Trump Lolos Lagi dari Pemakzulan, Begini Komentar Biden

Kompas.com - 14/02/2021, 18:34 WIB
Presiden Joe Biden berhenti untuk berbicara dengan wartawan saat dia berjalan ke Marine One untuk berangkat dari South Lawn Gedung Putih ke Camp David, Jumat (12/2/2021) AP PHOTO/ALEX BRANDONPresiden Joe Biden berhenti untuk berbicara dengan wartawan saat dia berjalan ke Marine One untuk berangkat dari South Lawn Gedung Putih ke Camp David, Jumat (12/2/2021)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memberikan komentar soal pembebasan mantan Presiden AS Donald Trump dari pemakzulan atas tuduhan menghasut pemberontakan.

Keputusan Senat menurutnya menjadi pengingat betapa rapunya demokrasi. Untuk itu, setiap orang AS memiliki kewajiban untuk membela kebenaran.

"Babak menyedihkan dalam sejarah kita ini mengingatkan kita bahwa demokrasi itu rapuh," kata Biden dalam pernyataan yang dikeluarkan beberapa jam setelah Senat gagal mengumpulkan dua pertiga mayoritas yang dibutuhkan untuk menghukum Trump melansir Reuters pada Minggu (14/2/2021).

Presiden AS ke-46 itu mengingatkan ada 57 senator yang memilih untuk menyatakan Trump bersalah.

Pemungutan suara bipartisan oleh Dewan Perwakilan Rakyat untuk pemakzulkan kedua Presiden AS itu mencetak rekor. Pasalnya ada tujuh senator dari Partai Republik turut menyatakan Trump bersalah.

Baca juga: Sah! Trump Kembali Bebas dari Sidang Pemakzulan Kedua

Meskipun pemungutan suara terakhir tidak mengarah pada hukuman, dia menilai anggota Senat tidak memperdebatkan substansi dakwaan.

"Bahkan mereka yang menentang hukuman itu, seperti Pemimpin Minoritas Senat (Mitch) McConnell, percaya Donald Trump bersalah karena telah secara memalukan melalaikan tugas, juga bertanggung jawab secara praktis dan moral untuk memprovokasi kekerasan yang terjadi di Capitol," kata Biden.

Dia mengatakan peristiwa ini membuatnya memikirkan Polisi Capitol Brian Sicknick. Petugas itu terbunuh selama pengepungan Gedung Capitol pada 6 Januari. Termasuk juga orang lain yang dengan berani berjaga, dan mereka yang kehilangan nyawa.

Dia memuji keberanian mereka yang berupaya melindungi integritas demokrasi AS. Diantaranya termasuk Demokrat dan Republik, pejabat dan hakim pemilu, perwakilan terpilih, dan petugas pemungutan suara.

Baca juga: Trump Setelah Bebas dari Pemakzulan Kedua: Make America Great Again Baru Saja Dimulai

"Bab menyedihkan dalam sejarah kita ini mengingatkan kita bahwa demokrasi itu rapuh. Bahwa demokrasi harus selalu dipertahankan. Bahwa kita harus selalu waspada. Bahwa kekerasan dan ekstremisme tidak memiliki tempat di Amerika. Dan bahwa kita masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai Amerika, dan terutama sebagai pemimpin, untuk membela kebenaran dan mengalahkan kebohongan," katanya.

Presiden dari Partai Demokrat itu menegaskan tugas yang ada sekarang adalah mengakhiri apa yang disebutnya perang tidak beradab dan menyembuhkan jiwa bangsa AS.

Baca juga: Polisi New York Pindahkan Penghalang dari Trump Tower

 


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Global
Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Global
Ilmuwan Pentagon Klaim Punya Mikrochip dan Filter Darah untuk Atasi Covid-19

Ilmuwan Pentagon Klaim Punya Mikrochip dan Filter Darah untuk Atasi Covid-19

Global
Pasien ICU Covid-19 di Brasil Kini Didominasi Usia 40 ke Bawah

Pasien ICU Covid-19 di Brasil Kini Didominasi Usia 40 ke Bawah

Global
Jual Air Es di Atas Rp 3.500, 84 Warung dan Restoran Disidak Polisi

Jual Air Es di Atas Rp 3.500, 84 Warung dan Restoran Disidak Polisi

Global
Polisi Minneapolis Tembak Mati Pria Kulit Hitam, Picu Demo Rusuh Lagi

Polisi Minneapolis Tembak Mati Pria Kulit Hitam, Picu Demo Rusuh Lagi

Global
Tak Punya Gelar, Pangeran Harry Bakal Beda “Kostum” dengan Anggota Kerajaan Lainnya di Pemakaman Pangeran Philip

Tak Punya Gelar, Pangeran Harry Bakal Beda “Kostum” dengan Anggota Kerajaan Lainnya di Pemakaman Pangeran Philip

Global
Militer Myanmar Jatuhkan Dakwaan Pidana Baru untuk Suu Kyi

Militer Myanmar Jatuhkan Dakwaan Pidana Baru untuk Suu Kyi

Global
Caleg India Ini Punya Kampanye Unik: Menangis Keras-keras dan Bersimpuh di Kaki Pemilih

Caleg India Ini Punya Kampanye Unik: Menangis Keras-keras dan Bersimpuh di Kaki Pemilih

Global
Alat Kelamin Pria Ini Tersangkut di Botol Plastik, Pelepasan Dibantu Damkar

Alat Kelamin Pria Ini Tersangkut di Botol Plastik, Pelepasan Dibantu Damkar

Global
5 Fakta Menarik Penerbangan Manusia Pertama di Luar Angkasa oleh Yuri Gagarin

5 Fakta Menarik Penerbangan Manusia Pertama di Luar Angkasa oleh Yuri Gagarin

Internasional
Pangeran Philip Meninggal, Suku di Vanuatu Bingung Pilih 'Dewa' Pengganti

Pangeran Philip Meninggal, Suku di Vanuatu Bingung Pilih "Dewa" Pengganti

Global
Iran Klaim Fasilitas Nuklir Natanz 'Disabotase', Pelakunya Disebut Israel

Iran Klaim Fasilitas Nuklir Natanz "Disabotase", Pelakunya Disebut Israel

Global
Negara-negara Arab Lakukan Adaptasi Tradisi Ramadhan Selama Pandemi

Negara-negara Arab Lakukan Adaptasi Tradisi Ramadhan Selama Pandemi

Global
Inspirasi Energi: 5 Mobil Listrik Tercepat di Dunia pada 2021

Inspirasi Energi: 5 Mobil Listrik Tercepat di Dunia pada 2021

Internasional
komentar
Close Ads X