Setelah Digulingkan, Presiden Myanmar Hadapi 3 Dakwaan

Kompas.com - 03/03/2021, 18:58 WIB
Presiden Myanmar Win Myint meresmikan upacara untuk diplomat asing baru di istana presiden di ibu kota Naypyidaw pada 4 September 2018. AFP PHOTO/THET AUNGPresiden Myanmar Win Myint meresmikan upacara untuk diplomat asing baru di istana presiden di ibu kota Naypyidaw pada 4 September 2018.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com – Presiden Myanmar yang digulingkan Win Myint menghadapi dua dakwaan baru.

Hal itu diutarakan oleh pengacara Win Myint, Khin Maung Zaw pada Rabu (3/2/2021) sebagaimana dilansir dari Reuters.

Win Myint ditangkap pada 1 Februari bersama dengan pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi beberapa jam sebelum militer merebut kekuasaan.

Sebelum mendapat dua dakwaan itu, Win Myint juga menghadapi dakwaan karena melanggar protokol untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Baca juga: Gelombang Baru Tahanan Militer Myanmar: Dokter, Seniman hingga Peramal Jadi Sasaran

Sehingga, kini Win Myint menghadapi total tiga dakwaan yang dijatuhkan kepadanya. Khin Maung Zaw mengatakan, tanggal persidangan Win Myint belum diketahui.

Sebelum Win Myint, Suu Kyi juga menghadapi dua dakwaan pidana baru setelah menjalani sidang melalui telekonferensi di Naypyidaw pada Senin (1/3/2021).

Pemimpin sipil yang digulingkan itu dituduh melanggar undang-undang komunikasi serta niat untuk memicu keresahan publik, kata Khin Maung Zaw sebagaimana dilansir dari AFP.

"Kami tidak bisa memastikan berapa banyak lagi kasus yang akan dihadapi Daw Aung San Suu Kyi dalam periode ini," katanya kepada wartawan di ibu kota Myanmar, Naypyidaw, Senin.

Baca juga: Perusahaan Migas Global Didesak Hentikan Danai Junta Militer Myanmar

"Apa pun bisa terjadi di negara ini saat ini," imbuh Khin Maung Zaw.

Suu Kyi sebelumnya sudah menghadapi tuntutan pidana yang tidak jelas karena memiliki walkie-talkie tanpa izin.

Halaman:

Sumber BBC,AFP,Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lakukan 'Serbuan' Terbesar, China Terbangkan 25 Jet Tempur dan Pengebom ke Taiwan

Lakukan "Serbuan" Terbesar, China Terbangkan 25 Jet Tempur dan Pengebom ke Taiwan

Global
[POPULER GLOBAL] Klarifikasi Pejabat Kesehatan China Soal Efektivitas Vaksin | Anjing Terjatuh Jadi Santapan Kawanan Serigala

[POPULER GLOBAL] Klarifikasi Pejabat Kesehatan China Soal Efektivitas Vaksin | Anjing Terjatuh Jadi Santapan Kawanan Serigala

Global
Kisah Suku di Vanuatu Memuja Pangeran Philip sebagai Dewa, Ritualnya Spesial

Kisah Suku di Vanuatu Memuja Pangeran Philip sebagai Dewa, Ritualnya Spesial

Global
Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Global
Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Global
Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Global
Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Global
Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Global
Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Global
Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Global
Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Global
Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Global
Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Global
Ilmuwan Pentagon Klaim Punya Mikrochip dan Filter Darah untuk Atasi Covid-19

Ilmuwan Pentagon Klaim Punya Mikrochip dan Filter Darah untuk Atasi Covid-19

Global
Pasien ICU Covid-19 di Brasil Kini Didominasi Usia 40 ke Bawah

Pasien ICU Covid-19 di Brasil Kini Didominasi Usia 40 ke Bawah

Global
komentar
Close Ads X