Erdogan Ingin Turki Perkuat Hubungan dan Kerja Sama dengan AS

Kompas.com - 21/02/2021, 17:43 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan kemarahan atas dukungan AS untuk YPG yang tetap menjadi perselisihan utama antara sekutu. TURKISH PRESIDENCY via AP PHOTOPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan kemarahan atas dukungan AS untuk YPG yang tetap menjadi perselisihan utama antara sekutu.

ANKARA, KOMPAS.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menginginkan agar negaranya memperkuat kerja sama dan hubungan dengan Amerika Serikat (AS) menyusul pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS.

Hal itu diungkapkan oleh Erdogan pada Sabtu (20/2/2021) dalam pesan video yang dikirim ke sebuah acara yang menandai peluncuran saluran TV oleh Turkish American National Steering Committee (TASC).

"Kami ingin lebih memperkuat kerja sama kami dengan pemerintahan AS yang baru secara win-win dalam jangka panjang," kata Erdogan sebagaimana dilansir dari Yeni Safak.\

Baca juga: Turki Sewa Jasa Hukum untuk Lobi AS Mengembalikannya dalam Program F-35

"Baru-baru ini, kami semua mengalami proses di mana persahabatan Turki-Amerika diuji secara serius,” imbuh Erdogan.

Dalam kesempatan itu pula, Erdogan mengkritik Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) karena mereka dianggap tidak bertindak setelah milisi Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di wilayah Irak Utara dituduh mengeksekusi 13 orang Turki pada 14 Februari.

"Kami tidak dapat melihat dukungan dan solidaritas yang kami harapkan dari sekutu NATO kami, terutama dalam memerangi kelompok teror PKK dan perluasannya," kata Erdogan.

Baca juga: Israel Sita Rp 1,6 Miliar dan Barang yang Dikirim Hamas dari Turki ke Tepi Barat

Turki mengharapkan agar sekutu mereka memberikan sikap yang jelas, terutama setelah 13 orang Turki tewas pada pekan lalu.

Erdogan juga mengatakan bahwa Turki dan AS memiliki kepentingan yang sama daripada perbedaan pendapat di antara mereka.

Pasukan Turki menggelar Operasi Claw-Eagle 2 atau Operasi Cakar Elang 2 selama empat hari di Gara, Irak Utara, pada pekan lalu.

Baca juga: Turki Tuding Amerika Berpihak kepada Teroris

Operasi militer tersebut dimaksudkan mencegah PKK dan kelompok teror lainnya membangun kembali kekuatan mereka guna melancarkan serangan teror lintas batas di Turki.

Operasi Claw-Tiger dan Claw-Eagle dimulai Juni 2020 untuk memastikan keamanan rakyat dan perbatasan Turki.

PKK, yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Eropa, dituduh bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang termasuk wanita, anak-anak, dan bayi.

Baca juga: Pasangan Muda di Turki Bunuh Diri Saat Hadapi Tekanan Ekonomi Dampak Covid-19


Sumber Yeni Safak
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X