Perempuan Berdaya: Harriet Tubman, Pembebas Perbudakan dan Mata-mata Brilian Kulit Hitam

Kompas.com - 17/02/2021, 13:13 WIB
Harriet Tubman antara 1860 dan 1875. (Library of Congress via NPR) Harriet Tubman antara 1860 dan 1875. (Library of Congress via NPR)

KOMPAS.com - Pemerintahan Joe Biden pada akhir Januari mengumumkan akan memasukkan gambar Harriet Tubman dalam uang kertas 20 dollar AS, sebagai penghormatan atas perannya sebagai abolisionis.

Kebanyakan orang Amerika mengenal Harriet Tubman sebagai wanita pemberani yang melarikan diri dari perbukkan dan membantu memimpin 300 orang yang diperbudak mendapatkan kemerdekaan.

Misinya merupakan bagian dari Underground Railroad, yaitu nama untuk kumpulan gerakan bawah tanah di Amerika Serikat sejak 1830, yang membantu para budak belian hitam melarikan diri.

Baca juga: Perempuan Berdaya: Sarah al-Amiri di Balik Misi ke Mars UEA Pertama

Namun, Tubman bukan hanya pahlwan dari Underground Railroad. Dia adalah mata-mata ulung wanita kulit hitam, seperti yang dilansir dari The Washington Post pada Jumat (12/2/2021).

"Kebanyakan orang Amerika tidak tahu apa yang terjadi di South Carolina, dia (Tubman) merupakan bagian kecil dari unit pengintai yang mengumpulkan informasi intelijen di belakang garis musuh di Konfederasi," ujar Christopher Costa, Direktur Eksekutif Museum Mata-mata Internasional di Washington.

"Dia tidak hanya terlibat dengan mata-mata dan pengintaian, dia hampir beroperasi seperti spesialis Operasi Khusus. Ini adalah cerita yang luar biasa," lanjut Costa.

Baca juga: Perempuan Berdaya: Reputasi Aung San Suu Kyi dari Ikon Perdamaian, Jatuh Akibat Krisis Etnis Rohingya

Malam gerilya

Di bawah langit malam pada 1 Juni 1863, Harriet Tubman memimpin pasukan Persatuan dari Sea Island menyusuri perairan hitam Sungai Combahee di South Carolina.

Misinya adalah untuk menghancurkan jembatan, menyerang pos-pos terdepan Konfederasi dan perkebunan padi, memutus jalur suplai ke pasukan Konfederasi.

Ketika bekerja sebagai mata-mata untuk Union Army, yaitu pada masa Perang Saudara Amerika, Tubman menyelinap di belakang garis Konfederasi.

Ia mengumpulkan informasi intelijen dari orang-orang kulit hitam yang diperbudak untuk mendapatkan koordinat torpedo yang ditanam di sepanjang sungai oleh Konfederasi.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X