Bukan dengan Pasukan Militer, Senjata Ini Akan Digunakan Biden untuk Lawan China

Kompas.com - 02/03/2021, 12:43 WIB
Presiden Joe Biden mengadakan pertemuan virtual dengan Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador di Ruang Roosevelt Gedung Putih, Senin, (1/3/2021). AP PHOTO/ANDREW HARNIKPresiden Joe Biden mengadakan pertemuan virtual dengan Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador di Ruang Roosevelt Gedung Putih, Senin, (1/3/2021).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan menempatkan semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), dan teknologi jaringan terdepan dalam strategi AS terhadap Asia.

Para pejabat AS menyebut ini sebagai "tekno-demokrasi" untuk melawan China dan “tekno-autokrasi” lainnya.

Kerangka baru untuk persaingan AS dengan China menjadi krusial setelah adanya ancaman dari menipisnya pasokan microchip global secara tiba-tiba. Microchip ini dibutuhkan dalam produk seperti mobil, ponsel dan lemari es.

Strategi tersebut akan berusaha menggalang aliansi negara-negara lain dan berjuang untuk menciptakan keunggulan dalam fabrikasi semikonduktor dan komputasi kuantum. Tujuannya untuk meningkatkan arena kompetisi, seperti yang dilakukan dalam “perang tradisional” dengan penumpukan rudal dan jumlah pasukan.

Pejabat pemerintah saat ini dan sebelumnya, bersama dengan para ahli dari luar, mengatakan rencana pemerintah di bidang teknologi hanyalah mikrokosmos dari rencana yang lebih luas.

Dengan itu, pendekatan yang lebih berorientasi pada aliansi bisa digunakan, tetapi masih bermusuhan dengan China. Bertolak belakang dengan pendekatan yang lebih kacau di bawah Presiden Donald Trump.

“Ada kesadaran baru tentang pentingnya semikonduktor bermain dalam perjuangan geopolitik ini karena chip mendasari setiap teknologi di era modern,” kata Lindsay Gorman, seorang rekan untuk teknologi baru di German Marshall Fund of the US melansir Bloomberg pada Senin (1/3/2021).

“Ini adalah upaya untuk menggandakan memanfaatkan keunggulan komparatif teknologi yang dimiliki AS dan mitra demokrasinya."

Baca juga: Setelah AS, Jepang Mengeluh Warganya Diminta Tes Swab di Anus oleh China

Melalui pendekatan ini, AS berusaha menolak akses teknologi tertentu dari China selama mungkin. Termasuk ingin menghentikan raksasa China seperti Huawei Technologies Co dan bahkan mengambil cara dari “pedoman Partai Komunis”, yaitu dengan meningkatkan keterlibatan pemerintah dalam industri utama saat diperlukan.

Rencana ini dicetuskan bersamaan dengan agenda para pemimpin Partai Komunis China termasuk Presiden Xi Jinping akhir pekan ini.

Halaman:

Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akhir Sebuah Era: Kematian Pangeran Philip Membuat Peran Monarki Modern Jadi Sorotan

Akhir Sebuah Era: Kematian Pangeran Philip Membuat Peran Monarki Modern Jadi Sorotan

Global
Begini Cara Menonton Pemakaman Pangeran Philip di AS, Inggris, dan di Seluruh Dunia

Begini Cara Menonton Pemakaman Pangeran Philip di AS, Inggris, dan di Seluruh Dunia

Global
Musik dan Pijat, Rahasia Petani Malaysia Berhasil Budidayakan Melon Jepang

Musik dan Pijat, Rahasia Petani Malaysia Berhasil Budidayakan Melon Jepang

Global
Pemimpin Junta Militer Myanmar Akan ke Jakarta, Hadiri Pertemuan ASEAN

Pemimpin Junta Militer Myanmar Akan ke Jakarta, Hadiri Pertemuan ASEAN

Global
Terobsesi Kebugaran Tubuh, Ayah ini Paksa Anaknya Tanda Tangan Kontrak Tidak Boleh Gemuk

Terobsesi Kebugaran Tubuh, Ayah ini Paksa Anaknya Tanda Tangan Kontrak Tidak Boleh Gemuk

Global
Kisah Diskriminasi Rasial yang Dilupakan dari Tragedi Titanic, 6 Orang China Selamat Diusir

Kisah Diskriminasi Rasial yang Dilupakan dari Tragedi Titanic, 6 Orang China Selamat Diusir

Internasional
Konflik Makin Memuncak, Rusia Tangkap Diplomat Ukraina

Konflik Makin Memuncak, Rusia Tangkap Diplomat Ukraina

Global
Sebar Video TikTok Menari dengan Sisa Operasi Pasiennya, Ahli Bedah Plastik Brasil Diskors

Sebar Video TikTok Menari dengan Sisa Operasi Pasiennya, Ahli Bedah Plastik Brasil Diskors

Global
Pangeran Philip Setia Memakai Sepatu Pernikahan Selama 74 Tahun

Pangeran Philip Setia Memakai Sepatu Pernikahan Selama 74 Tahun

Global
[KISAH INSPIRASI ISLAM] Meneladani Sifat Umar bin Khattab

[KISAH INSPIRASI ISLAM] Meneladani Sifat Umar bin Khattab

Global
Brasil Peringatkan Warganya Tunda Kehamilan karena Varian Corona Brasil

Brasil Peringatkan Warganya Tunda Kehamilan karena Varian Corona Brasil

Global
AS Tarik Pasukan, Afghanistan Kembali ke Pangkuan Taliban?

AS Tarik Pasukan, Afghanistan Kembali ke Pangkuan Taliban?

Global
Israel Kembali Gempur Jalur Gaza Lewat Serangan Udara

Israel Kembali Gempur Jalur Gaza Lewat Serangan Udara

Global
Geng 4 Wanita Penghibur Ratu Elizabeth II Setelah Pangeran Philip Meninggal

Geng 4 Wanita Penghibur Ratu Elizabeth II Setelah Pangeran Philip Meninggal

Internasional
PBB: Kekerasan Seksual dan Kelaparan Jadi Strategi Perang di Tigray

PBB: Kekerasan Seksual dan Kelaparan Jadi Strategi Perang di Tigray

Global
komentar
Close Ads X