Bosan dengan Janji Manis AS, Iran Hanya Akan Merespons Aksi Nyata Perjanjian Nuklir

Kompas.com - 18/02/2021, 09:56 WIB

TEHERAN, KOMPAS.com - Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mengatakan Iran hanya akan menerima dan bereaksi terhadap tindakan positif pihak lain terkait kesepakatan nuklir 2015, yang pernah dilanggar.

Khamenei mengatakan selama pidato televisi pada Rabu (17/2/2021) bahwa Iran telah banyak mendengar "pembicaraan dan janji manis" yang dilanggar, seperti yang dilansir dari Al Jazeera pada Rabu (17/2/2021).

"Kali ini hanya aksi. Jika kita melihat aksi dari pihak lain, kita juga akan bertindak. Republik Islam tidak akan puas dengan janji aksi," ujar Khamenei kepada masyarakat Tabriz dalam peringatan terjadinya protes pada 1978, yang dianggap sebagai salah satu peristiwa yang menyebabkan revolusi setahun kemudian.

Baca juga: Kesepakatan Nuklir, Menlu AS: Jalan Diplomasi Terbuka untuk Iran

Pada 2018, mantan presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir antara Iran dan kekuatan dunia, kemudian menerapkan kembali sanksi keras terhadap negara yang masih berlaku hingga saat ini.

Dalam kesepakatan nuklir itu, semula menawarkan keringanan sanksi sebagai imbalan atas pembatasan program nuklir Iran, yang diikuti oleh AS dan sejumlah negara lainnya.

Pemerintahan Presiden AS saat ini Joe Biden mengatakan ingin memulihkan kesepakatan bersejarah tersebut, tetapi bersikeras Iran harus kembali ke semua komitmen yang mulai dibatalkan pada 2019 sebelum sanksi dapat dicabut.

Pada awal Februari, Khamenei mengatakan "kebijakan definitif" Iran tentang Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), yang sebagaimana disepakati dan diketahui secara resmi, adalah bahwa AS harus mencabut sanksi terlebih dahulu karena secara sepihak melanggar kesepakatan.

Baca juga: Tiga Kekuatan Eropa Mengutuk Produksi Uranium Iran, Berharap Kesepakatan Nuklir Direvitalisasi

Iran, bagaimanapun, juga telah mengusulkan agar kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa (UE) dan kepala "koreograf" Komisi Gabungan JCPOA, Josep Borrell secara simultan kembali ke kepatuhan penuh di bawah kesepakatan oleh kedua belah pihak.

Pernyataan Khamenei datang ketika Iran berada di jalur yang tepat untuk menghentikan implementasi sukarela dari Protokol Tambahan, yang memberikan otoritas inspeksi luas kepada pengawas nuklir PBB.

Langkah pembatasan pengawas nuklir PBB yang dilakukan Iran mengacu pada undang-undang yang disetujui parlemen pada Desember, setelah terjadi pembunuhan terhadap ilmuwan nuklir terkemuka Mohsen Fakhrizadeh.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paus Fransiskus Beri Hak Suara pada Wanita dalam Pengangkatan Uskup

Paus Fransiskus Beri Hak Suara pada Wanita dalam Pengangkatan Uskup

Global
Pria Ini Menyamar sebagai Anak yang Hilang dari Tuan Tanah Kaya, Kuasai Harta Selama 41 Tahun

Pria Ini Menyamar sebagai Anak yang Hilang dari Tuan Tanah Kaya, Kuasai Harta Selama 41 Tahun

Global
6 Menteri Mundur dari Pemerintahan Inggris, Total Sudah 27 Menteri

6 Menteri Mundur dari Pemerintahan Inggris, Total Sudah 27 Menteri

Global
Sekjen OPEC dan Veteran Industri Minyak Mohammad Barkindo Meninggal

Sekjen OPEC dan Veteran Industri Minyak Mohammad Barkindo Meninggal

Global
Omicron Ditemukan di China untuk Pertama Kalinya, Kota Xi'an Ditutup

Omicron Ditemukan di China untuk Pertama Kalinya, Kota Xi'an Ditutup

Global
Rincian Panggilan Putin-Macron Sebelum Invasi ke Ukraina Bocor

Rincian Panggilan Putin-Macron Sebelum Invasi ke Ukraina Bocor

Global
Uang Tunai Rp 6,6 Miliar Ditemukan dalam Koper di Tengah Pemilu Papua Nugini, Anak Perdana Menteri Ditangkap

Uang Tunai Rp 6,6 Miliar Ditemukan dalam Koper di Tengah Pemilu Papua Nugini, Anak Perdana Menteri Ditangkap

Global
Balita Ditemukan Sendirian setelah Penembakan Massal pada Hari Kemerdekaan AS, Orang Tuanya Ternyata Jadi Korban Tewas

Balita Ditemukan Sendirian setelah Penembakan Massal pada Hari Kemerdekaan AS, Orang Tuanya Ternyata Jadi Korban Tewas

Global
Pengunjuk Rasa Iklim Rusak Lukisan Terkenal di Galeri Nasional Inggris

Pengunjuk Rasa Iklim Rusak Lukisan Terkenal di Galeri Nasional Inggris

Global
Lukashenko: Rusia dan Belarusia Bersatu, Eropa akan 'Dibersihkan'

Lukashenko: Rusia dan Belarusia Bersatu, Eropa akan "Dibersihkan"

Global
Dehidrasi dan Kelelahan, Carlos Santana Ambruk di Atas Panggung

Dehidrasi dan Kelelahan, Carlos Santana Ambruk di Atas Panggung

Global
Suara Lantang Kamala Harris Terkait Penembakan Chicago

Suara Lantang Kamala Harris Terkait Penembakan Chicago

Global
Zelensky Ungkap Rasa Frustrasi, Militer Ukraina Buat Keputusan Tanpa Dia

Zelensky Ungkap Rasa Frustrasi, Militer Ukraina Buat Keputusan Tanpa Dia

Global
China Siap Perdalam Kerja Sama dengan Rusia, Termasuk dalam G20

China Siap Perdalam Kerja Sama dengan Rusia, Termasuk dalam G20

Global
Listrik 10.000 Rumah di Satu Kota Tiba-tiba Terputus, Petugas Temukan Ular dalam Gardu

Listrik 10.000 Rumah di Satu Kota Tiba-tiba Terputus, Petugas Temukan Ular dalam Gardu

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.