"Manusia 2.000 Tumor" Diciduk karena Buka Donasi Tipuan, Raup Rp 4,5 Miliar

Kompas.com - 13/02/2021, 21:26 WIB
Ilustrasi uang kertas.(AFP) KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALIlustrasi uang kertas.(AFP)

MADRID, KOMPAS.com - Pria Spanyol berjuluk "manusia 2.000 tumor" divonis dua tahun penjara pada Senin (8/2/2021), karena menbuka donasi tipuan.

Ia berbohong mengidap kanker stadium akhir, dan korbannya mencapai ribuan orang termasuk para selebriti.

Pelaku bernama Paco Sanz (50), kerap muncul di televisi dan media sosial selama 2010-2017, dengan mengeklaim memiliki hampir 2.000 tumor akibat sindrom Cowden.

Baca juga: Dari Perut Wanita Ini, Dokter Angkat Tumor Ovarium Seberat Remaja 15 Tahun

Ia juga mengatakan umurnya tinggal beberapa bulan lagi, lalu meminta sumbangan melalui situswebnya, pesan teks, dan acara amal.

Kantor berita AFP mewartakan, Paco Sanz memang mengidap sindrom Cowden tetapi semua tumornya jinak dan tidak mengancam nyawa.

Jaksa penuntut mengatakan, mantan penjaga keamanan itu mengumpulkan hampir 265.000 euro (Rp 4,5 miliar) sebelum ditangkap pada Maret 2017 di Valencia.

Beberapa korbannya termasuk presenter tv ternama Jorge Javier Vazquez, dan pesepak bola Alvaro Negredo.

Baca juga: Potong Antrean Vaksinasi Covid-19, Jenderal di Spanyol Ini Mengundurkan Diri

Jaksa menuduh Sanz memanfaatkan penyakitnya untuk meraup uang secara ilegal.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pangeran Harry Lewatkan Ulang Tahun Ratu Elizabeth II, Pilih Pulang ke AS

Pangeran Harry Lewatkan Ulang Tahun Ratu Elizabeth II, Pilih Pulang ke AS

Global
Pengadilan Spanyol Perintahkan European Super League Jalan Terus

Pengadilan Spanyol Perintahkan European Super League Jalan Terus

Global
Produsen China Jual Body Suit Badan Kekar, Bentuk Ototnya Realistis

Produsen China Jual Body Suit Badan Kekar, Bentuk Ototnya Realistis

Global
Peringatan WHO: Kematian Akibat Covid-19 Naik Cepat, Dunia Catat Infeksi Baru Terbesar Sejak Pandemi Dimulai

Peringatan WHO: Kematian Akibat Covid-19 Naik Cepat, Dunia Catat Infeksi Baru Terbesar Sejak Pandemi Dimulai

Global
Pensiunan Jenderal Israel Akui Tak Mudah Lumpuhkan Program Nuklir Iran

Pensiunan Jenderal Israel Akui Tak Mudah Lumpuhkan Program Nuklir Iran

Global
Gadis Kulit Hitam Ditembak Mati Polisi, Bertepatan dengan Putusan Sidang George Floyd

Gadis Kulit Hitam Ditembak Mati Polisi, Bertepatan dengan Putusan Sidang George Floyd

Global
200.000 Infeksi Baru Covid-19 Setiap Hari, PM India Tetap Larang Lockdown

200.000 Infeksi Baru Covid-19 Setiap Hari, PM India Tetap Larang Lockdown

Global
Ketegangan Meningkat, Duta Besar AS untuk Rusia Tinggalkan Moskwa

Ketegangan Meningkat, Duta Besar AS untuk Rusia Tinggalkan Moskwa

Global
Ulang Tahun Ratu Elizabeth II Hari Ini Akan Berlalu Tanpa Kemeriahan

Ulang Tahun Ratu Elizabeth II Hari Ini Akan Berlalu Tanpa Kemeriahan

Global
Ustaz Malaysia Kini Banjir Dukungan Usai Jelaskan Pandangannya atas Kontroversi Foto Bareng Selebgram Seksi

Ustaz Malaysia Kini Banjir Dukungan Usai Jelaskan Pandangannya atas Kontroversi Foto Bareng Selebgram Seksi

Global
Penindasan Kelompok Agama Minoritas di China dan Myanmar Terparah di Dunia

Penindasan Kelompok Agama Minoritas di China dan Myanmar Terparah di Dunia

Global
Mahathir Mohamad Desak Raja Malaysia Cabut Darurat Nasional

Mahathir Mohamad Desak Raja Malaysia Cabut Darurat Nasional

Global
Dinyatakan Bunuh George Floyd, Derek Chauvin Terancam Dipenjara 75 Tahun

Dinyatakan Bunuh George Floyd, Derek Chauvin Terancam Dipenjara 75 Tahun

Global
Joe Biden Lega Derek Chauvin Dinyatakan Bersalah dalam Kematian George Floyd

Joe Biden Lega Derek Chauvin Dinyatakan Bersalah dalam Kematian George Floyd

Global
Tangis Kebahagiaan Setelah Sidang Pembunuhan George Floyd Berakhir Manis

Tangis Kebahagiaan Setelah Sidang Pembunuhan George Floyd Berakhir Manis

Global
komentar
Close Ads X