Kompas.com - 09/02/2021, 22:15 WIB
Ilustrasi dasi ShutterstockIlustrasi dasi

WELLINGTON, KOMPAS.com - Seorang pemimpin Partai Maori telah dikeluarkan dari parlemen Selandia Baru karena tidak mengenakan dasi.

Anggota parlemen laki-laki Selandia Baru hanya bisa mengajukan pertanyaan dalam pertemuan, jika menggunakan dasi.

Juru bicara Trevor Mallard dua kali mencegah Riwiri Waititi mengajukan pertanyaan.

Baca juga: Kudeta Myanmar, Selandia Baru Hentikan Hubungan Level Tinggi

"Ini bukan tentang dasi, ini tentang identitas budaya," kata Waititi saat keluar majelis, lapor media lokal seperti yang dilansir dari BBC pada Selasa (9/2/2021).

Dia menyebut dasi sebagai "tali kolonial", sementara ia menggantinya dengan menggunakan liontin batu hijau.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah dihentikan untuk kedua kalinya, Waititi melanjutkan pertanyaannya hingga Mallard menyuruhnya keluar forum.

Baca juga: Penyelundup Mencoba Masuk Selandia Baru dengan 1.000 Tanaman Diikat di Tubuhnya

Waititi menyebut perlakuan Mallard terhadapnya "tidak masuk akal", menambahkan bahwa dia mengenakan "pakaian bisnis Maori".

Salah satu pemimpin Partai Maori, Debbie Ngarewa-Packer, yang mengenakan dasi, memohon kasus rekannya, tetapi tidak berhasil.

Ini hanyalah pertengkaran berbasis dasi terbaru antara anggota parlemen dan pembicara.

Baca juga: Infeksi Covid -19 Rendah, Selandia Baru Tetap Akan Tutup Perbatasan Tahun Ini

Akhir tahun lalu, Waititi diberitahu bahwa dia akan dikeluarkan dari DPR, jika tidak memakai dasi.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.