[POPULER GLOBAL] China Klaim Covid-19 Berasal dari Kepala Babi | 3 Polisi Myanmar Dukung Demonstran Penentang Kudeta

Kompas.com - 12/02/2021, 05:25 WIB
Pengunjuk rasa berlarian setelah polisi memberikan tembakan peringatan dan menggunakan meriam air untuk membubarkan demonstrasi di Mandalay, Myanmar, pada 9 Februari. Polisi bergerak setelah massa berdemonstrasi menentang kudeta militer Myanmar. STR via APPengunjuk rasa berlarian setelah polisi memberikan tembakan peringatan dan menggunakan meriam air untuk membubarkan demonstrasi di Mandalay, Myanmar, pada 9 Februari. Polisi bergerak setelah massa berdemonstrasi menentang kudeta militer Myanmar.

KOMPAS.com - Klaim otoritas China yang menyebutkan bahwa Covid-19 berasal dari kepala babi yang diimpor menjadi berita internasional terpopuler dari kanal Global.

Selain itu, ada kabar mengenai pasukan Arab Saudi yang berhasil menggagalkan serangan drone bersenjata milik pemberontak Houthi asal Yaman

Berikut kami sajikan berita internasional terpopuler dari Kompas.com edisi Kamis (11/2/2021) hingga Jumat (12/2/2021).

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Kemarahan Tanggapi Hasil Penyelidikan Asal-usul Covid-19 WHO | Sidang Pemakzulan Trump Ungkap Sisi Haru Anggota Kongres

1. China Sebut Covid-19 di Wuhan Berasal dari Kepala Babi yang Diimpor

Otoritas China menyatakan, Covid-19 yang berada di Wuhan kemungkinan berasal dari kepala babi yang diimpor.

Badan kesehatan setempat berkali-kali menyodorkan klaim bahwa corona berasal dari makanan beku, termasuk kepala babi dan boga bahari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika teori itu benar, temuan itu mendukung klaim Beijing bahwa Covid-19 berasal dari luar Wuhan dan ada sebelum Desember 2019.

Bagaimana kelanjutan beritanya? Anda bisa membaca selengkapnya di sini.

Baca juga: China Sebut Covid-19 di Wuhan Berasal dari Kepala Babi yang Diimpor

2. Arab Saudi Diserang Drone Houthi, Pesawat Penumpang Kena Tembak

Pasukan Arab Saudi dilaporkan berhasil menggagalkan serangan drone bersenjata milik pemberontak Houthi asal Yaman pada Kamis (11/2/2021).

Pengumuman itu disampaikan koalisi pasukan yang dipimpin Riyadh sehari setelah sebuah bandara di negara kerajaan itu menjadi target serangan.

Anda bisa membaca berita selengkapnya di sini.

Baca juga: Arab Saudi Diserang Drone Houthi, Pesawat Penumpang Kena Tembak

 

3. Detik-detik Polisi Myanmar Beralih Mendukung Demonstran Penentang Kudeta

Sebuah video menunjukkan sejumlah polisi Myanmar berbalik mendukung demonstran penentang kudeta militer.

Di tengah semprotan water cannon ke arah demonstran, ada satu polisi yang mendekati demonstran. Tak lama, dua anggota lain mengikuti.

Bagaimana kelanjutan beritanya? Anda bisa menyimak selengkapnya di sini.

Baca juga: Detik-detik Polisi Myanmar Beralih Mendukung Demonstran Penentang Kudeta

4. Demo Thailand Mulai Lagi, Massa Tiru Taktik Pedemo Myanmar

Pedemo pro-demokrasi Thailand kembali terjun ke jalan-jalan di Bangkok pada Rabu (10/2/2021), setelah hampir dua bulan vakum.

Mereka membunyikan panci dan wajan, taktik yang ditiru dari pengunjuk rasa Myanmar saat berdemo menentang kudeta militer.

Demo Thailand pecah lagi sehari setelah pengadilan menolak jaminan untuk empat tokoh demokrasi terkemuka, yang dijerat dengan hukum pencemaran nama baik kerajaan.

Anda bisa membaca berita selengkapnya di sini.

Baca juga: Demo Thailand Mulai Lagi, Massa Tiru Taktik Pedemo Myanmar


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkes Inggris Minta Maaf soal Twit 'Tak Usah Takut Covid-19'

Menkes Inggris Minta Maaf soal Twit "Tak Usah Takut Covid-19"

Global
Kekurangan Warga, Kota Ini Tawarkan Rumah Gratis dan Pekerjaan agar Orang Mau Datang

Kekurangan Warga, Kota Ini Tawarkan Rumah Gratis dan Pekerjaan agar Orang Mau Datang

Global
Anak Kembar Usia 5 Tahun Dinikahkan, Orangtuanya Percaya Mereka Reinkarnasi Sepasang Kekasih

Anak Kembar Usia 5 Tahun Dinikahkan, Orangtuanya Percaya Mereka Reinkarnasi Sepasang Kekasih

Global
Tergantungnya Warga AS pada AC: Makin Dingin Ruangan, Makin Panas Bumi

Tergantungnya Warga AS pada AC: Makin Dingin Ruangan, Makin Panas Bumi

Global
SpaceX Menangkan Kontrak NASA, Akan Jalankan Misi ke Bulan Jupiter

SpaceX Menangkan Kontrak NASA, Akan Jalankan Misi ke Bulan Jupiter

Global
Wanita Influencer China Meninggal Usai Sedot Lemak, Kliniknya Dituduh Malpraktik

Wanita Influencer China Meninggal Usai Sedot Lemak, Kliniknya Dituduh Malpraktik

Global
Reporter Berita di Rochester AS Dilecehkan Pria saat Laporan Langsung

Reporter Berita di Rochester AS Dilecehkan Pria saat Laporan Langsung

Global
Covid-19: Apakah AS Mendanai Penelitian Virus Paling Berbahaya di Wuhan?

Covid-19: Apakah AS Mendanai Penelitian Virus Paling Berbahaya di Wuhan?

Global
Seorang Eks Profesor Disidang karena Kirim Surat Ancaman ke Dirinya Sendiri

Seorang Eks Profesor Disidang karena Kirim Surat Ancaman ke Dirinya Sendiri

Global
Kongres Gagal Ganti Biaya Pengamanan Capitol, Garda Nasional Batalkan Pelatihan

Kongres Gagal Ganti Biaya Pengamanan Capitol, Garda Nasional Batalkan Pelatihan

Global
Kisah Teori Konspirasi Vaksinasi Covid-19 AS yang Pengaruhi Keutuhan Rumah Tangga

Kisah Teori Konspirasi Vaksinasi Covid-19 AS yang Pengaruhi Keutuhan Rumah Tangga

Global
Menunggu Jadwal Hukuman Mati, Pembunuh Berantai Ini Meninggal di Rumah Sakit

Menunggu Jadwal Hukuman Mati, Pembunuh Berantai Ini Meninggal di Rumah Sakit

Global
Sejumlah Pejabat Inggris Yakini Kentut Juga dapat Sebarkan Covid-19

Sejumlah Pejabat Inggris Yakini Kentut Juga dapat Sebarkan Covid-19

Global
Viral Video Cara Unik Dokter Suntik Balita Tanpa Buat Mereka Menangis

Viral Video Cara Unik Dokter Suntik Balita Tanpa Buat Mereka Menangis

Global
Dianggap Tak Becus Tangani Covid-19, Presiden Brasil Didemo dan Dituntut Mundur

Dianggap Tak Becus Tangani Covid-19, Presiden Brasil Didemo dan Dituntut Mundur

Global
komentar
Close Ads X