Kakek 95 Tahun Dideportasi dari AS ke Jerman, Dituduh sebagai Mantan Pengawal Nazi

Kompas.com - 21/02/2021, 16:14 WIB
Friedrich Karl Berger, 95 tahun, digambarkan dalam foto 1959 yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS, telah diperintahkan untuk dikeluarkan dari AS karena pekerjaannya di kamp konsentrasi Nazi. DEPARTEMEN KEHAKIMAN AS via WASHINGTON POSTFriedrich Karl Berger, 95 tahun, digambarkan dalam foto 1959 yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS, telah diperintahkan untuk dikeluarkan dari AS karena pekerjaannya di kamp konsentrasi Nazi.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Seorang mantan penjaga kamp konsentrasi Jerman berusia 95 tahun, yang sempat menjalani kehidupan baru di Tennessee Amerika Serikat (AS), dideportasi ke negara asalnya pada Sabtu (20/2/2021).

Identitas terdahulu kakek tersebut, akhirnya diketahui setelah kartu indeks jaman perang di kapal yang tenggelam membantu membuktikan hubungannya dengan Nazi.

Friedrich Karl Bergerdideportasi ke Jerman setelah pihak berwenang AS memutuskan, dia pernah bertugas di sub-kamp konsentrasi Neuengamme dekat Hamburg milik Nazi.

Kamp tersebut menampung warga sipil Rusia, Belanda dan Polandia, serta tahanan Yahudi. Lawan politik dari Prancis, Italia, dan negara-negara lain juga ditahan di kamp itu.

Pada musim dingin 1945, menurut perintah pemecatan Berger, para tahanan dipaksa untuk hidup dalam kondisi yang "mengerikan" dan bekerja "sampai kelelahan dan mati."

Belum jelas apakah pihak berwenang Jerman akan mengambil tindakan terhadap Berger. Jerman mencabut kasus terhadap Berger tahun lalu karena kurangnya bukti. Tetapi dia akan diinterogasi oleh polisi Jerman dan dakwaan baru dapat diajukan, menurut media Jerman.

Baca juga: Pria 100 Tahun Diduga Terlibat dalam Pembunuhan Ribuan Orang Yahudi di Kamp Konsentrasi Nazi Jerman

Pada 1945, ketika pasukan Inggris dan Kanada mendekati sub-kamp tersebut, Berger membantu menjaga tahanan yang dipaksa mengungsi ke kamp utama, kata pejabat Departemen Kehakiman.

Selama perjalanan dua minggu yang brutal itu, 70 tahanan tewas. Ratusan lainnya tewas ketika mereka ditempatkan di dua kapal yang berlabuh di Teluk Lubeck di Laut Baltik.

Kapal-kapal tersebut menjadi korban bom salah sasaran oleh pesawat tempur Inggris pada Mei 1945 pada minggu terakhir perang.

Sejarawan Departemen Kehakiman mendokumentasikan peran Berger di kamp sebagian dengan informasi dari kartu indeks yang ditemukan di salah satu kapal yang tenggelam beberapa tahun setelah pemboman. Kartu tersebut merangkum pekerjaan Berger dalam sistem kamp.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Krisis Mereda, Raja Jordania dan Pangeran Hamzah Ziarah Bersama

Krisis Mereda, Raja Jordania dan Pangeran Hamzah Ziarah Bersama

Global
Jaga-jaga Perang Lawan China, Taiwan Modernisasi Alutsista

Jaga-jaga Perang Lawan China, Taiwan Modernisasi Alutsista

Global
PBB Takut Konflik di Myanmar Akan Seperti Perang Saudara di Suriah

PBB Takut Konflik di Myanmar Akan Seperti Perang Saudara di Suriah

Global
Menteri Kesehatan Austria Mundur karena Lelah Tangani Wabah Covid-19

Menteri Kesehatan Austria Mundur karena Lelah Tangani Wabah Covid-19

Global
Netizen Indonesia Disebut Tak Sopan se-Asia Tenggara, Ini 5 'Serangan' Mereka

Netizen Indonesia Disebut Tak Sopan se-Asia Tenggara, Ini 5 "Serangan" Mereka

Global
Jatuh Cinta, Seorang Pastor di Italia Mengundurkan Diri

Jatuh Cinta, Seorang Pastor di Italia Mengundurkan Diri

Global
Ramadhan 2021, KBRI Roma Adakan Beragam Acara Virtual, Ini Jadwalnya

Ramadhan 2021, KBRI Roma Adakan Beragam Acara Virtual, Ini Jadwalnya

Global
Pengantin Gay Thailand Tuntut Netizen Indonesia di Jalur Hukum Usai Diancam Mati

Pengantin Gay Thailand Tuntut Netizen Indonesia di Jalur Hukum Usai Diancam Mati

Global
Nasib Para Mantan Juara Tinju Kenya, Hidup dalam Kemiskinan dan Depresi

Nasib Para Mantan Juara Tinju Kenya, Hidup dalam Kemiskinan dan Depresi

Internasional
Inilah Para Korban Penembakan Maut Aparat Myanmar, dari Penyuka TikTok hingga Tukang Ojek

Inilah Para Korban Penembakan Maut Aparat Myanmar, dari Penyuka TikTok hingga Tukang Ojek

Global
Kelinci Terbesar di Dunia Hilang, Imbalan Rp 20 Juta bagi yang Menemukan

Kelinci Terbesar di Dunia Hilang, Imbalan Rp 20 Juta bagi yang Menemukan

Global
Duterte Siap Lepas Jatah Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Alasannya...

Duterte Siap Lepas Jatah Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Alasannya...

Global
Istri Kerja Diduga Selingkuh, Suami Membunuhnya di Tengah Jalan dan Dibiarkan Warga

Istri Kerja Diduga Selingkuh, Suami Membunuhnya di Tengah Jalan dan Dibiarkan Warga

Global
Ingin Cium Bau Sepatu Wanita, Pria Ini Nekat Lakukan Pencurian

Ingin Cium Bau Sepatu Wanita, Pria Ini Nekat Lakukan Pencurian

Global
Aligator 3,6 Meter Ini Ditangkap dan Dibedah, Misteri Selama 20 Tahun Terpecahkan

Aligator 3,6 Meter Ini Ditangkap dan Dibedah, Misteri Selama 20 Tahun Terpecahkan

Global
komentar
Close Ads X