Kompas.com - 08/02/2021, 16:32 WIB
Ilustrasi ganja. NATURE PICTURE LIBRARY/IMAGO IMAGES via DW INDONESIAIlustrasi ganja.

KINGSTON, KOMPAS.com - Jamaika dilaporkan mengalami kekurangan ganja, buntut cuaca buruk dan menurunnya petani yang masih bersedia menggarap lahannya.

Ladang mariyuana dihantam hujan lebat akibat musim badai pada tahun lalu, disusul kekeringan. Membuat petani merugi ribuan dollar AS.

"Segalanya hancur," kata Daneyel Bozra, salah satu petani yang menanam mariyuana di kawasan barat daya Jamaika.

Baca juga: Polda Metro Musnahkan 217 Kg Sabu hingga 801 Kg Ganja

Belum lagi penerapan jam malam mulai pukul 18.00 waktu setempat, yang bertujuan untuk mencegah infeksi virus corona.

Akibat penegakan jam malam itu, petani mengeluh mereka tidak bisa lagi datang ke ladang pada malam hari sebagai bagian dari rutinitas mereka.

Biasanya, para petani bakal berjalan ke ladang dan menyirami ganja mereka dari air di sumur atau mata air terdekat.

Namun semenjak jam malam diberlakukan sebagian petani ganja mengaku mereka tidak bisa lagi mengurus kebun mereka setelah petang.

"Secara budaya, ini memalukan," kata Tristan Thompson dari Tocaya, perusahaan konsultan dan pialang untuk kanabis legal.

Dilansir Sky News Minggu (7/2/2021), Thompson mengatakan tahun lalu adalah tahun terburuk mereka akibat musim badai.

"Kami tidak pernah mengalami kerugian seperti ini. Kekurangan mariyuana adalah sesuatu yang bisa ditertawakan," candanya.

Jamaika, yang sering diasosiakan dengan musik reggae maupun ganja, mengizinkan mariyuana untuk keperluan medis.

Selain itu sejak 2015, pemerintah setempat memutuskan mendekriminalisasi jika ada yang mempunyai mariyuana dalam jumlah kecil.

Jika ada yang tertangkap membawa mariyuana sebanyak 56 gram atau kurang, mereka hanya didenda tanpa perlu berurusan dengan hukum.

Badan Lisensi Ganja, regulator mulai dari pemrosesan sampai transportasi mariyuana, membantah telah terjadi kelangkaan.

Baca juga: [POPULER NUSANTARA] Kerumunan di Lokasi Syuting Ikatan Cinta | Tahu Goreng Isi 50 Paket Ganja Kering


Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Vaksin Pfizer Kini Bisa Disimpan dalam Suhu Kulkas Biasa Saat Pengiriman

Global
Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

Global
Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Global
Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Global
Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Global
Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Penembakan di Luar RS Paris, 1 Tewas 1 Luka Berat, Pelaku Kabur Naik Motor

Global
Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Takut Menyetir, Maling Ini Bayar Sopir untuk Bawa Mobil Curiannya

Global
Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Ratusan Ribu Ikut Festival Mandi di Sungai Gangga Meski Infeksi Covid-19 India Lampaui Brasil

Global
Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Masih Cinta, Gadis 29 Tahun Masukkan Nama Mantan ke Daftar Ahli Waris

Global
Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Pekerja Asing di Singapura Masih Tertular Covid-19 Setelah Divaksin

Global
Ilmuwan Pentagon Klaim Punya Mikrochip dan Filter Darah untuk Atasi Covid-19

Ilmuwan Pentagon Klaim Punya Mikrochip dan Filter Darah untuk Atasi Covid-19

Global
Pasien ICU Covid-19 di Brasil Kini Didominasi Usia 40 ke Bawah

Pasien ICU Covid-19 di Brasil Kini Didominasi Usia 40 ke Bawah

Global
Jual Air Es di Atas Rp 3.500, 84 Warung dan Restoran Disidak Polisi

Jual Air Es di Atas Rp 3.500, 84 Warung dan Restoran Disidak Polisi

Global
Polisi Minneapolis Tembak Mati Pria Kulit Hitam, Picu Demo Rusuh Lagi

Polisi Minneapolis Tembak Mati Pria Kulit Hitam, Picu Demo Rusuh Lagi

Global
Tak Punya Gelar, Pangeran Harry Bakal Beda “Kostum” dengan Anggota Kerajaan Lainnya di Pemakaman Pangeran Philip

Tak Punya Gelar, Pangeran Harry Bakal Beda “Kostum” dengan Anggota Kerajaan Lainnya di Pemakaman Pangeran Philip

Global
komentar
Close Ads X