Penyintas Holocaust Dapat Komentar Rasis di Media Sosial Usai Promosi Vaksin Covid-19

Kompas.com - 21/02/2021, 18:57 WIB
Dalam foto file 19 Januari 2021 ini, korban selamat Holocaust yang berusia 90 tahun, Liliana Segre, mengenakan masker wajah untuk mengekang penyebaran Covid-19 saat menghadiri debat di Senat di kota Roma, Italia. AP/YARA NARDIDalam foto file 19 Januari 2021 ini, korban selamat Holocaust yang berusia 90 tahun, Liliana Segre, mengenakan masker wajah untuk mengekang penyebaran Covid-19 saat menghadiri debat di Senat di kota Roma, Italia.

ROMA, KOMPAS.com - Seorang penyintas Holocaust di Italia, Liliana Segre (90) mendapat komentar rasialis dari netizen anti-Semit di media sosial usai mendorong para lansia agar mau divaksin Covid-19 seperti dirinya.

Segre telah menerima suntikan pertama dari 2 dosis vaksin corona di Milan pada Kamis (18/2/2021). Dia mengimbau orang-orang seusianya untuk tidak takut dan mau divaksin.

“Saya tidak takut dengan vaksin, saya takut dengan penyakitnya,” kata Segre.

Setelah komentar Segre mendapat cemooh di media sosial, Menteri Dalam Negeri Italia Luciana Lamorgese menyatakan solidaritas dengannya dan mengecam makian terhadap lansia itu sebagai "serangan baru yang tidak dapat diterima".

Baca juga: Tokoh Yahudi Sebut Etnis Minoritas Uighur di China Seperti Korban Holocaust

Makian kepada Segre diyakini sebagai "campuran yang sangat berbahaya dari kebencian, kekerasan, dan rasisme."

Segre secara terbuka memamerkan bahunya untuk menerima suntikan vaksin di rumah sakit pada hari pertama di Milan ketika pemerintah mulai memberikan suntikan kepada penduduk yang berusia 80 tahun ke atas.

Dia mengatakan bahwa dia percaya mereka yang menolak untuk divaksinasi "terlalu takut atau tidak cukup mendapatkan informasi."

“Jadi, sebagai nenek berusia 90 tahun, saya memberi tahu 'saudara' dan 'saudara perempuan' saya yang berada di usia ini untuk tidak takut dan mau vaksin,” terang Segre dikutip Associated Press (AP).

Baca juga: Survei: Kata Generasi Milenial dan Gen Z Soal Holocaust

Segre meraih salah satu penghargaan tertinggi Italia. Pada 2018, Presiden Sergio Mattarella menjadikannya senator seumur hidup sebagai penghormatan atas tahun-tahunnya berbicara tentang Holocaust dengan anak-anak sekolah Italia di ruang kelas di seluruh negeri.

Ketika pasukan Jerman menduduki Italia selama Perang Dunia II, banyak dari anggota minoritas kecil Yahudi di Italia ditangkap di Roma dan di tempat lain untuk dideportasi.

Segre adalah salah satu dari sedikit anak Italia yang selamat dari deportasi ke kamp kematian Nazi.

Dia dan keluarganya lalu bersembunyi setelah rezim diktator fasis Benito Mussolini memberlakukan Undang-undang anti-Yahudi, tetapi ditangkap pada 1943 dan dimasukkan ke dalam kereta yang berangkat dari Milan menuju kamp-kamp yang dikelola Nazi.

Undang-undang rasialis pada 1938 yang menargetkan orang Yahudi dihapuskan dengan tewasnya Mussolini pada 1945.

Baca juga: Museum Auschwitz Kecam Parodi Korban Holocaust di TikTok


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Krisis Mereda, Raja Jordania dan Pangeran Hamzah Ziarah Bersama

Krisis Mereda, Raja Jordania dan Pangeran Hamzah Ziarah Bersama

Global
Jaga-jaga Perang Lawan China, Taiwan Modernisasi Alutsista

Jaga-jaga Perang Lawan China, Taiwan Modernisasi Alutsista

Global
PBB Takut Konflik di Myanmar Akan Seperti Perang Saudara di Suriah

PBB Takut Konflik di Myanmar Akan Seperti Perang Saudara di Suriah

Global
Menteri Kesehatan Austria Mundur karena Lelah Tangani Wabah Covid-19

Menteri Kesehatan Austria Mundur karena Lelah Tangani Wabah Covid-19

Global
Netizen Indonesia Disebut Tak Sopan se-Asia Tenggara, Ini 5 'Serangan' Mereka

Netizen Indonesia Disebut Tak Sopan se-Asia Tenggara, Ini 5 "Serangan" Mereka

Global
Jatuh Cinta, Seorang Pastor di Italia Mengundurkan Diri

Jatuh Cinta, Seorang Pastor di Italia Mengundurkan Diri

Global
Ramadhan 2021, KBRI Roma Adakan Beragam Acara Virtual, Ini Jadwalnya

Ramadhan 2021, KBRI Roma Adakan Beragam Acara Virtual, Ini Jadwalnya

Global
Pengantin Gay Thailand Tuntut Netizen Indonesia di Jalur Hukum Usai Diancam Mati

Pengantin Gay Thailand Tuntut Netizen Indonesia di Jalur Hukum Usai Diancam Mati

Global
Nasib Para Mantan Juara Tinju Kenya, Hidup dalam Kemiskinan dan Depresi

Nasib Para Mantan Juara Tinju Kenya, Hidup dalam Kemiskinan dan Depresi

Internasional
Inilah Para Korban Penembakan Maut Aparat Myanmar, dari Penyuka TikTok hingga Tukang Ojek

Inilah Para Korban Penembakan Maut Aparat Myanmar, dari Penyuka TikTok hingga Tukang Ojek

Global
Kelinci Terbesar di Dunia Hilang, Imbalan Rp 20 Juta bagi yang Menemukan

Kelinci Terbesar di Dunia Hilang, Imbalan Rp 20 Juta bagi yang Menemukan

Global
Duterte Siap Lepas Jatah Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Alasannya...

Duterte Siap Lepas Jatah Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Alasannya...

Global
Istri Kerja Diduga Selingkuh, Suami Membunuhnya di Tengah Jalan dan Dibiarkan Warga

Istri Kerja Diduga Selingkuh, Suami Membunuhnya di Tengah Jalan dan Dibiarkan Warga

Global
Ingin Cium Bau Sepatu Wanita, Pria Ini Nekat Lakukan Pencurian

Ingin Cium Bau Sepatu Wanita, Pria Ini Nekat Lakukan Pencurian

Global
Aligator 3,6 Meter Ini Ditangkap dan Dibedah, Misteri Selama 20 Tahun Terpecahkan

Aligator 3,6 Meter Ini Ditangkap dan Dibedah, Misteri Selama 20 Tahun Terpecahkan

Global
komentar
Close Ads X