Putra Mahkota Saudi Diadukan ke Pengadilan Pidana Jerman

Kompas.com - 03/03/2021, 09:35 WIB
Direktur intelijen nasional AS merilis laporan yang memberatkanPutra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (kanan) atas pembunuhan brutal terhadap jurnalis pembangkang Jamal Khashoggi (kiri) pada Oktober 2018. AFP PHOTO/MOHAMMED AL-SHAIKHDirektur intelijen nasional AS merilis laporan yang memberatkanPutra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (kanan) atas pembunuhan brutal terhadap jurnalis pembangkang Jamal Khashoggi (kiri) pada Oktober 2018.

BERLIN, KOMPAS.com - Putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dan pejabat tinggi Saudi lainnya dituduh melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam pengaduan pidana di Jerman.

Pengaduan tersebut diajukan oleh Reporters without Borders (RSF), kelompok kebebasan pers, pada Selasa (2/3/2021) melansir Guardian.

Keluhan, yang diajukan ke jaksa penuntut umum Jerman di pengadilan federal Karlsruhe, setebal 500 halaman. Isinya fokus soal penganiayaan "meluas dan sistematis" terhadap jurnalis di Arab Saudi.

Tuntutan itu juga menyoal penahanan sewenang-wenang terhadap 34 jurnalis di sana dan pembunuhan terhadap wartawan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post.

"Para jurnalis ini adalah korban pembunuhan di luar hukum, penyiksaan, kekerasan seksual dan pemaksaan serta penghilangan paksa," kata Christophe Deloire, Sekretaris Jenderal Reporters Without Borders, pada konferensi pers pada Selasa.

Keluhan itu datang hanya beberapa hari setelah AS merilis laporan intelijen tentang pembunuhan Khashoggi pada 2018 di konsulat Saudi di Istanbul. Menurut laporan badan intelijen AS tersebut, ahli waris Saudi (35 tahun) telah menyetujui aksi keji itu.

Baca juga: AS Bungkam soal Hukuman Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi


RSF memilih mengajukan pengaduannya di Jerman karena hukum Jerman memberikan yurisdiksi pengadilannya atas kejahatan internasional yang dilakukan di luar negeri. Itu bahkan untuk kasus yang tidak berkaitan dengan Jerman.

"Pembukaan resmi investigasi kriminal di Jerman atas kejahatan terhadap kemanusiaan di Arab Saudi akan menjadi yang pertama di dunia," kata direktur RSF Jerman Christian Mihr.

"Kami meminta jaksa penuntut umum membuka analisis situasi. Tujuannya untuk secara resmi meluncurkan penyelidikan atas perihal yang tuduhan dan mengeluarkan surat perintah penangkapan."

Kantor kejaksaan mengatakan telah menerima pengaduan dan menilai manfaat hukum dan faktualnya.

Halaman:

Sumber Guardian
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X