Paus Fransiskus Angkat Bicara soal Kudeta Myanmar dan Panjatkan Doa

Kompas.com - 07/02/2021, 23:12 WIB
Paus Fransiskus memberikan pemberkatan Urbi et Orbi pada hari Natal di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Jumat (25/12/2020). VATICAN MEDIA via APPaus Fransiskus memberikan pemberkatan Urbi et Orbi pada hari Natal di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Jumat (25/12/2020).

VATICAN CITY, KOMPAS.com - Paus Fransiskus pada Minggu (7/2/2021) turut angkat bicara soal kudeta Myanmar, dan memanjatkan doa.

Ia menyerukan solidaritas antarsesama rakyat Myanmar, serta mendesak militer hidup berdampingan secara demokratis.

Kudeta militer Myanmar akhir pekan ini berdampak pada demo besar-besaran di sejumlah kota.

Baca juga: Internet di Sebagian Myanmar Nyala Lagi Setelah Mati Senegara

Paus kemudian angkat bicara saat puluhan ribu pedemo menyerbu Yangon, dalam unjuk rasa terbesar di Myanmar sejak 2007.

"Saya berdoa agar mereka yang berkuasa di negara itu akan bekerja... menuju kebaikan bersama," dikutip dari AFP.

Pemimpin Gereja Katolik berusia 84 tahun itu memanjatkan doa dari balkon yang menghadap Lapangan Santi Petrus, setelah membacakan doa Angelus.

Paus yang mengunjungi Myanmar pada 2017, menyuarakan keadilan sosial, stabilitas nasional, dan koeksistensi demokrasi yang harmonis.

Baca juga: Militer Myanmar Kembali Blokir Akses Internet di Tengah Aksi Anti-Kudeta

Halaman:

Sumber Reuters,AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X