Militer Iran Luncurkan 340 Speedboat Berkecepatan 90 Knot/Jam

Kompas.com - 09/02/2021, 19:59 WIB
Iran meluncurkan 340 speedboat dengan kecepatan 90 knot/jam pada Senin (8/2/2021). [Fars News/Twitter] Fars News/TwitterIran meluncurkan 340 speedboat dengan kecepatan 90 knot/jam pada Senin (8/2/2021). [Fars News/Twitter]

TEHERAN, KOMPAS.com - Iran meluncurkan ratusan speedboat militer lokal terbaru yang mampu melaju dengan kecepatan 90 nots/jam, di hadapan petinggi angkatan bersenjata pada Senin (8/2/2021) di tengah penumpukan aset angkatan laut asing di Teluk Persia.

"Hari ini, kapal laut yang melaju dengan kecepatan 90 knot/jam akan diresmikan...Insyaallah, kami akan menuju (pembangunan) speedboat dengan 100 knot/jam," kata Laksamana Muda Tangsiri kepada wartawan pada Senin (8/2/2021) menjelang upacara peresmian 340 speedboat angkatan laut di kota pelabuhan Bandar Abbas.

Baca juga: Ulama Iran Ini Sebut Penerima Vaksin Covid-19 Berubah Jadi Homoseksual

Melansir Russian Today (RT) pada Senin (8/2/2021), Iran telah beberapa kali mengirim pesan ke negara-negara pesisir Teluk Persia bahwa wilayah itu milik mereka bersama dan meyakinkan mereka mampu membangun keamanan kawasan bersama.

Kantor berita Iran, Fars News, membagikan foto di Twitter tentang speedboat yang diresmikan.

Baca juga: Biden: AS Tidak Akan Cabut Sanksi Ekonomi terhadap Iran Kecuali...

Speedboat akan menjadi bagian dari Angkatan Laut Iran dan akan beroperasi di Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Kaspia.

Tangsiri berpendapat bahwa selama bertahun-tahun, pasukan asing merusak keamanan regional dan berusaha untuk melegitimasi penempatan pasukan ilegal mereka di kawasan.

Pada Januari, Pentagon membatalkan keputusan penarikan kapal induk USS Nimitz dari Timur Tengah.

Baca juga: Iran Tak Akan Patuhi Perjanjian Nuklir Sebelum AS Cabut Sanksi

Militer Iran semakin bersemangat menunjukkan kekuatan pada awal 2021, di antaranya menjadi tuan rumah dalam serangkaian perang di sepanjang Teluk Persia dan melakukan uji coba rudal.

Hanya beberapa hari sebelum Presiden Joe Biden menjabat, Iran melakukan latihan drone dan rudal besar-besaran di padang pasir tanpa peringatan sebelumnya di tengah meningkatnya tensi dengan Washington dan aliansinya.

Baca juga: Menlu Iran Minta Biden Segera Kembali ke Kesepakatan Nuklir dalam 2 Pekan

Unjuk kekuatan mengikuti latihan rudal 2 hari di Teluk Oman dengan kode nama Eqtedar-99.

Latihan dimulai dengan penyerahan resmi dan peluncuran "kapal pangkalan depan", sebuah kapal tanker minyak konversi 228 meter.

Hubungan AS dengan Iran mencapai titik terendah baru selama pemerintahan Trump, setelah mantan presiden itu secara sepihak megeluarkan Washington dari pakta nuklir era Obama dengan Teheran dan memberlakukan sanksi yang melumpuhkan.

Baca juga: Menlu AS Bahas Kesepakatan Nuklir Iran dengan Inggris, Perancis dan Jerman

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X