3 Tentara Myanmar Mengungsi ke India daripada Turuti Perintah Junta Militer

Kompas.com - 04/03/2021, 17:12 WIB
Seorang polisi (tengah) mengacungkan senapannya dalam bentrokan melawan massa yang ikut dalam demonstrasi menentang kudeta militer Myanmar di Naypyidaw, pada 9 Februari 2021. STR via AFPSeorang polisi (tengah) mengacungkan senapannya dalam bentrokan melawan massa yang ikut dalam demonstrasi menentang kudeta militer Myanmar di Naypyidaw, pada 9 Februari 2021.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Tiga tentara Myanmar dilaporkan menyeberang ke India untuk mengungsi, daripada menuruti perintah junta militer.

Ketiganya disebut melintas Vanlaiphai Utara menunju Negara Bagian Mizora pada Rabu sore waktu setempat (3/3/2021).

Pejabat di Kepolisian Distrik Serchhip menyatakan, pemerintah lokal memeriksa kesehatan dan mengatur pertemuan dengan mereka.

Baca juga: Detik-detik Polisi Myanmar Beralih Mendukung Demonstran Penentang Kudeta

Pengawas Stephen Lalrinawma kepada Reuters menerangkan, ketiga tentara itu meninggalkan Myanmar karena junta militer berkuasa.

"Mereka mengatakan mendapat instruksi yang tak bisa dipatuhi. Jadi, mereka memutuskan mengungsi," ujar Lalrinawma.

Dilansir Channel News Asia Kamis (4/3/2021), India berbagi perbatasan sepanjang 1.654 kilometer dengan Myanmar.

Negara yang terkenal karena film Bollywood itu sudah menjadi rumah bagi sejumlah pengungsi yang datang dari tetangga.

Termasuk di antaranya adalah etnis Chin dan Rohingya yang mengungsi pada 2017, buntut operasi yang dilakukan Tatmadaw, kantor militer Myanmar.

Pada 1 Februari, Tatmadaw melakukan kudeta dengan mengambil alih pemerintahan dan menangkap sejumlah tokoh politik.

Di antaranya adalah pemimpin de facto Aung San Suu Kyi, yang dijerat dengan tiga dakwaan, salah satunya adalah kepemilikan walkie talkie.

Junta mengatakan, mereka menerapkan keadaan darurat selama setahun, dan menjanjikan akan menggelar pemilu ulang.

Mereka menuding Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin Aung San Suu Kyi melakukan kecurangan dalam pemilu November 2020.

Saat itu, NLD dilaporkan mendapat lebih dari 80 persen kemenangan dalam pemilu, dan membuat oposisi yang disokong militer meradang.

Baca juga: Junta Militer Myanmar Terkejut, Kudetanya Mendapat Banyak Tentangan


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X