Kompas.com - 25/02/2021, 18:44 WIB
Ilustrasi tes swab Covid-19 untuk mendeteksi infeksi virus corona untuk hentikan pandemi Covid-19.(Shutterstock) KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALIlustrasi tes swab Covid-19 untuk mendeteksi infeksi virus corona untuk hentikan pandemi Covid-19.(Shutterstock)

BEIJING, KOMPAS.com – China membantah laporan yang menyebut diplomat Amerika Serikat (AS) diharuskan untuk melakukan tes swab anal atau swab dubur di China.

Bantahan tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian pada Kamis (25/2/2021) sebagaimana dilansir dari Reuters.

Zaho mengeluarkan bantahan tersebut setelah muncul berita bahwa diplomat AS diharuskan melakukan tes swab anal.

Pada Rabu (24/2/2021) media asal AS, Vice, mengutip seorang pejabat dari Kementerian Luar Negeri AS yang menyatakan bahwa China melakukan tes swab anal kepada diplomat AS karena “sebuah kesalahan”.

Baca juga: Ada Video Warga China Berjalan Bak Penguin Setelah Dapat Swab Anus, Pemerintah Buka Suara

Masih menurut Vice, Kementerian Luar Negeri AS mengatakan China juga berjanji untuk berhenti melakukan tes swab anal kepada diplomat AS.

"Sepengetahuan saya, China tidak pernah meminta staf diplomatik AS yang ditempatkan di China untuk melakukan tes swab anal," kata Zhao dalam jumpa pers harian di Beijing.

Seorang perwakilan dari Kementerian Luar Negeri AS mengirim e-mail ke Reuters yang berbunyi bahwa pihaknya menjamin keselamatan dan keamanan diplomat AS.

Selain itu, kementerian tersebut juga menjamin keluarga diplomat AS sambil menjaga martabat mereka.

Baca juga: China Gelar Tes Swab Lewat Lubang Anus, Warga: Tak Sampai 10 Detik

Beberapa kota di China memang melakukan tes swab anal untuk mendeteksi infeksi Covid-19 kepada para penduduknya.

Metode tersebut gencar dilakukan pada awal Februari untuk meningkatkan skrining menjelang liburan Tahun Baru Imlek.

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, seorang dokter dari Rumah Sakit Beijing You'an, Li Tongzeng, mengatakan bahwa metode swab anal dapat meningkatkan tingkat deteksi dan menurunkan kemungkinan diagnosis yang terlewat.

Baca juga: Dianggap Lebih Akurat Deteksi Covid-19, China Pakai Metode Swab Anal

“Tentu swab anal tidak senyaman swab tenggorokan. Jadi swab anal hanya digunakan pada individu di area karantina utama,” kata Li Tongzeng sebagaimana dilansir Newsweek.

Li Tongzeng menambahkan, swab anal digunakan untuk mengurangi hasil pengetesan Covid-19 yang palsu.

“Apa yang kami temukan adalah bahwa pada beberapa pasien yang terinfeksi, virus corona bertahan lebih lama di saluran pencernaan atau kotoran mereka daripada di saluran pernapasan," kata Li Tongzeng.

Baca juga: Beli Bendera Online, Wanita Ini Malah Dapat Tes Swab Covid-19 Bekas


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X