Wanita Semarang Buka Warkop di Swiss, Pelanggan Ikut Belajar Bahasa Indonesia

Kompas.com - 23/02/2021, 22:04 WIB

ZURICH, KOMPAS.com - Di mana kopi diseduh, di sana ada persahabatan. Ucapan Abdul Kadir Ansari, syekh Arab Saudi di abad 16 ini, agaknya pas dialamatkan ke Omnia Coffee, kedai kopi di Stauffacherstrasse 105, Zurich, Swiss.

Paling tidak, ketika Kompas.com memasuki kedai kopi di kawasan Helvetiaplatz ini, tidak hanya secangkir kopi yang sampai di tangan konsumennya, tapi juga kehangatan antara barista dan pelanggannya.

Pelanggan Omnia, setelah membayar cappuccino-nya, tidak serta merta bergegas meninggalkan kedai kopi tersebut. Tapi ada yang memulai percakapan ringan. Tentang cuaca, tentang kopi, tentang Indonesia.

Baca juga: Cerita 3 Pemuda Disabilitas Jatuh Bangun Pertahankan Kedai Kopi di Tengah Pandemi...


"Yang datang kemari, bukan sekadar ingin ngopi. Tapi juga ingin tahu, bagaimana kopi hangat ini sampai di tangannya,“ tutur Alista Oksanti ketika ditemui Kompas.com.

Kopi yang diseduh Alista, bukan sekadar kopi biasa. Memang jenis robusta atau arabika. "Namun semua dari Indonesia, di-roasted-nya juga di sana,“ imbuh wanita asal Semarang ini.

Alista lalu menunjukkan beberapa bungkus kopi dari Bali, Toraja, Sumatera hingga Flores. "Konsumen bisa memilih cappucino atau cafe latte, tapi bahan dasar kopinya tetap dari Nusantara,“ akunya.

Dari asal muasal kopi ini, imbuh Alisa, percakapan antara barista dan pelanggannya, mengalir lancar. "Saya sampai terharu, kalau ada orang Swiss yang bersusah payah berbicara dengan bahasa Indonesia,“ tutur Alista. Tidak jarang, ada pelanggan yang lancar bahasa Indonesia.

Omnia Coffee memang didisain untuk itu. Dari kopi, percakapan dimulai. Jika akhirnya merambah jauh di luar perkopian, namun biasanya tetap mengarah ke Indonesia.

"Barista tidak hanya dituntut menyajikan kopi dengan kualitas terbaik, namun juga bisa menceritakan asal muasal secangkir kopi hangat di tangan pelanggan,“ kata Alista.

Baca juga: Indonesia Bidik Ekspor Kopi hingga Kakao ke Inggris

Omnia Coffee memenuhi syarat untuk menjadi kedai dengan kisah kopi kopinya. Martin Ponti, pria Swiss penggagas kedai ini, 20 tahun bergulat dengan perkopian di Indonesia.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.