Pasangan Muda di Turki Bunuh Diri Saat Hadapi Tekanan Ekonomi Dampak Covid-19

Kompas.com - 15/02/2021, 05:26 WIB
Ilustrasi bunuh diri asiandelightIlustrasi bunuh diri

ANKARA, KOMPAS.com - Pasangan muda di Istanbul bunuh diri setelah tidak kuat menghadapi masalah keuangan serius sebagai dampak dari pengetatan aturan Covid-19, yang meningkatkan ketakutan tingkat kemiskinan di Turki.

Melansir Arab News pada Sabtu (14/2/2021), pasangan muda itu bunuh diri pada 9 Februari. Ia meninggalkan anaknya yang berusia 1 tahun dengan tetangganya.

Diyakini mereka sedang menghadapi kesulitan keuangan, dampak Covid-19 dan kebijakan anti-virus corona yang tidak sedikit membuat kecewa.

Baca juga: Dampak Covid-19 Jadikan Eropa Seperti Negara Komunis dengan Ratusan Tunawisma

Insiden bunuh diri itu, disebutkan oleh Arab News, telah menjadi simbol realitas ekonomi baru negara dan ketimpangan pertumbuhan pendapatan.

Di hari yang sama, suatu pengumuman yang menimbulkan kontroversi, yaitu negara itu merilis program luar angkasa baru untuk mendarat di bulan pada 2023.

"Mereka yang mengatakan tidak ada kemiskinan dan kelaparan, haruskan kita bersedih untuk anak kecil itu, atau anak-anak muda yang tewas tiba-tiba?" kata Canan Kaftancioglu, kepala Partai Rakyat Republik (CHP) Istanbul.

Baca juga: Organisasi dan Perusahaan Dunia yang Berkontribusi Menangani Dampak Covid-19

Laporan terbaru dari Serikat Pekerja Pelayanan Publik menemukan bahwa 7 dari 10 orang Turki memiliki hutang pribadi yang signifikan, dengan tingkat kemiskinan, yang lebih tinggi di antara perempuan dan satu dari dua anak yang menghadapi kehidupan dalam kemiskinan.

Seperlima dari 81 juta penduduk Turki diyakini hidup di bawah garis kemiskinan.

Koefisien gini, yang digunakan sebagai acuan untuk mengukur ketimpangan pendapatan yang umum digunakan negara-negara anggota Uni Eropa, adalah 0,307.

Sementara, Turki berada di level 0,417, menurut Eurostat data yang menunjukkan orang terkaya di negara itu berpenghasilan lebih dari 8 kali lipat upah rata-rata pada 2019.

Dua anak pemulung menarik gerobaknya di sebuah jalan di Ankara pada 12 Januari 2021. [Adem ALTAN/AFP]Adem ALTAN/AFP Dua anak pemulung menarik gerobaknya di sebuah jalan di Ankara pada 12 Januari 2021. [Adem ALTAN/AFP]

Baca juga: Di Vertova, Italia, Dampak Covid-19 Lebih Buruk dari Perang Dunia II

Halaman:

Sumber Arab News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X