Ironi Seorang Aung San Suu Kyi

Kompas.com - 12/02/2021, 12:53 WIB
militer Myanmar telah mengambil kendali negara itu dalam keadaan darurat satu tahun dan laporan mengatakan Aung San Suu Kyi dan para pemimpin pemerintah lainnya telah ditahan. AP PHOTO/MARKUS SCHREIBERmiliter Myanmar telah mengambil kendali negara itu dalam keadaan darurat satu tahun dan laporan mengatakan Aung San Suu Kyi dan para pemimpin pemerintah lainnya telah ditahan.

TAK banyak tokoh di muka bumi ini yang namanya selalu dibicarakan begitu rupa, diberitakan, dipuja dan dituntut, seperti Aung San Suu Kyi.

Kehidupan perempuan yang kini berusia 75 tahun itu bersinar dan redup, naik dan turun, berjaya atau melandai, selalu menjadi pembicaraan warga dunia.

Berbagai predikat tersampirkan pada pundaknya, dari tokoh aktivis prodemokrasi, pejuang hak asasi manusia, tokoh politik, pemimpin partai, penerima hadiah Nobel Perdamaian, dan lain-lain.

Pendeknya, Aung San Suu Kyi adalah sebuah nama yang tak lekang mengarungi samudera pembicaraan dan pemberitaan di dunia. Seluruh berita dan pembicaraan itu terkait dengan negaranya: Myanmar, sebuah negara berkembang dengan populasi 51 juta jiwa, di kawasan Asia Tenggara.

Di setiap zaman, nasib Aung San Suu Kyi selalu berkelindan dengan nasib Myanmar. Hampir setiap perubahan dan peristiwa besar yang terjadi di Myanmar, senantiasa terkait -- kalau tidak menjadi poros -- pada diri seorang Aung San Suu Kyi.

Ia naik dan turun bersama Myanmar. Ia pernah mendekam selama 15 tahun dalam tahanan rumah, lama dikenal dunia sebagai pejuang demokrasi dan penentang terdepan kekuasaan rezim militer, puluhan tahun menjadi pemimpin National League for Democracy (Persatuan Nasional untuk Demokrasi) Myanmar, lalu sejak tahun 2016, Suu Kyi menjadi salah satu penguasa dengan jabatan State Counsellor atau penasihat negara.

Dalam jabatannya sebagai penguasa, Suu Kyi tidak lagi diposisikan sebagai pejuang prodemokrasi dan hak asasi manusia semata-mata, tapi sebaliknya, sikap diamnya terhadap masalah Rohingya membuat ia dituduh bagian rezim penindas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hari-hari ini, nama Aung San Suu Kyi kembali jadi pembicaraan dunia. Militer Myanmar dikabarkan menangkap dan menempatkannya dalam tahanan pada 1 Februari dinihari.

Nasib Suu Kyi kembali berputar ke bawah, dari pemimpin de facto Myanmar menjadi tahanan militer, seperti yang dialaminya sekian tahun lampau.

Tabiat militer Myanmar

Mengapa militer Myanmar kembali melakukan kudeta dan represi?

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Diaspora Indoensia Selama Lockdown Gelombang Ketiga Covid-19 di Myanmar

Cerita Diaspora Indoensia Selama Lockdown Gelombang Ketiga Covid-19 di Myanmar

Global
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Jepang Bakal Perpanjang Status Darurat di Tokyo

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Jepang Bakal Perpanjang Status Darurat di Tokyo

Global
Tegang dengan China, Duterte Pulihkan Pakta Pertahanan AS-Filipina

Tegang dengan China, Duterte Pulihkan Pakta Pertahanan AS-Filipina

Global
Rusak Ranjang untuk Buktikan Klaim Anti-seks, Atlet Israel Ini Minta Maaf

Rusak Ranjang untuk Buktikan Klaim Anti-seks, Atlet Israel Ini Minta Maaf

Global
Partai Republik dan Demokrat Berdebat Soal Pemakaian Masker di AS

Partai Republik dan Demokrat Berdebat Soal Pemakaian Masker di AS

Global
Studi Terbaru: Sekitar 3 Warga AS Hasilkan Emisi Karbon yang Bisa 'Membunuh' 1 Orang

Studi Terbaru: Sekitar 3 Warga AS Hasilkan Emisi Karbon yang Bisa "Membunuh" 1 Orang

Global
Dikira Mati dalam Kecelakaan Pesawat 45 Tahun Lalu, Pria Ini Ternyata Masih Hidup

Dikira Mati dalam Kecelakaan Pesawat 45 Tahun Lalu, Pria Ini Ternyata Masih Hidup

Global
KBRI Paris Dorong Pengusaha Perancis Belanja Produk Kreatif Indonesia

KBRI Paris Dorong Pengusaha Perancis Belanja Produk Kreatif Indonesia

Global
Buron 'Most Wanted' Tertangkap gara-gara Ikut Komentar di Facebook Polisi

Buron "Most Wanted" Tertangkap gara-gara Ikut Komentar di Facebook Polisi

Global
Bantu Tegakkan Lockdown di Sydney, Militer Australia Dikerahkan

Bantu Tegakkan Lockdown di Sydney, Militer Australia Dikerahkan

Global
Disebut Mirip Bukit Teletubbies, Wisata Baru di London Di-bully Pengunjung

Disebut Mirip Bukit Teletubbies, Wisata Baru di London Di-bully Pengunjung

Global
85 Persen Publik Malaysia Ingin PM Muhyiddin Yassin Mengundurkan Diri

85 Persen Publik Malaysia Ingin PM Muhyiddin Yassin Mengundurkan Diri

Global
Masukkan Belut ke Anus untuk Redakan Sembelit, Pria Ini Hampir Mati

Masukkan Belut ke Anus untuk Redakan Sembelit, Pria Ini Hampir Mati

Global
Arab Saudi Akan Buka Pintu bagi Turis Asing yang Sudah Divaksin Dosis Penuh

Arab Saudi Akan Buka Pintu bagi Turis Asing yang Sudah Divaksin Dosis Penuh

Global
Meski Warnet Kebanjiran, Gamers Garis Keras Ini Terus Bermain

Meski Warnet Kebanjiran, Gamers Garis Keras Ini Terus Bermain

Global
komentar
Close Ads X