Kompas.com - 13/02/2021, 20:21 WIB
Tentara. ThinkstockTentara.

BERLIN, KOMPAS.com - Jerman menyatakan tak akan menarik tentaranya dari Afganistan, ucap Menteri Luar Negeri Heiko Maas pada Sabtu (13/2/2021).

Jumlah personel militer Jerman di Afganistan adalah yang terbanyak kedua setelah Amerika Serikat (AS).

Negosiasi perdamaian antara pemerintah dan Taliban tidak akan selesai sebelum akhir Maret, kata Maas kepada grup media Funke, merujuk pada akhir masa tugas tahunan tentaranya.

Baca juga: Investigasi OpenLux Ungkap Gedung-gedung Milik Sukanto Tanoto di Jerman

"Itulah mengapa kita harus mempersiapkan skenario yang berbeda, termasuk mandat baru dengan Bundestag (majelis rendah parlemen Jerman)," lanjut Maas dikutip dari AFP.

Kesepakatan antara AS dan Taliban menetapkan bahwa semua pasukan Amerika harus ditarik mundur sebelum Mei 2021.

Namun, seorang pejabat tinggi AS pada Jumat (12/2/2021) memperingatkan, Presiden Joe Biden sedang galau ketika tenggat waktu semakin dekat.

Sebab, Taliban belum menunjukkan tanda-tanda mengakhiri tindak kekerasan mereka.

Baca juga: Joe Biden Galau soal Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan

Biden memerintahkan peninjauan kembali kesepakatan yang diputus Washington dengan Taliban tahun lalu.

Perjanjian itu menyepakati penarikan semua pasukan asing pada 1 Mei dengan imbalan jaminan keamanan dari Taliban, serta komitmen untuk menggelar pembicaraan damai dengan Pemerintah Afganistan.

Para Menteri Pertahanan NATO akhir bulan ini juga akan membahas apakah misi koalisi yang beranggotakan 10.000 tentara harus dipertahankan atau ditarik.

Donald Trump di hari-hari terakhirnya sebagai Presiden AS secara sepihak mengurangi pasukan Amerika di Afganistan menjadi hanya 2.500, terendah sejak dimulainya perang pada 2001.

Sementara itu beberapa kelompok di parlemen Jerman, khususnya kaum liberal dan sayap kiri, baru-baru ini menyuarakan strategi melepas Afganistan setelah 20 tahun militer negara mereka bertugas di sana.

Baca juga: Pria 100 Tahun Diduga Terlibat dalam Pembunuhan Ribuan Orang Yahudi di Kamp Konsentrasi Nazi Jerman

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pekerja Pelabuhan Italia Tolak Muat Senjata yang Dikirim ke Israel

Pekerja Pelabuhan Italia Tolak Muat Senjata yang Dikirim ke Israel

Global
Pengakuan Mantan Pilot AU Israel: Kamilah Teroris Sebenarnya

Pengakuan Mantan Pilot AU Israel: Kamilah Teroris Sebenarnya

Global
Berebut Wanita, Tentara Inggris Baku Pukul dengan Warga Estonia

Berebut Wanita, Tentara Inggris Baku Pukul dengan Warga Estonia

Global
Perancis Dorong Kembali Resolusi Gencatan Senjata atas Konflik di Gaza

Perancis Dorong Kembali Resolusi Gencatan Senjata atas Konflik di Gaza

Global
Wanita Ini Duduki Suaminya hingga Tewas dalam Sebuah Pertengkaran

Wanita Ini Duduki Suaminya hingga Tewas dalam Sebuah Pertengkaran

Global
Imam Masjid di Kongo Ditembak Mati Usai Shalat Isya

Imam Masjid di Kongo Ditembak Mati Usai Shalat Isya

Global
Menlu AS: Israel Beri Alasan Hancurkan Gedung Kantor Associated Press dan Al Jazeera

Menlu AS: Israel Beri Alasan Hancurkan Gedung Kantor Associated Press dan Al Jazeera

Global
11 Anak di Gaza yang Dirawat untuk Atasi Trauma Tewas dalam Serangan Israel

11 Anak di Gaza yang Dirawat untuk Atasi Trauma Tewas dalam Serangan Israel

Global
Erdogan Dikecam AS gara-gara Kritik Pedas yang Dianggap 'Anti-Semit'

Erdogan Dikecam AS gara-gara Kritik Pedas yang Dianggap "Anti-Semit"

Global
Dubes RI untuk Rusia Jose Tavare Serahkan Surat-surat Kepercayaan kepada Vladimir Putin

Dubes RI untuk Rusia Jose Tavare Serahkan Surat-surat Kepercayaan kepada Vladimir Putin

Global
PM Israel Klaim Mereka Berhasil Membuat Hamas 'Mundur Bertahun-tahun' di Gaza

PM Israel Klaim Mereka Berhasil Membuat Hamas "Mundur Bertahun-tahun" di Gaza

Global
POPULER GLOBAL: Momen Pilot Israel saat Lihat Anak-anak Gaza | Militer AS Bicara Soal Konflik Israel-Palestina

POPULER GLOBAL: Momen Pilot Israel saat Lihat Anak-anak Gaza | Militer AS Bicara Soal Konflik Israel-Palestina

Global
5 Cerita Horor Terbaik Berusia Puluhan Tahun dari 1968 hingga 1864

5 Cerita Horor Terbaik Berusia Puluhan Tahun dari 1968 hingga 1864

Internasional
Duterte Larang Menteri Filipina Bahas Laut China Selatan di Depan Umum

Duterte Larang Menteri Filipina Bahas Laut China Selatan di Depan Umum

Global
Mesir Janji Beri Dana Bantuan Rp 7,1 Triliun untuk Rekonstruksi Gaza

Mesir Janji Beri Dana Bantuan Rp 7,1 Triliun untuk Rekonstruksi Gaza

Global
komentar
Close Ads X