Ini Sanksi AS kepada Arab Saudi dalam Kasus Pembunuhan Khashoggi

Kompas.com - 27/02/2021, 10:59 WIB
Presiden AS Joe Biden saat masih menjabat sebagai Wakil Presiden AS berjumpa dengan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud di Riyadh, Arab Saudi, 27 Oktober 2011. AP/ HASSAN AMMARPresiden AS Joe Biden saat masih menjabat sebagai Wakil Presiden AS berjumpa dengan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud di Riyadh, Arab Saudi, 27 Oktober 2011.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) segera memberikan sanksi kepada Arab Saudi setelah dokumen intelijen kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi dirilis pada Jumat (26/2/2021), yang menunjukkan keterlibatan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Khashoggi, seorang penduduk AS yang menulis kolom opini untuk Washington Post mengkritik kebijakan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Tak lama setelah itu ia ditemukan dibunuh dengan kondisi dimutilasi oleh tim operasi yang terkait dengan pangeran di konsulat kerajaan di Istanbul.

Baca juga: Ini Potongan 2 Bukti Putra Mahkota Arab Saudi Terlibat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Dalam dokumen intelijen disebutkan bahwa penguasa de facto Arab Saudi mengetahui rencana itu dan ia adalah pihak yang menyetujuinya.

Berkali-kali pemerintah Arab Saudi telah berkelit tentang keterlibatan Pangeran Mahkota, dengan ikut mengatakan pembunuhan itu adalah kejahatan keji yang dilakukan oleh kelompok orang kurang ajar.

Dalam wawancara dengan televisi pada Jumat (26/2/2021), Presiden AS Joe Biden mengatakan kepada Raja Saudi Salman bahwa Arab Saudi harus menangani pelanggaran HAM sebagai prasyarat untuk berurusan dengan Amerika Serikat.

Melansir Reuters pada Sabtu (26/2/2021), Biden mencoba memberikan pesan jelas bahwa Amerika Serikat tidak dapat menerima pembunuhan terhadap lawan politik.

Sementara, ia tetap menjaga hubungan dengan pengeran Arab Saudi yang sering juga disebut MBS.

Baca juga: AS Akan Rilis Bukti Pangeran MBS Dalang Pembunuhan Jamal Khashoggi

Arab Saudi, bagaimana pun, adalah salah negara top dunia penghasil minyak dalam beberapa dekade dan anggota aliansi penting AS dalam melawan Iran sebagai musuh bersama.

"(Saya) membuat ini jelas untuknya (Raja Salman) bahwa aturannya (kerja sama bilateral) sekarang berubah dan kami akan mengumumkan perubah detail pada hari ini dan Senin," ujar Biden dalam acara di jaringan berbahasa Spanyol, Univision.

Halaman:

Sumber REUTERS
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X