Kompas.com - 12/02/2021, 10:23 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandai jam-jam terakhirnya di kantor kepresidenan dengan serangkaian pengampunan. AP PHOTO/EVAN VUCCIPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandai jam-jam terakhirnya di kantor kepresidenan dengan serangkaian pengampunan.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Sidang pemakzulan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump masih berlanjut.

Pada Kamis (11/2/2021), manajer pemakzulan DPR AS memutar sejumlah koleksi video Trump sejak 2015.

Dalam salah satu video, Trump tampak memaafkan kekerasan yang dilakukan oleh para pendukungnya sebagaimana dilansir dari CNN.

Baca juga: Kubu Demokrat Minta Trump Dimakzulkan, Ini Ancamannya jika Tak Terjadi

Sebuah video reli pada 2015 menunjukkan peserta kulit putih mendorong dan menendang seorang pengunjuk rasa kulit hitam yang mengganggu pidatonya.

Trump melanjutkan dengan mengatakan tentang pengunjuk rasa, "Mungkin dia seharusnya diperlakukan kasar."

Para manajer juga menunjukkan video dalam acara Unite the Right pada 2017 di Charlottesville, AS, yang berubah mematikan.

Baca juga: Suara Republik Terpecah, Bersiap Bentuk Partai Baru Lawan Trump

Pasalnya, kaum nasionalis kulit putih, neo-Nazi, dan kelompok lain tiba untuk memprotes keputusan kota yang mencopot patung Jenderal Konfederasi Robert E Lee.

Trump kemudian mengatakan bahwa kedua belah pihak, nasionalis kulit putih dan kontra-pengunjuk rasa, harus disalahkan.

Para manajer kemudian mencatat insiden 2018 di mana Trump memuji seorang anggota kongres Partai Republik yang menyerang seorang reporter.

Baca juga: Mengerikan, Orangtua Diminta Dampingi Anak Jika Tonton Bukti Video Pemakzulan Trump

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, sidang pemakzulan Trump digelar pada Rabu (10/2/2021) dan berakhir pada pertengahan pekan depan.

Trump dimakzulkan dengan tuduhan "menyulut pemberontakan" ketika para pendukungnya menyerbu Gedung Capitol di Washington DC pada 6 Januari.

Partai Demokrat yang mengajukan kasus itu membuka sidang pemakzulan dengan memutar pidato si mantan presiden pada 6 Januari.

Baca juga: Sidang Pemakzulan, Trump Disebut sebagai Panglima Penghasut

"Ini kejahatan dan pelanggaran berat. Jika tidak bisa dimakzulkan, maka tidak ada lagi cara lain," kata anggota DPR AS Jamie Raskin sebagai manajer pemakzulan.

Di sisi lain, kuasa Trump menyatakan bahwa sidang pemakzulan inkonstitusional dan menuding Partai Demokrat melakukan teater politik.

Baca juga: Twitter Pastikan Trump Tidak Akan Dapat Miliki Kembali Akun di Platform Itu


Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X