Keluarga Kerajaan Dubai Sebut Putri Latifa Berada dalam Perawatan yang Baik di Rumah

Kompas.com - 20/02/2021, 11:53 WIB
Tangkapan layar dari video tak bertanggal di lokasi yang tak diketahui, menunjukkan Putri Latifa binti Mohammed Al Maktoum berbicara di depan kamera ponsel. Komisi HAM PBB pada Rabu (17/2/2021) berkata, akan menyelidiki kasus ini karena Sheikha Latifa mengaku disekap keluarganya sendiri. #FREELATIFA CAMPAIGN - TIINA JAUHIAINEN/DAVID HAIGH via APTangkapan layar dari video tak bertanggal di lokasi yang tak diketahui, menunjukkan Putri Latifa binti Mohammed Al Maktoum berbicara di depan kamera ponsel. Komisi HAM PBB pada Rabu (17/2/2021) berkata, akan menyelidiki kasus ini karena Sheikha Latifa mengaku disekap keluarganya sendiri.

DUBAI, KOMPAS.com - Keluarga kerajaan Dubai yang dikabarkan telah menyekap Putri Latifa mengatakan bahwa sang putri "berada dalam perawatan di rumah".

Melansir CNN pada Jumat (19/2/2021), keluarga penguasa Dubai itu membantah tuduhan bahwa mereka telah menyekap Putri Latifa sejak berusaha melarikan diri ke luar negeri pada 2018.

"Menanggapi pemberitaan media mengenai Sheikha Latifa, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka yang telah peduli terhadap kesejahteraannya, meski kabar tersebut tentunya tidak mencerminkan kondisi sebenarnya," demikian pernyataan keluarga Putri Latifa menurut Kedutaan Besar Uni Emirat Arab (UEA) di London.

Baca juga: Putri Latifa Diduga Disekap Ayahnya Sendiri, Seperti Apa Kehidupan Perempuan di Dubai?

Dalam rekaman rahasia yang diperoleh BBC dan dibagikan dengan CNN, putri penguasa Dubai itu mengklaim dia disandera di sebuah "vila yang diubah menjadi penjara" tanpa akses ke bantuan medis.

CNN belum memverifikasi secara independen video yang dirilis sebagai bagian dari dokumenter "The Missing Princess" oleh BBC Panorama pada awal pekan ini, atau keberadaan Latifa saat ini.

Sementara, pernyataan keluarga kerajaan tidak memenuhi tuntutan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Inggris untuk memberikan bukti kehidupan Putri Latifa.

Dalam pernyataan tersebut, keluarganya mengatakan bahwa "Yang Mulia dirawat di rumah, didukung oleh keluarga dan profesional medisnya."

Baca juga: Inggris Akan Bantu Putri Latifa, Anak Syekh Dubai yang Disekap Keluarganya

"Dia terus membaik dan kami berharap dia akan kembali ke kehidupan publik pada waktu yang tepat," tambahnya.

Sheikha Latifa binti Mohammed Al Maktoum adalah putri Perdana Menteri UEA Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum.

Ia terakhir terlihat di publik pada Maret 2018, di atas kapal pesiar di lepas pantai India, sebelum ditangkap oleh pasukan India dan UEA yang membawanya kembali ke Dubai, menurut 2 orang yang membantunya merencanakan melarikan diri.

Halaman:

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Bukti Netizen Indonesia Tidak Sopan se-Asia Tenggara, Akun Luar pun Diserang

6 Bukti Netizen Indonesia Tidak Sopan se-Asia Tenggara, Akun Luar pun Diserang

Global
Lebih dari 500 Tentara AS Akan Ditempatkan secara Permanen di Jerman

Lebih dari 500 Tentara AS Akan Ditempatkan secara Permanen di Jerman

Global
Mengaku Sebagai Anak, Pria dan Wanita Rampok Pengemis Tua, Bawa Kabur Rp 17 Juta

Mengaku Sebagai Anak, Pria dan Wanita Rampok Pengemis Tua, Bawa Kabur Rp 17 Juta

Global
Demi Tekan Polusi Udara, Perancis Berencana Larang Penerbangan Jarak Pendek

Demi Tekan Polusi Udara, Perancis Berencana Larang Penerbangan Jarak Pendek

Global
Rusia Tuduh AS dan NATO Jadikan Ukraina 'Tong Mesiu'

Rusia Tuduh AS dan NATO Jadikan Ukraina "Tong Mesiu"

Global
Seluruh Tentara AS di Afghanistan Bakal Ditarik pada 11 September

Seluruh Tentara AS di Afghanistan Bakal Ditarik pada 11 September

Global
Armenia Panas, Azerbaijan Pamerkan Helm Tentara yang Tewas sebagai 'Piala' Perang

Armenia Panas, Azerbaijan Pamerkan Helm Tentara yang Tewas sebagai "Piala" Perang

Global
Kelompok Afiliasi ISIS Gempur Pangkalan Militer di Nigeria

Kelompok Afiliasi ISIS Gempur Pangkalan Militer di Nigeria

Global
Polisi yang Tembak Mati Daunte Wright Mengundurkan Diri, Kepala Kepolisian Juga Ikut Resign

Polisi yang Tembak Mati Daunte Wright Mengundurkan Diri, Kepala Kepolisian Juga Ikut Resign

Global
[POPULER GLOBAL] Pasangan Gay Thailand Diserang Netizen Indonesia | Kapal Ever Given Tertahan Lagi

[POPULER GLOBAL] Pasangan Gay Thailand Diserang Netizen Indonesia | Kapal Ever Given Tertahan Lagi

Global
'Imut dan Nakal', Cerita Gadis-gadis Korban Asian Fetish Pria di Australia

"Imut dan Nakal", Cerita Gadis-gadis Korban Asian Fetish Pria di Australia

Global
Krisis Mereda, Raja Jordania dan Pangeran Hamzah Ziarah Bersama

Krisis Mereda, Raja Jordania dan Pangeran Hamzah Ziarah Bersama

Global
Jaga-jaga Perang Lawan China, Taiwan Modernisasi Alutsista

Jaga-jaga Perang Lawan China, Taiwan Modernisasi Alutsista

Global
PBB Takut Konflik di Myanmar Akan Seperti Perang Saudara di Suriah

PBB Takut Konflik di Myanmar Akan Seperti Perang Saudara di Suriah

Global
Menteri Kesehatan Austria Mundur karena Lelah Tangani Wabah Covid-19

Menteri Kesehatan Austria Mundur karena Lelah Tangani Wabah Covid-19

Global
komentar
Close Ads X