Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kecelakaan Maut BMW yang Hebohkan Singapura, Ini Kronologi dan Faktanya

Kompas.com - 15/02/2021, 19:20 WIB
Ericssen,
Aditya Jaya Iswara

Tim Redaksi

SINGAPURA, KOMPAS.comSingapura digemparkan oleh kecelakaan maut yang menimpa sebuah mobil sedan BMW M4, Sabtu subuh (13/2/2021), pukul 5.40 pagi waktu setempat.

Kecelakaan yang sampai Senin (15/2/2021) ini masih menjadi bahan pembicaraan warga "Negeri Singa”, menewaskan 5 orang yaitu pengemudi dan 4 penumpang lainnya.

Pengemudi BMW itu diidentifikasi bernama Jonathan Long yang berumur 29 tahun. Empat korban lain yang merupakan teman-temannya, masing-masing adalah Eugene Yap (29), Gary Wong Hong Chieh (29), Elvin Tan Yong Hao (28), dan Teo Qi Xiang (26).

Baca juga: Cerita Momen Janggal Sebelum Kecelakaan Maut BMW Singapura

Kelima korban diketahui saling berkaitan melalui tempat mereka bekerja sebagai penasihat keuangan di Aviva Financial Advisers.

Sementara itu seorang wanita yang ditelusuri adalah pacar dari Jonathan yaitu Raybe Oh Siew Huey, saat ini berada dalam kondisi kritis di ruang perawatan intensif (ICU) Singapore General Hospital (SGH)

Wanita berusia 26 tahun itu mengalami luka bakar 80 persen setelah mencoba menolong Jonathan dan teman-temannya.

Malang tak dapat dihindari, upayanya gagal. Mantan pramugari maskapai Singapore Airlines ini langsung dilarikan ke SGH.

Informasi yang diterima Kompas.com, belum diketahui kapan kelima orang itu akan disemayamkan. Jenazah disebutkan masih berada di kamar jenazah SGH.

Baca juga: Sosok Eugene Korban Tabrakan Maut BMW Singapura di Mata Teman Karibnya


Kronologi kecelakaan maut

Kecelakaan di tengah perayaan Tahun Baru Imlek ini terjadi di kawasan Tanjong Pagar, distrik yang berada di jantung Singapura.

Lokasi kejadian tepatnya berlokasi di kawasan perumahan toko (ruko) antik yang juga dikenal sebagai Koreatown Singapura.

Sedan BMW berwarna putih itu menabrak sisi depan ruko di Jalan Tanjong Pagar Nomor 37 dan kemudian meledak terbakar.

Adapun ruko yang ditabrak itu sedang kosong ketika insiden terjadi. Ruko tersebut sebelumnya dihuni oleh kafe bernama Five Oars Coffee Roaster.

Pihak kafe mengatakan mereka telah mengosongkan ruko berpindah ke lokasi baru sejak 29 Januari.

Sebuah video yang beredar menunjukan BMW itu melaju dengan kecepatan yang sangat kencang di jalan raya yang cukup sempit itu sebelum menghantam ruko tersebut.

Baca juga: Kecelakaan Maut BMW Singapura, Pacar Pengemudi Masuk ICU dengan Luka Bakar 80 Persen

Sejumlah netizen menaksir kecepatan BMW diyakini lebih dari 150 km/jam, angka yang jelas-jelas di atas batas maksimum kecepatan di Singapura yaitu 50 km/jam.

Belum diketahui pasti apa motif pengemudi mobil mengebut secara ugal-ugalan.

Warga yang tinggal di dekat tempat kejadian perkara (TKP) mengatakan, 10 menit sebelum kecelakaan mendengar suara deru mesin mobil melaju kencang di jalanan itu.

Adapun ruko tersebut saat ini telah ditutup dengan pembatas logam di mana warna-warna hitam hangus bekas kebakaran terlihat di dinding, pilar, dan jendela ruko.

KOMPAS.com/ERICSSEN Kecelakaan maut BMW Singapura
Pengamatan Kompas.com dari lokasi kejadian Senin siang, terlihat bunga, sesajen, dan kartu dukacita di depan ruko.

Sesajen-sesajen yang diberikan di antaranya adalah nasi, kue kering, rokok, teh kotak, bir, dan minuman alkohol khas Korea Selatan soju.

Kelima korban diketahui baru saja meninggalkan sebuah restoran Korea sebelum kecelakaan nahas itu terjadi.

