Presiden Meksiko Berharap Dapat Jatah Vaksin Covid-19 dari AS

Kompas.com - 03/03/2021, 14:08 WIB
Presiden Meksiko terpilih Andres Manuel Lopez Obrador akan resmi dilantik pada 1 Desember 2018 mendatang. AFP / RONALDO SCHEMIDTPresiden Meksiko terpilih Andres Manuel Lopez Obrador akan resmi dilantik pada 1 Desember 2018 mendatang.

KOTA MEKSIKO, KOMPAS.com - Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador berharap banyak terhadap Amerika Serikat (AS) akan membagikan kelebihan vaksin Covid-19 kepada negaranya.

Harapan itu disampaikan Lopez Obrador pada Selasa (2/3/2021), yang memperkirakan akan ada sisa vaksin Covid-19 yang tersedia, setelah tercapai target Biden untuk inokulasi 100 juta warga Amerika dalam 100 masa jabatannya.

Meski tidak ada kesepakatan, Lopez Obrador mengatakan bahwa ia dan Biden setuju untuk AS mempelajari kemungkinan berbagi vaksin virus corona dengan Meksiko, seperti yang dilansir dari Reuters pada Rabu (3/3/2021). 

Baca juga: Parlemen China Dorong Pemerintah Terbitkan Paspor Vaksin Covid-19

"Kemungkinan itu (AS berbagi vaksin Covid-19) tidak tertutup," ujar Lopez Obrador dalam jumpa pers sehari sebelum pertemuan virtual dengan Biden, yang mengacu pada permintaannya agar AS membantu mengimbangi kekurangan pasokan vaksin Covid-19 Meksiko.

“Tapi, itu tergantung pada keputusan yang akan diambil oleh tim-tim di Meksiko dan Amerika Serikat. Mereka akan memutuskan apakah memungkinkan, dan kapan,” tambahnya.

Baca juga: Trump dan Melania Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 sebelum Lengser

Sebelum pertemuan itu, Gedung Putih mengatakan bahwa prioritasnya adalah menyuntik semua orang Amerika.

Biden mengatakan pada bulan lalu bahwa dia yakin bisa melampaui tujuannya untuk memberikan 100 juta suntikan vaksin Covid-19 selama 100 hari pertama masa menjabatnya, yaitu pada akhir April.

Baca juga: Dr Anthony Fauci: Tak Perlu Banding-bandingkan Vaksin Covid-19

Lopez Obrador mengatakan dia dan Biden tidak memiliki perselisihan tentang masalah berbagi vaksin Covid-19 tersebut, dan keduanya bertukar undangan untuk mengunjungi negara masing-masing.

Pemimpin sayap kiri itu juga menyatakan dukungan untuk rencana reformasi Biden yang dapat melegalkan status kependudukan migran tidak berdokumen yang tinggal di Amerika Serikat.

Baca juga: Saat Ramadhan, Pemerintah Inggris Akan Beri Vaksin Covid-19 pada Malam Hari

"Mereka melihatnya sebagai presiden migran," kata Lopez Obrador.

Lopez Obrador mendesak Amerika Serikat untuk memperluas program visa kerja sementara, agar lebih banyak orang Amerika Tengah dan Meksiko memiliki kesempatan kerja di sana, dan untuk menganalisis berapa banyak pekerja tambahan yang dibutuhkan AS untuk kemajuan ekonominya.

“Ini soal mengatur arus migran,” kata Lopez Obrador, yang memperkirakan Amerika Serikat membutuhkan sebanyak 800.000 lebih pekerja per tahun.

Baca juga: Tunawisma di Rusia Mulai Diberi Vaksin Covid-19


Sumber REUTERS
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aparat Myanmar Tembakkan Granat, 80 Demonstran Tewas

Aparat Myanmar Tembakkan Granat, 80 Demonstran Tewas

Global
Pasukan Koalisi Cegat Enam Drone yang Dikirim Pemberontak Houthi

Pasukan Koalisi Cegat Enam Drone yang Dikirim Pemberontak Houthi

Global
Pangeran Philip Berpulang, Ini Tanggapan Anak-anaknya

Pangeran Philip Berpulang, Ini Tanggapan Anak-anaknya

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Pangeran Philip Meninggal Dunia | Penganggur Dapat Rp 13 Juta Sebulan di Finlandia

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Pangeran Philip Meninggal Dunia | Penganggur Dapat Rp 13 Juta Sebulan di Finlandia

Global
21 Pekerja Terjebak di Tambang Banjir di Xinjiang China

21 Pekerja Terjebak di Tambang Banjir di Xinjiang China

Global
St Vincent Bersiap Hadapi Letusan Gunung La Soufriere Lagi

St Vincent Bersiap Hadapi Letusan Gunung La Soufriere Lagi

Global
Ada Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Australia Atur Ulang Vaksinasi Covid-19

Ada Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Australia Atur Ulang Vaksinasi Covid-19

Global
Kisah Peter Whitford, Musisi Australia yang Cinta Indonesia dan Mengidolai The Rollies

Kisah Peter Whitford, Musisi Australia yang Cinta Indonesia dan Mengidolai The Rollies

Global
Dua Tahun Tak Bertemu, Pangeran William dan Harry Akan Ambil Bagian dalam Prosesi Pemakaman Pangeran Philip

Dua Tahun Tak Bertemu, Pangeran William dan Harry Akan Ambil Bagian dalam Prosesi Pemakaman Pangeran Philip

Global
Video Viral Kucing BAB Saat Majikannya Lamaran lalu Kabur dan Hilang

Video Viral Kucing BAB Saat Majikannya Lamaran lalu Kabur dan Hilang

Global
Kecelakaan Kereta Mesir, KA Ternyata Melaju Tanpa Masinis dan Asisten

Kecelakaan Kereta Mesir, KA Ternyata Melaju Tanpa Masinis dan Asisten

Global
Pasukan Garuda di Bangui Afrika Obati Kerinduan pada Tanah Air dengan Siraman Rohani

Pasukan Garuda di Bangui Afrika Obati Kerinduan pada Tanah Air dengan Siraman Rohani

Global
Intip Kisah Cinta Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II yang Bersemi dari Remaja

Intip Kisah Cinta Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II yang Bersemi dari Remaja

Internasional
Rusia Tegaskan Tak Akan Perang dengan Ukraina, tapi...

Rusia Tegaskan Tak Akan Perang dengan Ukraina, tapi...

Global
[TRIVIA] Ramadhan 2021, Ini Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia

[TRIVIA] Ramadhan 2021, Ini Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia

Internasional
komentar
Close Ads X