Gurita Bisnis Militer Myanmar, dari Pariwisata hingga Tambang Batu Mulia

Kompas.com - 12/02/2021, 23:44 WIB
Tambang giok di Hpakant, negara bagian Kachin, Myanmar. GETTY IMAGES/AFP/Y A THUTambang giok di Hpakant, negara bagian Kachin, Myanmar.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Pertambangan, perbankan, energi, pertanian atau bahkan pariwisata, militer Myanmar atau Tatmadaw tak kenal lelah menumpuk harta lewat jaringan bisnisnya.

Tapi kini, kekayaan itu menjadi sasaran embargo ekonomi AS, menyusul kudeta terhadap pemerintahan sipil Myanmar, 1 Februari lalu.

Kamis (11/2/2021), Presiden Joe Biden membekukan aset Tatmadaw senilai 1 miliar dollar AS di Amerika Serikat. Sementara Kementerian Keuangan memblokir setiap aset AS atau transaksi dengan 10 petinggi militer yang dinilai mendalangi kudeta.

Baca juga: Biden Ancam Bekukan Aset Para Jenderal Myanmar yang Lakukan Kudeta

Namun begitu, junta militer Myanmar diyakini masih bisa mengakses cadangan kekayaannya lewat jaringan konglomerat di dalam dan luar negeri, lapor kelompok anti-korupsi, Justice for Myanmar (JFM).

Melalui dua grup usaha, Myanmar Economic Holdings Limited (MEHL) dan Myanmar Economic Corporation (MEC), para jenderal mengontrol atau mengawasi setidaknya 133 perusahaan, menurut catatan JFM.

Kedua grup membawahi ragam unit usaha, mulai dari produsen bir, perkebunan tembakau, transportasi dan logistik, pabrik tekstil, hotel atau bank. Militer juga diyakini ikut berkecimpung dalam bisnis gelap perdagangan batu mulia.

Dua komoditas yang paling disorot adalah batu giok dan rubi. Myanmar merupakan produsen giok terbesar di dunia.

Perdagangan kedua batu berharga itu ditaksir bernilai miliaran dollar AS setiap tahunnya. Namun hanya sebagian kecil transaksi yang tercatat resmi. Sisanya diyakini diselundupkan ke China.

Baca juga: Demonstran Wanita Ditembak di Kepala Saat Demo Myanmar, Ini Fakta yang Terhimpun

Korupsi lewat korporasi

DW INDONESIA China, Eropa dan Thailand merupakan negara tujuan ekspor paling besar bagi Myanmar.
Menurut LSM Global Witness, sejak 2001 industri giok Myanmar berada “di bawah kontrol jejaring elit militer, bandar narkoba dan kroni-kroninya.”

Saat ini perusahaan yang mengantongi izin penambangan giok paling besar adalah Myanmar Imperial Jade Co Ltd yang menginduk kepada MEHL.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebab Kematian George Floyd Belum Ditentukan, Ini 3 Versinya...

Sebab Kematian George Floyd Belum Ditentukan, Ini 3 Versinya...

Global
Inilah Kampung Swiss yang Ditinggalkan Warganya

Inilah Kampung Swiss yang Ditinggalkan Warganya

Global
Berat Badan Bertambah, Wanita Ini Terpaksa Potong Cincin Berlian Senilai Rp 671 Juta

Berat Badan Bertambah, Wanita Ini Terpaksa Potong Cincin Berlian Senilai Rp 671 Juta

Global
Sidang George Floyd, Hakim Tolak Mosi Pembebasan Derek Chauvin

Sidang George Floyd, Hakim Tolak Mosi Pembebasan Derek Chauvin

Global
Pria Ini Menikah 4 Kali, 3 Kali Cerai dalam 37 Hari demi Cuti Dibayar

Pria Ini Menikah 4 Kali, 3 Kali Cerai dalam 37 Hari demi Cuti Dibayar

Global
Hendak Jual Susu Naik Sepeda Motor, Pasutri Ditembak Mati Aparat Myanmar

Hendak Jual Susu Naik Sepeda Motor, Pasutri Ditembak Mati Aparat Myanmar

Global
Setelah 454 Pasukan Tewas dalam Perang Dua Dekade, Inggris Akan Ikuti AS Tarik Pasukan dari Afganistan

Setelah 454 Pasukan Tewas dalam Perang Dua Dekade, Inggris Akan Ikuti AS Tarik Pasukan dari Afganistan

Global
Video Seorang Tentara AS Ancam dan Usir Pria Kulit Hitam

Video Seorang Tentara AS Ancam dan Usir Pria Kulit Hitam

Global
Duta Besar Myanmar untuk Inggris Pasang “Barikade” di Rumah, Takut Diusir Loyalis Junta, dan Dibunuh jika Pulang

Duta Besar Myanmar untuk Inggris Pasang “Barikade” di Rumah, Takut Diusir Loyalis Junta, dan Dibunuh jika Pulang

Global
Apakah Nasib Alibaba Jadi Peringatan bagi Perusahaan Teknologi China Lainnya?

Apakah Nasib Alibaba Jadi Peringatan bagi Perusahaan Teknologi China Lainnya?

Global
Biden Tarik Pasukan dari Afganistan, Begini Komentar Obama

Biden Tarik Pasukan dari Afganistan, Begini Komentar Obama

Global
China Tantang Menkeu Jepang Minum Air Limbah PLTN Fukushima

China Tantang Menkeu Jepang Minum Air Limbah PLTN Fukushima

Global
Berhubungan Seks di Depan Sekolah pada Siang Bolong, Sejoli Ditangkap Polisi

Berhubungan Seks di Depan Sekolah pada Siang Bolong, Sejoli Ditangkap Polisi

Global
Seorang Pria Down Syndrome di China Dibunuh dan Dikremasi untuk Gantikan Orang Lain

Seorang Pria Down Syndrome di China Dibunuh dan Dikremasi untuk Gantikan Orang Lain

Global
Belasan Dokter Ditangkap dan Didakwa oleh Junta Militer Myanmar

Belasan Dokter Ditangkap dan Didakwa oleh Junta Militer Myanmar

Global
komentar
Close Ads X