Ebola Jadi Epidemi Lagi, Kini Ada 7 Kasus dan 3 Kematian di Guinea

Kompas.com - 15/02/2021, 07:33 WIB
ilustrasi virus Ebola shutterstockilustrasi virus Ebola

CONAKRY, KOMPAS.com - Kepala badan kesehatan Guinea, Sakoba Keita, pada Minggu (14/2/2021) mengatakan, negaranya berada dalam epidemi ebola dengan 7 kasus yang dikonfirmasi.

Selain itu, negara di Afrika Barat tersebut juga mencatatkan tiga kematian akibat ebola.

"Pagi-pagi sekali, laboratorium Conakry memastikan adanya virus ebola," kata Sakoba Keita setelah rapat darurat di ibu kota, dikutip dari AFP.

Baca juga: Guinea Catat Kematian Pertama akibat Virus Ebola sejak 2016

Menteri Kesehatan Remy Lamah sebelumnya mengumumkan empat kematian, tetapi tidak diketahui mengapa angkanya bisa turun jadi tiga.

Kasus-kasus tersebut menandai kemunculan virus yang menjadi epidemi di Afrika Barat ini pada 2013-2016.

Wabah ebola saat itu bermula di Guinea dan menewaskan lebih dari 11.300 orang di seluruh wilayah sekitarnya.

Baca juga: Kongo Kembali Umumkan Munculnya Kasus Kematian akibat Virus Ebola

Perwakilan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, akan segera mengirim bantuan.

Sakoba Keita melanjutkan, satu orang meninggal akibat ebola pada akhir Januari di Gouecke, dekat perbatasan Liberia.

Pemakaman dilakukan di Gouecke pada 1 Februari, dan beberapa orang yang menghadirinya mengalami gejala diare, muntah, pendarahan, dan demam beberapa hari kemudian, katanya.

Sampel pertama yang diuji oleh lab dari Uni Eropa di Gueckedou di wilayah yang sama, mengungkap adanya virus ebola di beberapa dari orang-orang itu pada Jumat (12/2/2021).

Dia menambahkan, dengan total 7 kasus dan 3 kematian, Guinea sekarang berada dalam epidemi ebola.

Baca juga: 4 Orang Tewas karena Penyakit Ebola di RD Kongo


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Global
Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Global
Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Global
Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Global
Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Global
Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Global
Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Global
Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Global
Ilmuwan Pentagon Klaim Punya Mikrochip dan Filter Darah untuk Atasi Covid-19

Ilmuwan Pentagon Klaim Punya Mikrochip dan Filter Darah untuk Atasi Covid-19

Global
Pasien ICU Covid-19 di Brasil Kini Didominasi Usia 40 ke Bawah

Pasien ICU Covid-19 di Brasil Kini Didominasi Usia 40 ke Bawah

Global
Jual Air Es di Atas Rp 3.500, 84 Warung dan Restoran Disidak Polisi

Jual Air Es di Atas Rp 3.500, 84 Warung dan Restoran Disidak Polisi

Global
Polisi Minneapolis Tembak Mati Pria Kulit Hitam, Picu Demo Rusuh Lagi

Polisi Minneapolis Tembak Mati Pria Kulit Hitam, Picu Demo Rusuh Lagi

Global
Tak Punya Gelar, Pangeran Harry Bakal Beda “Kostum” dengan Anggota Kerajaan Lainnya di Pemakaman Pangeran Philip

Tak Punya Gelar, Pangeran Harry Bakal Beda “Kostum” dengan Anggota Kerajaan Lainnya di Pemakaman Pangeran Philip

Global
Militer Myanmar Jatuhkan Dakwaan Pidana Baru untuk Suu Kyi

Militer Myanmar Jatuhkan Dakwaan Pidana Baru untuk Suu Kyi

Global
Caleg India Ini Punya Kampanye Unik: Menangis Keras-keras dan Bersimpuh di Kaki Pemilih

Caleg India Ini Punya Kampanye Unik: Menangis Keras-keras dan Bersimpuh di Kaki Pemilih

Global
komentar
Close Ads X