Eks Menlu AS Klaim Banyak Orang Arab Saudi Ingin Damai dengan Israel

Kompas.com - 01/03/2021, 08:12 WIB
Menter Luar Negeri ke-70 Amerika Serikat, Mike Pompeo, saat berpidato di acara Conservative Political Action Conference (CPAC), pada Sabtu (27/2/2021) di Orlando, Florida. AP PHOTO/JOHN RAOUXMenter Luar Negeri ke-70 Amerika Serikat, Mike Pompeo, saat berpidato di acara Conservative Political Action Conference (CPAC), pada Sabtu (27/2/2021) di Orlando, Florida.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengeklaim, banyak orang di Arab Saudi ingin menormalisasi hubungan dengan Israel.

Pompeo yang pernah menjabat direktur CIA dan Menteri Luar Negeri dalam kabinet Donald Trump, membuat komentarnya dalam rekaman video pidato ke Combat Anti-Semitism Movement, yang akan memberinya Penghargaan Kepemimpinan Global pada Senin (1/3/2021).

Di bawah Perjanjian Abraham yang dimediasi Trump tahun lalu, empat negara mayoritas Arab yaitu Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Maroko, dan Sudan sepakat berdamai dengan Israel.

Baca juga: Israel Serang Suriah dengan Serentetan Rudal

Pers Israel kini dipenuhi spekulasi negara Arab mana lagi yang tertarik bergabung dengan pakta tersebut, dan jika Saudi melakukannya maka akan jadi kejutan besar.

"Saya berharap Kerajaan Arab Saudi dapat menemukan jalannya untuk bergabung dengan Perjanjian Abraham. Saya tahu banyak orang di sana menginginkannya terjadi," kata Pompeo dikutip dari AFP.

Sumber-sumber di Yerusalem mengatakan, Pompeo dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, pada November di kota Neom dekat Laut Merah.

Baca juga: Israel Hancurkan Rumah Kepala Penjaga Masjid Al-Aqsa, Hamas Mengamuk

Pertemuan yang dibantah Riyadh itu memicu hingar-bingar di Israel bahwa kesepakatan normalisasi mungkin sudah dekat.

Selama puluhan tahun Arab Saudi secara terbuka menyampaikan, mereka tidak akan menjalin hubungan dengan Israel sampai ada penyelesaian konflik di Palestina.

Saat dipimpin Donald Trump, AS berupaya mendekati Arab Saudi untuk bersama memusuhi Iran dan meredam kritik keras atas dugaan pembunuhan Jamal Khashoggi, jurnalis yang dimutilasi pada Oktober 2018.

Namun, Joe Biden pada Jumat (26/2/2021) menempuh jalan berbeda dengan Trump.

Ia merilis laporan intel yang menuduh Pangeran Mohammed bin Salman dalang di balik pembunuhan Khashoggi di Istanbul, dan meminta pertanggungjawaban Arab Saudi.

Baca juga: Ini Isi Laporan Rahasia AS soal Pembunuhan Jamal Khashoggi, yang Tuding Pangeran MBS Pelakunya


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Global
Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Global
Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Global
Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Global
Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Global
Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Global
Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Global
Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Global
Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Global
Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Global
Ilmuwan Pentagon Klaim Punya Mikrochip dan Filter Darah untuk Atasi Covid-19

Ilmuwan Pentagon Klaim Punya Mikrochip dan Filter Darah untuk Atasi Covid-19

Global
Pasien ICU Covid-19 di Brasil Kini Didominasi Usia 40 ke Bawah

Pasien ICU Covid-19 di Brasil Kini Didominasi Usia 40 ke Bawah

Global
Jual Air Es di Atas Rp 3.500, 84 Warung dan Restoran Disidak Polisi

Jual Air Es di Atas Rp 3.500, 84 Warung dan Restoran Disidak Polisi

Global
Polisi Minneapolis Tembak Mati Pria Kulit Hitam, Picu Demo Rusuh Lagi

Polisi Minneapolis Tembak Mati Pria Kulit Hitam, Picu Demo Rusuh Lagi

Global
Tak Punya Gelar, Pangeran Harry Bakal Beda “Kostum” dengan Anggota Kerajaan Lainnya di Pemakaman Pangeran Philip

Tak Punya Gelar, Pangeran Harry Bakal Beda “Kostum” dengan Anggota Kerajaan Lainnya di Pemakaman Pangeran Philip

Global
komentar
Close Ads X