Kompas.com - 14/02/2021, 13:48 WIB
Peter Ben Embarek dan Marion Koopmans konfirmasi pers untuk menutup kunjungan tim ahli internasional dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di kota Wuhan, di provinsi Hubei China pada 9 2021. AFP PHOTO/HECTOR RETAMALPeter Ben Embarek dan Marion Koopmans konfirmasi pers untuk menutup kunjungan tim ahli internasional dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di kota Wuhan, di provinsi Hubei China pada 9 2021.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Amerika Serikat (AS) dan seorang ahli WHO menuntut China untuk memberikan lebih banyak data yang berkaitan dengan data pandemi virus corona.

Desakan itu dilontarkan pada Sabtu (13/2/2021) sebagaimana dilansir dari AFP.

Sekelompok tim ahli dari WHO mengunjungi sejumlah situs utama di sekitar kota Wuhan, tempat kasus Covid-19 pertama kali terdeteksi pada 2019.

Namun setelah menyelesaikan kunjungan itu, mereka belum menemukan titik terang dari penyelidikan tersebut meski telah memulainya sekitar dua pekan lalu.

Baca juga: Tim Investigasi WHO Kisahkan Bagaimana Pakar di China Tolak Serahkan Data Penting

Penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan mengatakan negaranya sangat prihatin tentang minimnya temuan awal dari penyelidikan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peter Ben Embarek, yang memimpin misi WHO, mengatakan kepada AFP dalam sebuah wawancara bahwa timnya telah berusaha meminta lebih banyak data.

"Ada campuran rasa frustrasi tetapi juga campuran dari ekspektasi yang realistis dalam hal apa yang mungkin dilakukan dalam kerangka waktu tertentu,” tutur Embarek.

AFP melaporkan, awalnya para ahli percaya bahwa Covid-19 berasal dari kelelawar dan menular ke manusia melalui mamalia lain.

Baca juga: 5 Misteri Virus Corona yang Belum Dipecahkan Tim WHO di China

Tetapi, sejak virus itu pertama kali ditemukan di Wuhan pada Desember 2019, masih belum jelas kapan dan di mana penularan sebenarnya dimulai.

Seruan meminta lebih banyak data tersebut juga mengemuka ketika jumlah kematian di Eropa mencapai 800.000 jiwa.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita 61 Orang Terkurung dalam Pub Tertinggi Inggris yang Tertimbun Salju Selama Tiga Hari

Cerita 61 Orang Terkurung dalam Pub Tertinggi Inggris yang Tertimbun Salju Selama Tiga Hari

Global
PM Ukraina Terang-terangan Tuduh Rusia Dalang di Balik Rencana Kudeta

PM Ukraina Terang-terangan Tuduh Rusia Dalang di Balik Rencana Kudeta

Global
1 Desember 1988: Penetapan Hari AIDS Sedunia oleh WHO

1 Desember 1988: Penetapan Hari AIDS Sedunia oleh WHO

Global
China dan AS Bersaing dalam Perlombaan Senjata Hipersonik Paling Mematikan

China dan AS Bersaing dalam Perlombaan Senjata Hipersonik Paling Mematikan

Global
3 Siswa Tewas dalam Penembakan di Sekolah AS, Biden Sampaikan Dukacita

3 Siswa Tewas dalam Penembakan di Sekolah AS, Biden Sampaikan Dukacita

Global
Waspadai Varian Omicron, Inggris Kerahkan Tentara untuk Vaksinasi Dosis Ketiga

Waspadai Varian Omicron, Inggris Kerahkan Tentara untuk Vaksinasi Dosis Ketiga

Global
Lagi, Terjadi Penembakan Sekolah AS, Pelaku Siswa Berusia 15 Tahun

Lagi, Terjadi Penembakan Sekolah AS, Pelaku Siswa Berusia 15 Tahun

Global
Di Afrika Selatan, Asal Varian Omicron, Pasien Covid di RS Melonjak 330 Persen

Di Afrika Selatan, Asal Varian Omicron, Pasien Covid di RS Melonjak 330 Persen

Global
Ahli Waris Takhta Kekaisaran Jepang Geram Putri Mako Terus Diberitakan Buruk

Ahli Waris Takhta Kekaisaran Jepang Geram Putri Mako Terus Diberitakan Buruk

Global
Peringatan Kepala Mata-mata Inggris: China dan Rusia Berlomba Kuasai Teknologi Kecerdasan Buatan

Peringatan Kepala Mata-mata Inggris: China dan Rusia Berlomba Kuasai Teknologi Kecerdasan Buatan

Global
Pria AS Lakukan Penipuan Dana Bantuan Covid untuk Beli Lamborghini

Pria AS Lakukan Penipuan Dana Bantuan Covid untuk Beli Lamborghini

Global
POPULER GLOBAL: Awal Mula Manusia Merokok | Perbedaan Raja dan Kaisar

POPULER GLOBAL: Awal Mula Manusia Merokok | Perbedaan Raja dan Kaisar

Global
8 Tipe Diplomasi dalam Hubungan Internasional

8 Tipe Diplomasi dalam Hubungan Internasional

Internasional
Pria Anggota ISIS Pingsan di Pengadilan Usai Divonis Penjara Seumur Hidup

Pria Anggota ISIS Pingsan di Pengadilan Usai Divonis Penjara Seumur Hidup

Global
Dua Pasien dengan Varian Omicron Transit di Bandara Singapura

Dua Pasien dengan Varian Omicron Transit di Bandara Singapura

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.