejala ringan. TV BRASIL via AFPTayangan dari TV Brasil menampilkan Presiden Brasil Jair Bolsonaro tersenyum di istana kepresidenan Planalto Palace di Brasilia, pada Selasa (7/7/2020). Di hari itu Bolsonaro dinyatakan positif Covid-19, tapi mengaku dirinya baik-baik saja serta hanya mengalami gejala ringan.

BRASILIA, KOMPAS.com - Presiden Brasil Jair Bolsonaro menjadi sorotan, setelah meminta rakyatnya berhenti merengek soal Covid-19.

Dia juga kembali menyerang kebijakan "di rumah saja", meski saat ini rumah sakit mulai kewalahan.

Pernyataan kontroversial Bolsonaro terjadi setelah Brasil mencatatkan rekor kematian karena virus corona.

Baca juga: Kasus Kematian Harian Covid-19 Terparah Brasil, Nyaris 2.000 Orang Meninggal dalam 24 Jam Terakhir

Semakin banyaknya korban meninggal membuat sejumlah kota maupun negara bagian memberlakukan lagi lockdown parsial.

"Berhenti merengek. Sampai kapan kalian akan menangis seperti ini?" tanya Bolsonaro saat meresmikan jalur kereta api di Goais.

Presiden Brasil sejak Januari 2019 itu mempertanyakan sampai kapan orang harus berada di rumah, dan toko ditutup.

"Kami tentu menyesal dengan korban meninggal ini. Tapi bagaimana bisa negara ini maju kalau segalanya serba tertutup?" kritiknya.

Kini, sekitar 260.000 orang meninggal akibat Covid-19 di "Negeri Samba", catatan tertinggi kedua setelah AS.

Pemerintah di kawasan seperti kota Rio de Janeiro maupun Negara Bagian Sao Paulo menutup sebagian wilayahnya.

Negara berpenduduk 212 juta jiwa itu kini menghadapi pekan paling mematikan, dengan rata-rata 1.300 kematian per hari.

Dilansir AFP Kamis (4/3/2021), kenaikan itu sebagian disebabkan varian baru virus corona yang ada di hutan Amazon.

Bolsonaro sendiri sudah menjadi sorotan karena pada tahun lalu, dia membandingkan Covid-19 dengan flu ringan.

Dia juga bercanda mendapat vaksin akan mengubah rakyat menjadi aligator, hingga mempromosikan hidroksiklorokuin.

Padahal, studi mengungkapkan obat tersebut ternyata tidak efektif melawan virus corona.

Baca juga: Kapasitas RS Kritis, Nakes Brasil Mohon Pemerintah Terapkan Lockdown Ketat


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X