Jumlahnya Terus Meningkat, Seperti Apa Nasib Kuda Nil Pablo Escobar di Masa Depan?

Kompas.com - 15/02/2021, 15:48 WIB
Kuda nil mengapung di danau di Hacienda Napoles Park, yang pernah menjadi tanah milik gembong narkoba Pablo Escobar yang mengimpor tiga kuda nil betina dan satu jantan puluhan tahun lalu di Puerto Triunfo, Kolombia, Kamis, 4 Februari 2021. AP/FERNANDO VERGARAKuda nil mengapung di danau di Hacienda Napoles Park, yang pernah menjadi tanah milik gembong narkoba Pablo Escobar yang mengimpor tiga kuda nil betina dan satu jantan puluhan tahun lalu di Puerto Triunfo, Kolombia, Kamis, 4 Februari 2021.

PUERTO TRIUNFO, KOMPAS.com - Gembong narkoba Pablo Escobar dan Kartel Medellinnya memang sudah lama mati namun warisan mereka, kebun binatang pribadi yang pernah mereka miliki, dengan hewan-hewan yang diimpor secara ilegal adalah cerita lain.

Warisan itu, Hacienda Napoles Park berada di antara pegunungan, sebuah tempat yang pernah menjadi "istana" Escobar yang luas dan menjadi rumah bagi kanguru, jerapah, gajah serta hewan eksotis lainnya, kuda nil.

Tempat itu berada di bawah kekuasaan Pablo Escobar ketika dia memerintah perdagangan kokain di Kolombia.

Upaya pemerintah Kolombia dalam mengontrol reproduksi hewan-hewan itu tidak berdampak pada kenyataan yang ada. Jumlah kuda nil saja terus meningkat dalam delapan tahun terakhir, dari 35 menjadi 65 dan bahkan 80 ekor.

Sebuah tim ilmuwan kini memperingatkan bahwa kuda nil warisan Escobar merupakan ancaman utama bagi keanekaragaman hayati di daerah itu.

Baca juga: Menguak Kisah Hidup Pablo Escobar, Bandar Narkoba Terkaya di Dunia

Hewan-hewan itu juga dikatakan bisa menyebabkan kecelakaan mematikan antara hewan besar dan manusia.

Jumlah kuda nil warisan Escobar diperkirakan bisa berjumlah 1.500 pada tahun 2035 jika tidak ada upaya apa pun yang dilakukan untuk mencegahnya.

Para pakar mengatakan, beberapa hewan itu "perlu" dibunuh.

Seorang ahli ekologi di Universitas Quintana Roo di Meksiko sekaligus penulis utama studi ilmuwan tersebut mengatakan, "Saya yakin ini adalah salah satu tantangan terbesar spesies invasif di dunia," ujar Nataly Castelblanco-Martínez dikutip Associated Press (AP).

Gagasan untuk membunuh beberapa hewan itu telah menuai beberapa kritik dan kemungkinan besar kritiknya akan muncul lebih banyak.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X