Baca juga: Video Detik-detik Kecelakaan Maut BMW Singapura, Pacar Pengemudi Nekat Terobos Kobaran Api

Terlihat bunga, sesajen berupa nasi, kue kering, rokok, teh kotak, bir, soju, dan kartu dukacita diletakan di depan rumah toko antik di Jalan Tanjong Pagar Nomor 37 Singapura. Ruko ini menjadi saksi bisu kecelakaan maut sebuah mobil sedan BMW M4, Sabtu subuh (13/2/2021), pukul 5.40 pagi yang menewaskan 5 orangKOMPAS.com/ERICSSEN Terlihat bunga, sesajen berupa nasi, kue kering, rokok, teh kotak, bir, soju, dan kartu dukacita diletakan di depan rumah toko antik di Jalan Tanjong Pagar Nomor 37 Singapura. Ruko ini menjadi saksi bisu kecelakaan maut sebuah mobil sedan BMW M4, Sabtu subuh (13/2/2021), pukul 5.40 pagi yang menewaskan 5 orang
Komentar warga Singapura

Warga Singapura menyikapi kecelakaan ini dengan beragam komentar.

Seorang pria lanjut usia yang melintasi lokasi dengan nada berang berkata kepada Kompas.com, bahwa tindak tanduk kelima pemuda itu sangat berbahaya.

“Untung saja tidak ada pejalan kaki atau penghuni ruko yang menjadi korban jiwa.” tutur lansia yang menolak memberitahu identitasnya ini.

Dia menduga minuman alkohol berperan dalam kecelakaan itu.

“Mereka baru saja minum alkohol, merasa berani dan hebat untuk kebut-kebutan. Tidak ada yang perlu dibanggakan dari perilaku ini” cercanya.

Berbicara dari sepedanya, dia mengatakan pesepeda seperti dia adalah yang paling terancam nyawanya.

“Saya sudah pernah disenggol oleh mobil kencang. Mereka sama sekali tidak acuh terhadap kita.”

Lansia itu juga mempertanyakan sesajen dan simpati yang masih diberikan kepada anak-anak muda tersebut.

Baca juga: Tabrakan Bugatti, Porsche, dan Mercy di Gunung, Kerugian Capai Rp 58 Miliar

Sementara itu seorang pria Selandia Baru yang tinggal di dekat lokasi menyesalkan terjadinya peristiwa itu.

“Tidak bisa dibantah bahwa pengemudi membawa mobilnya dengan ugal-ugalan. Saya menduga dia kehilangan kontrol di dekat tikungan.” ucapnya ketika diwawancarai Kompas.com.

Tangkapan layar dari video sebelum mobil sedan BMW putih menabrak sebuah ruko, terbakar dan menewaskan 5 penumpangnya di Jalan Tanjong Pagar, Singapura, Sabtu (13/2/2021) sekitar pukul 5.40 pagi.YOUTUBE SG Road Vigilante Tangkapan layar dari video sebelum mobil sedan BMW putih menabrak sebuah ruko, terbakar dan menewaskan 5 penumpangnya di Jalan Tanjong Pagar, Singapura, Sabtu (13/2/2021) sekitar pukul 5.40 pagi.
Pria yang juga menolak menyebutkan namanya ini menilai pemerintah Singapura harus mengambil kebijakan yang lebih tegas terhadap mobil-mobil kencang mewah. Dia menyebut ini bukan kecelakaan mobil mewah pertama di Singapura.

“Saya berharap keluarga yang ditinggalkan tegar menghadapi musibah ini”

Pengusaha Indonesia Indi Soemardjan menyampaikan kepada Kompas.com, bahwa kebut-kebutan mobil sports bukan hal yang baru di "Negeri Merlion”.

“Ada banyak yang kebut-kebutan di dekat rumah saya di kawasan Portsdown Avenue menuju ke jalan tol Ayer Rajah di Singapura Barat, terutama setelah jam 12 malam.” cerita pengusaha kopi yang sudah berdomisili di Singapura selama 18 tahun itu.

Baca juga: Viral Video Mobil Mercy Rp 2 Miliar Ringsek Saat Test Drive akibat Menabrak Pipa

Indi melanjutkan, segala macam mobil sports aneka merek sudah dilihatnya mulai dari Maserati, McLaren, Lamborghini, Ferrari, hingga lain-lain.

“Kadang-kadang bisa 4-5 mobil beruntun. Saya berharap Kepolisian Singapura segera menindak karena ini seperti bom waktu."

"Kejadian ini menunjukan banyak pemilik mobil-mobil sports yang tidak memperhatikan aturan keselamatan mengemudi,” imbuh cucu dari Bapak Sosiologi Indonesia, Selo Soemardjan, itu berkomentar.

Adapun Kepolisian Singapura merilis pengumuman pada Minggu malam, bahwa mereka sedang mempelajari situasi di Tanjong Pagar termasuk mengambil kebijakan yang lebih tegas untuk menenangkan arus lalu lintas.

Anggota parlemen distrik Tanjong Pagar Indranee Rajah menanggapi kecelakaan ini dan  menyebutkan, dia telah memerintahkan Polisi Lalu Lintas (Polantas) untuk segera menginvestigasi balapan di kawasan ini.

Insiden maut ini adalah kecelakaan dengan jumlah korban terbanyak dalam satu dekade terakhir di Singapura.

Baca juga: Polisi Gadungan Tilang Mobil di Jalan, Ternyata Isinya Polisi Asli

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com