Kompas.com - 13/02/2021, 00:29 WIB
Ahli virologi China Shi Zhengli terlihat di dalam laboratorium P4 di Wuhan, ibu kota provinsi Hubei Tiongkok, pada tanggal 23 Februari 2017. AFP PHOTO/JOHANNES EISELEAhli virologi China Shi Zhengli terlihat di dalam laboratorium P4 di Wuhan, ibu kota provinsi Hubei Tiongkok, pada tanggal 23 Februari 2017.

KOMPAS.com - Setelah kurang lebih satu bulan melakukan penelitian di Wuhan, tim ahli WHO akhirnya mempublikasikan laporannya di episentrum pandemi Covid-19 pada Selasa (9/2/2010).

Sayangnya, kejelasan virus Covid-19 dari penelitian itu masih belum dapat ditentukan pasti sumbernya. WHO justru mengeliminasi kemungkinan virus bocor dari laboratorium Institut Virologi Wuhan (IVW).

Dugaan yang banyak disebut sebagai “teori konspirasi” ini, awalnya berembus setelah 15 halaman dokumen dari aliansi "Five Eyes" bocor ke publik. Dokumen dari koalisi berbagi intelijen AS, Inggris, Australia, Selandia Baru, dan Kanada tersebut, pertama kali Australian Daily Telegraph.

Media asal “Negeri Kangguru” itu mengutip kurangnya protokol keamanan di laboratorium Wuhan yang bisa menyebabkan virus melarikan diri ke dunia luar.

Sontak, laboratorium di titik nol pandemi di Wuhan menjadi sorotan dan mulai dicurigai menjadi penyebab munculnya virus yang kini sudah mengisolasi Bumi selama lebih dari satu tahun.

Baca juga: Hasil Penyelidikan WHO tentang Asal-usul Covid-19 Picu Amarah, Kenapa?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dituding jadi penyebab pandemi

Tuduhan itu muncul hanya beberapa minggu sejak Shi Zhengli menerima sampel, yang saat itu tampak sebagai “virus baru”, dari petugas perawatan kesehatan setempat.

Pakar virus corona pada kelelawar di Institut Virologi Wuhan yang juga disebut “Bat Woman" China secara mendesak diminta menguci sampel itu pada akhir 2019.

Ahli virus terkenal itu mengakui bahwa dia skeptis, setelah otoritas kesehatan memerintahkan agar dia menghentikan semua pekerjaannya dan meminta menangani sampel itu segera.

“Saya bertanya-tanya apakah (otoritas kesehatan kota) melakukan kesalahan,” kata ilmuwan itu. "Saya tidak pernah menyangka hal seperti ini terjadi di Wuhan, di China Tengah."

Kepada Scientific American, Shi mengaku selama bertahun-tahun kelelawar yang dipelajari dalam pekerjaan lapangannya diambil dari gua-gua di daerah subtropis China di selatan. Bukan di bagian negara yang lebih dingin seperti Wuhan.

Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Anggota ISIS Pingsan di Pengadilan Usai Divonis Penjara Seumur Hidup

Pria Anggota ISIS Pingsan di Pengadilan Usai Divonis Penjara Seumur Hidup

Global
Dua Pasien dengan Varian Omicron Transit di Bandara Singapura

Dua Pasien dengan Varian Omicron Transit di Bandara Singapura

Global
Bos Moderna Sebut Vaksin Saat Ini Kesulitan Lawan Covid-19 Varian Omicron

Bos Moderna Sebut Vaksin Saat Ini Kesulitan Lawan Covid-19 Varian Omicron

Global
Negara Republik Baru Barbados Nobatkan Penyanyi Rihanna sebagai Pahlawan Nasional

Negara Republik Baru Barbados Nobatkan Penyanyi Rihanna sebagai Pahlawan Nasional

Global
Presiden Filipina Duterte Akan Mundur, Ini Kandidat Terpopuler Calon Penggantinya

Presiden Filipina Duterte Akan Mundur, Ini Kandidat Terpopuler Calon Penggantinya

Global
Respons Varian Omicron, Inggris Perluas Program Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga untuk Semua Orang Dewasa

Respons Varian Omicron, Inggris Perluas Program Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga untuk Semua Orang Dewasa

Global
Harta Karun 5.600 Koin Perak Romawi Kuno Ditemukan di Sungai Usai Banjir Bandang

Harta Karun 5.600 Koin Perak Romawi Kuno Ditemukan di Sungai Usai Banjir Bandang

Global
Muncul Covid-19 Varian Omicron, Biden Merasa AS Belum Perlu Lockdown

Muncul Covid-19 Varian Omicron, Biden Merasa AS Belum Perlu Lockdown

Global
Definisi dan Sejarah Diplomasi Dunia

Definisi dan Sejarah Diplomasi Dunia

Global
Penggemar Lord Of The Rings Ubah Peta Dunia Jadi Middle Earth

Penggemar Lord Of The Rings Ubah Peta Dunia Jadi Middle Earth

Global
Sejarah Rokok Elektrik, Ternyata Sudah Ada sejak 1930-an

Sejarah Rokok Elektrik, Ternyata Sudah Ada sejak 1930-an

Global
Biden Minta Warga AS “Waspada, Bukan Panik” Terkait Varian Omicron

Biden Minta Warga AS “Waspada, Bukan Panik” Terkait Varian Omicron

Global
Awal Mula Manusia Merokok, Bagaimana Sejarahnya?

Awal Mula Manusia Merokok, Bagaimana Sejarahnya?

Global
Pangeran Charles Bantah Dialah Sosok yang Menanyakan Warna Kulit Anak Pangeran Harry-Meghan Markle

Pangeran Charles Bantah Dialah Sosok yang Menanyakan Warna Kulit Anak Pangeran Harry-Meghan Markle

Global
Barbados Resmi Jadi Negara Republik Baru di Dunia, Putus Ikatan dengan Kerajaan Inggris

Barbados Resmi Jadi Negara Republik Baru di Dunia, Putus Ikatan dengan Kerajaan Inggris

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.