Kompas.com - 15/02/2021, 21:28 WIB
Puluhan ribu pendukung Hamas berkumpul di Gaza, Kamis (14/12/2017) dalam rangka memperingati 30 tahun organisasi pergerakan Islam tersebut. MOHAMMED ABED / AFPPuluhan ribu pendukung Hamas berkumpul di Gaza, Kamis (14/12/2017) dalam rangka memperingati 30 tahun organisasi pergerakan Islam tersebut.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Israel menyita lebih dari 120.000 dollar Amerika Serikat (AS) (Rp1,6 miliar) beserta kontainer berisi barang yang dikabarkan dikirim Hamas dari Turki ke Tepi Barat.

Melansir The Times of Israel, uang yang dikirim Hamas dari Turki ke Tepi Barat itu bertujuan untuk mendanai operasional kelompok teror ungkap Kementerian Pertahanan Israel pada Senin (15/2/2021).

Adapun penyitaan merupakan hasil penyelidikan bersama antara Biro Nasional Pembiayaan dan Penanggulangan Teror dari Kementerian Pertahanan, Dinas Keamanan Shin Bet dan Otoritas Bea Cukai.

Baca juga: Israel Lancarkan Serangan Rudal ke Suriah, Ditangkis Sistem Pertahanan Udara

Uang tersebut disita dari rekening bank milik 4 orang dan 2 entitas perusahaan. Selain itu, beberapa kiriman barang yang dikirim dari Turki ke Pelabuhan Ashdod juga disita menurut kementerian itu.

Kementerian Pertahanan menambahkan bahwa jalur Hamas untuk memindahkan uang ke operasinya sekarang telah diblokir.

Menteri Pertahanan Benny Gantz menandatangani perintah penyitaan uang dan barang pada 26 Januari, tetapi operasi itu tidak diumumkan ke publik hingga Senin hari ini. Seorang juru bicara menteri menolak berkomentar tentang waktu tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 20 Orang Israel Kembangkan Drone Bunuh Diri dan Dijual ke Negara Asia

Menurut Kementerian Pertahanan, uang dan barang tersebut dikirim oleh Hamas melalui dua perusahaan Turki, Sense Sanitary Company dan Tikkno Plus Ic Ve Dis.

"Ini dimiliki bersama oleh operasi Hamas Abdallah Fuqaha, yang tinggal di Turki, dan Ayman Al Massri, dari daerah Nablus," kata kementerian itu.

Selain Fuqaha dan Al Massri, dana dari Salama Aziz Muhammad Mari dan Yussef Taher Mahmoud Al Karem yang keduanya dari Turki juga disita.

"Kami akan terus tanpa henti menghadapi teror dan melacak infrastrukturnya di mana pun berada, di Israel atau di luar Israel," kata Gantz sembari memuji hasil upaya kementeriannya, Shin Bet, dan Otoritas Bea Cukai.

Baca juga: Bunuh Ilmuwan Nuklir Iran, 20 Agen Israel Habiskan 8 Bulan Perencanaan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Misteri Edward Mordrake, Rahasia Gelap di Balik Pria dengan Dua Wajah

Kisah Misteri Edward Mordrake, Rahasia Gelap di Balik Pria dengan Dua Wajah

Global
Kepala MI6 Peringatkan Jebakan Utang China, Bagaimana dengan Indonesia?

Kepala MI6 Peringatkan Jebakan Utang China, Bagaimana dengan Indonesia?

Global
Tel Aviv Geser Paris Jadi Kota Termahal di Dunia untuk Ditinggali

Tel Aviv Geser Paris Jadi Kota Termahal di Dunia untuk Ditinggali

Global
Warga India Heboh, Macan Tutul Masuk Sekolah dan Serang Seorang Siswa

Warga India Heboh, Macan Tutul Masuk Sekolah dan Serang Seorang Siswa

Global
Dubes RI di Afsel: Antrean Vaksinasi Panjang akibat Varian Omicron, tapi Tetap Tenang

Dubes RI di Afsel: Antrean Vaksinasi Panjang akibat Varian Omicron, tapi Tetap Tenang

Global
Korsel Laporkan Kasus Covid-19 Harian Tertinggi, Waspadai Varian Omicron

Korsel Laporkan Kasus Covid-19 Harian Tertinggi, Waspadai Varian Omicron

Global
China Protes Pengeboran dan Latihan Militer Indonesia di Laut Natuna Utara

China Protes Pengeboran dan Latihan Militer Indonesia di Laut Natuna Utara

Global
Covid-19 Varian Omicron Masuk Singapura, 2 Orang Positif

Covid-19 Varian Omicron Masuk Singapura, 2 Orang Positif

Global
Dapat Ancaman Bom, Pesawat Malaysia Airlines Mendarat Darurat di Bangladesh

Dapat Ancaman Bom, Pesawat Malaysia Airlines Mendarat Darurat di Bangladesh

Global
Aturan Baru Driver Ojol di China, Pengemudi Akan Dapat UMR dan Jaminan Asuransi

Aturan Baru Driver Ojol di China, Pengemudi Akan Dapat UMR dan Jaminan Asuransi

Global
Trump Dilaporkan Positif Covid-19 Sebelum Debat Capres Lawan Biden

Trump Dilaporkan Positif Covid-19 Sebelum Debat Capres Lawan Biden

Global
China Panggil Dubes Jepang Setelah Mantan PM Shinzo Abe Komentar Soal Taiwan

China Panggil Dubes Jepang Setelah Mantan PM Shinzo Abe Komentar Soal Taiwan

Global
Khawatir Diserang Rusia, Ukraina Minta 'Paket Pencegahan' dari NATO

Khawatir Diserang Rusia, Ukraina Minta "Paket Pencegahan" dari NATO

Global
Kisah Wanita Asal AS Sudah Menikah 11 Kali dan Masih Mencari Cinta Sejati

Kisah Wanita Asal AS Sudah Menikah 11 Kali dan Masih Mencari Cinta Sejati

Global
Kisah Kebangkrutan Enron pada 2001, Skandal Perusahaan Terbesar AS

Kisah Kebangkrutan Enron pada 2001, Skandal Perusahaan Terbesar AS

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.