Ditangkap, Diawetkan, dan Dijual, Populasi Hiu di Kongo Kian Terancam

Kompas.com - 16/02/2021, 09:36 WIB
Ilustrasi hiu yang ditangkap untuk diasinkan dan dijual. Foto ini diambil pada 22 Juli 2019, menunjukkan orang-orang yang berjalan melewati hiu yang ditangkap dan tergeletak di pantai Hann sebelum di-fillet untuk dijual, di Dakar, Senegal, Afrika Barat. AFP/SEYLLOUIlustrasi hiu yang ditangkap untuk diasinkan dan dijual. Foto ini diambil pada 22 Juli 2019, menunjukkan orang-orang yang berjalan melewati hiu yang ditangkap dan tergeletak di pantai Hann sebelum di-fillet untuk dijual, di Dakar, Senegal, Afrika Barat.

BRAZZAVILLE, KOMPAS.com - Populasi hiu di Kongo, Afrika Tengah, kian terancam setelah masyarakat Kongo-Brazzaville menangkap hiu remaja lebih banyak karena stok ikan mengalami tekanan.

Praktik penangkapan hiu sebagian besar tidak diatur, bahkan bertentangan dengan serangkaian rekomendasi internasional. Kelompok pegiat lingkungan juga mulai memberikan peringatan.

Pada era 1980-an dan 1990-an, fenomena penangkapan hiu biasanya didorong karena peningkatan permintaan sirip hiu dari Asia di mana sirip hiu akan berakhir dalam mangkuk sup yang populer.

Akan tetapi, dalam beberapa tahun terakhir, stok ikan pokok yang biasa dikonsumsi menipis, membuat nelayan dan masyarakat pesisir Kongo semakin bergantung pada daging hiu sebagai sumber makanan.

Menurut pantauan kelompok pemerhati satwa liar pada 2019, di kota pelabuhan Pointe-Noire, para nelayan lokal sering kali membawa 400 sampai 1.000 ekor hiu dan pari yang tersangkut jaring mereka ke darat. 

Baca juga: Hiu dan Ikan Pari di Ambang Kepunahan, Apa yang Bisa Dilakukan?

“Dulu, satu perahu bisa menangkap hingga 100 hiu dalam sehari,” kata Alain Pangou, seorang kapten kapal yang telah menangkap hiu selama hampir 20 tahun. "Namun, sekarang ini lebih sulit," akunya seperti dikutip BBC, Selasa (16/2/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Konflik dan perubahan iklim kini menjadi ancaman tambahan bagi garis hidup para nelayan yang sudah cukup berbahaya ini.

Bagaimana tidak, para nelayan harus berlayar lebih jauh dari darat dengan waktu yang lebih lama di perairan yang lebih dalam agar dapat menangkap ikan. Risikonya meningkat.

Jumlah nelayan tradisional juga meningkat membuat populasi hiu Kongo semakin terancam.

"Anda tidak boleh takut," kata Pangou, "Pilihan apa [lagi] yang Anda miliki?" ujar Pangou menyiratkan betapa para nelayan sudah tak lagi punya pilihan lain untuk bertahan hidup.

Baca juga: Populasi Hiu Global Turun 71 Persen, Ini Artinya bagi Ekosistem

Halaman:

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.