Menlu Italia Ungkapkan Keprihatinan Atas Kematian Duta Besarnya untuk Kongo

Kompas.com - 22/02/2021, 21:52 WIB
Luigi Di Maio, pemimpin Partai Five Star Movement Italia, berbicara pada konferensi pers di Caltanissetta, Sicily, Italia, Rabu (6/12/2017). (AFP/ Alessandro Fucarini) Luigi Di Maio, pemimpin Partai Five Star Movement Italia, berbicara pada konferensi pers di Caltanissetta, Sicily, Italia, Rabu (6/12/2017). (AFP/ Alessandro Fucarini)

BRAZZAVILLE, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri Italia mengonfirmasi kematian Duta Besar Italia untuk Republik Demokratik Kongo, Luca Attanasio pada Senin (22/2/2021).

Kementerian Luar Negeri Italia menyatakan pejabatnya itu meninggal saat melakukan perjalanan dengan konvoi PBB di timur negara itu.

"Dengan kesedihan mendalam Kementerian Luar Negeri Italia mengonfirmasi kematian duta besar Italia, hari ini di Goma," kata kementerian itu melansir AFP.

Pernyataan itu juga mengungkap ada seorang polisi Italia juga tewas dalam rombongan itu.

Baca juga: Dubes Italia Tewas Ditembak di RD Kongo

Dalam pernyataan terpisah, Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio menyampaikan "kekecewaan besar dan kesedihan yang luar biasa." Dia membatalkan pertemuan di Brussel dengan rekan-rekan Uni Eropa, kemudian kembali lebih awal ke Roma.

"Keadaan serangan brutal ini belum diketahui jelas dan belum ada upaya yang akan dilakukan untuk menjelaskan apa yang terjadi," kata Di Maio. Dia memberikan penghormatan kepada para korban sebagai "dua pelayan negara".

Attanasio berusia 43 tahun, telah mewakili Italia di Kinshasa sejak 2017. Dia bergabung dengan layanan diplomatik pada 2003 dan sebelumnya bertugas di Swiss, Maroko, dan Nigeria.

Baca juga: Logam Monolit Muncul di Republik Demokratik Kongo, Dihancurkan oleh Massa

Menurut Kementerian Luar Negeri Italia, duta besar dan seorang polisi termasuk dalam bagian konvoi MONUSCO, misi penjaga perdamaian PBB di Kongo.

Seorang diplomat di Kinshasa mengatakan kepada AFP, Attanasio bersama konvoi Program Pangan Dunia (WFP) PBB ketika diserang di dekat Goma.

Seorang juru bicara WFP yang berbasis di Roma tidak dapat mengonfirmasi hal ini. Tetapi mereka mengatakan kepada AFP organisasi tersebut sedang mempelajari laporan dari kejadian itu.

Baca juga: WHO Keluarkan Peringatan Regional Waspada Wabah Ebola di Kongo dan Guinea


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penembakan Indianapolis 8 Tewas, Pelaku Teridentifikasi Berusia 19 Tahun

Penembakan Indianapolis 8 Tewas, Pelaku Teridentifikasi Berusia 19 Tahun

Global
[POPULER GLOBAL] Covid-19 Memburuk di Brasil | Jet Rusia Cegat Pesawat AS

[POPULER GLOBAL] Covid-19 Memburuk di Brasil | Jet Rusia Cegat Pesawat AS

Global
Cerita Anak-anak Indonesia, Mengenang Jasa Pangeran Philip dalam Hidup Mereka

Cerita Anak-anak Indonesia, Mengenang Jasa Pangeran Philip dalam Hidup Mereka

Global
6 Makhluk Mitologi Populer dari Zaman Kuno

6 Makhluk Mitologi Populer dari Zaman Kuno

Internasional
Melihat Kegiatan Ramadhan di Amerika, dari Tadarus Virtual hingga Vaksinasi Covid-19

Melihat Kegiatan Ramadhan di Amerika, dari Tadarus Virtual hingga Vaksinasi Covid-19

Global
Konflik dengan Ukraina Makin Panas, Rusia Batasi Pelayaran di Laut Hitam

Konflik dengan Ukraina Makin Panas, Rusia Batasi Pelayaran di Laut Hitam

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Mohammed Reza Shah Pahlavi, Raja Terakhir Iran yang Runtuh karena Pemberontakan

[Biografi Tokoh Dunia] Mohammed Reza Shah Pahlavi, Raja Terakhir Iran yang Runtuh karena Pemberontakan

Internasional
Tiap 10 Jam, FBI Buka Investigasi Baru Terkait Pemerintah China

Tiap 10 Jam, FBI Buka Investigasi Baru Terkait Pemerintah China

Global
Takut Kecoak, Istri Minta Pindah 18 Kali dalam 3 Tahun, Suami Tak Tahan dan Minta Cerai

Takut Kecoak, Istri Minta Pindah 18 Kali dalam 3 Tahun, Suami Tak Tahan dan Minta Cerai

Global
Video Viral Bos Dipukuli Karyawati dengan Tongkat Pel karena Chat Mesum, Akhirnya Dipecat

Video Viral Bos Dipukuli Karyawati dengan Tongkat Pel karena Chat Mesum, Akhirnya Dipecat

Global
Serius Rapat via Zoom, Anggota Parlemen Kanada Ketahuan Telanjang

Serius Rapat via Zoom, Anggota Parlemen Kanada Ketahuan Telanjang

Global
Junta Myanmar Bobol Kotak Amal Masjid dan Tembak Mati 2 Warga Sipil

Junta Myanmar Bobol Kotak Amal Masjid dan Tembak Mati 2 Warga Sipil

Global
Seorang Pria Nonton Film Porno, Kaget Pemerannya Ternyata Pacar Sendiri

Seorang Pria Nonton Film Porno, Kaget Pemerannya Ternyata Pacar Sendiri

Global
Perawat Brasil Bentuk 'Genggaman Palsu' untuk Tenangkan Pasien Covid-19

Perawat Brasil Bentuk "Genggaman Palsu" untuk Tenangkan Pasien Covid-19

Global
Cegah Kapal Perang Asing Masuk Ukraina, Rusia Tutup Selat Kerch

Cegah Kapal Perang Asing Masuk Ukraina, Rusia Tutup Selat Kerch

Global
komentar
Close Ads X